psikologi konsumen

Isidorus. M/ 4pa06/ 10507129

A. Pengertian Perilaku Konsumen

Perilaku Konsumen

Merupakan tingkah laku yang tampak oleh konsumen, dimana mereka berusaha untuk mengilustrasiakan kegiatan mengkonsumsi, mengevaluasi dan memperbaharui suatu barang dan jasa, serta semua proses pengambilan keputusanyang mendahalui dan menentukan tindakan tersebut.

Menurut Women (1995) prilaku konsumen ialah study tentang penbelian barang dan menjelaskan proses yang mengikutinya, pemilihan yang baik, pelayanan, pengalaman dan ide. Sedangkan  David L loundon, prilaku konsumen didefinikan sebagai proses pengambilan keputusan dan aktifitas fisik individu dalam mengevaluasi, mendapatkan, menggunakan barang tau jasa (1984 : 6).

Gerald Zaltman menjelaskan bahwa perilaku konsumen merupakan tindakan berdasarkan , proses dan hubungan sosial yang di lakukan oleh individu, kelompok atau organisasi untuk memperoleh, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai sutu akibat dari pengalaman dengan produk, pelayanan dan umber-sumber lainya. (1979:6)

The Amerika Marketing Association, dimana prilaku konsumen merupakan bentuk interaksi yang bersifat dinamis dari pengaruh dan kesadaran, prilaku dan lingkungan individu tersebut melakukan aspek kehidupannya, dimana prilaku konsumen mengikuti pikiran dan perasaan yang dialaminya dan prilaku yang dilakukan saat proses konsumsi terjadi (Peter & Olson, 2005).

Titik permasalahan priaku konsumen terletak pada aktifitas yang berhubungan dengan pola konsunsi individu, dimana prilakun tersebut berhubungan dengan lasana dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan dan pembuangan barang dan jasa bertujuan untuk memuasakan kebutuhan dan keiinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).

Dari definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa prilaku konsumen merupakan tindakan yang dilakukan individu, kelompok maupun organisasi terkait dengan aktifitas pengambilan keputusan dalam penggunaan barang tau jasa yang dipengaruhi lingkungan.

Wujud prilaku konsumenn dapat kita klasifikasikan menjadi dua bentuk :

1      Personal Consumer adalah konsumen yang membeli atau menggunkana barang serta jasa demi pemakaiannya sendiri.

2      Organization Consumer adalah konsumen yang membeli atau mempergunakan barang serta jasa demi memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tertentu.

B. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Prilaku Konsumen

Faktor yang mempengaruhi prilaku konsumen dibagi menjadi dua kelompok : faktor yang berasal dari dirinya sendiri dan lingkungan dimana konsumen berada.

a. Faktor individu yang menentukan pola konsumen

1 Demografis, psikografis, dan kepribadian

Demografi berhubungan struktur dan penyebaran populasi individu. Demografi membantu meramalkan trend produksi yang akan terjadi diamasa yang akan datang, kemungkinan terjadinya perubahan dalam pola permintaan konsumen dan pola konsumsi individu. Sedangkan faktor psikografis penelitian gaya hidup untuk mengetahui ganbaran psikologi konsumen, pengukurannya dapat berupa kualitatif dan kuantitatif. Dimana akan menjelaskan siapa yang akan membeli produk, sedangkan kepribadian tampilan psikologis konsumen yang bersifat unik salaing mempengaruhi secara konsisten dalam merespon lingkungannya.

2 Motifasi konsumen

Motivasi konsumen menjelaskan bagaimana dorongan untuk memuaskan kebutuhan baik yang bersifat fisiologis maupun psikologis, dapat dilihat dari bagaimana konsumen melakukan pembelian dan penggunaan produk atau jasa.

3 Pengetahuan konsumen

Pengetahuan konsumen diartikan sebagai jumlah informasi yang didapatkan individu tentang pembelian suatu produk dan manfaat produk tersebut. Dimana individu mengetahui manfaat dari barang yang akan dibelinya.

 

4 Intensi, sikap, kepercayaan, dan perasaan konsumen

Intensi merupakan pendapat bagaimana individu bersikap dimasa yang akan datang. Intensi konsumenndibagi menjadi beberapa jenis. Intensitas pembelian merupakan hal yang akan dibelanjakan dikemudian hari. intensitas pembelian kembali adalah apakah seorang individu untuk membeli suatu produk yang telah dibelinya di waktu sebelumnya. Intensitas pembelajaan adalah perencanan konsumen dalam pembelajaan produk. Intensi pengeluaran adalah seberapa besar uang yang dipergunakan untuk pembelajaan produk. Intensi pencarian adalah menjelaskan keinginan individu melakukan pencarian suatu produk.

Sikap mewakili apa yang disukai dan tidak disukai terhadap suatu produk. Sikap diukur sebagai pilihan konsumen, sehingga penilaian suautu barang slalu berhubungan dengan barang lain. Kepercayaan diartikan sebagai penilaian hubungan dua atau lebih benda yang dibentuk dari hasil pengetahuan. Perasaan merupakan keadaan yang berpengaruh positif dan negatif akan berbeda –beda dalam individu tergantung pada sikap individu.

b. Faktor lingkungan yang menentukan pola konsumen

1 Faktor Kebudayaan

Kebudayaan merupakan faktor utama dari keinginan dan prilaku individu, dimana makhluk lain bertindak berdasarkan naluri, sedang manusia berdasarkan hal yang dipelajarinya selalu hidupnya. Prilaku yang dipelajarinya dapat berasal dari lingkungan pribadi (keluarga) maupun lingkungan pergaulanya (masyarakat). Terjadi kasus, dimana individu berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan yang baru baginya, maka secara tidak langsung individu tersebut pun harus menyesuaikan prilaku, kebiasaan, dan adat istiadat disesuaikan dengan masyarakat setempat.

2 Faktor Sosial

Faktor sosial dapat disebut juga dengan kelompok referensi, hal ini disebabkan kelompok dimana mempunyai pengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap sikap individu tersebut. Kelompok tersebut dapat dibagi menjadi dua : kelompok primer dan kelompok sekunder. Kelompok primer adalah kelompok yang memiliki tingkat interaksi tinggi terhadap individu tersebut, seperti keluarga, teman, tetangga, dan mitra sejawat. Kelompok sekunder adalah kelompok yang bersifat resmi tetapi memiliki tingkat interaksi yang kurang intensif.

Kelas sosial memiliki sifat permanen dan homogenus, dimana individu saling bertukar beragam informasi baik nilai, gaya hidup, kekayaan, status, pendidikan, ekonomi, dan prilaku yang sama dalam suatu kelompok dimana individu berada. Dimana setiap produk yang dibeli berdasarkan kelas sosial individu berada.

3 Faktor Pribadi

Faktor ini terbagi dalam beberapa konsep : umur, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, dan kepribadian dan konsep diri. Umur, pola konsumsi individu datap terbetuk dari sejauh maka mereka mencapai tahapan siklus kehidupan. Semakin dewasa individu tersebut maka akan terjadi perubahan dalam pola konsumsinya sejalan dengan proses kehidupanya.

Pekerjaan, kelompok pekerja memilii minat terhadap produk dan jasa yang berbeda – beda yang dihasilkan oleh pasaran. Keadaan ekonomi, yang dimaksud seberapa tingkat  pendapatan, tabungan, harta yang dapat dicapai oleh individu untuk memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa yang diperlukannya.

Gaya hidup, pola konsumsi dapat kita lihat dari kelompok sosial dimana individu berada. Kepribadian dan konsep diri, yang dimaksudkan dimana cara menilai responya terhadap pola lingkungan yang cenderung konsisten, hal ini dapat berbeda – beda dalam indidu berdasarkan karakteristik psikologis yang dimilikinya.

4 Faktor Psikologis

Pola prilaku konsumen dipandang dari faktor psikologis terbentuk dari beberapa hal : motivasi, persepsi, proses belajar, dan kepercayaan. Motivasi dapat dibagi menjadi dua bentuk kebutuhan biogenik dan kebutuhan psikogenik. Kebutuhan biogenik bersifat fisiologis seperti rasa lapar, rasa haus dan rasa tidak nyaman. Sedangkan kebutuhan psikogenik dapat timbul dari keadaan psikologi yang dialami oleh individu tertentu seperti, perasaan untuk diterima dan diakui dalam lingkungan kehidupannya.

Persepsi, proses dimana individu memilih, mengorganisasikan, memaknai informasi yang diperoleh dari lingkungan kemudian dipergunakan untuk membentuk gambaran darin informasi tersebut. Setiap individu akan mendapat gambaran persepsi yang berbeda – beda walaupun objek perhatiannya sama, hal ini ditentukan berdasarkan proses persepsi yang dijalaninya : perhatian yang selektif, gangguan yng selektif dan proses mengingat kembali. Proses belajar, menjelaskan perubahan prilaku individu dari pengalaman yang dialaminya. Kepercayaan, gagasan yang dimiliki terhadap sesuatu.

C. Sifat dari perilaku konsumen yaitu:

1 Prilaku konsumen bersifat dinamis

Prilaku konsumen memiliki sifat dinamis dikarenakan proses berfikir, merasakan dan aksi setiap individu konsumen, kelompok dan organisasi yang senantiasa berubah. Dikarenakan hal tersebut strategi pemasaraan barang atau jasa dapat dikatakan berhasil namun tidak tentu berhasil pada waktu dan tempat yang berbeda, oleh karena itu sangat diperlukan inovasi yang senantiasa dilakukan terhadap barang dan jasa yang dihasilkan demi mencapai keberhasilan

2 Prilaku konsumen melibatkan interaksi

Proses interaksi yang terjadi dalam prilaku konsumen individu adalah pikiran, perasaan, serta aktifitasnya dalam lingkungan. Produsen semakin memahami interaksi konsumen untuk memuaskan kebutuhan dan keinginannya, serta memberikan nilai bagi konsumen.

3 Prilaku konsumen melibatkan pertukaran

Prilaku konsumen melibatkan pertukan antara manusia. Dengan kata lain individu memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuautu sebagai gantinya

D. Tipe prilaku pembelian

Wilkie (1990), menyatakan bahwa prilaku konsumen dalam hal pembelian dikelompokkkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat perbedaan merek, sebagai berikut :

1 Alokasi keuangan (budget allocation)

Pilihan konsumsi terhadap suatu barang tau jasa sangat dipengaruhi oleh bagaimana cara individu membelajakan atau menyisikan dana yang tersedia, penentuan waktu yang tepat dalam hal membelanjakan dana tersebut serta pengambilan keputusan untuk melakukan peminjaman demi pembelian.

2 Pembelian atau tidak suatu produk (Product Purchase or Not)

Prilaku pembelian merupakan gambaran pilhan dari konsumen sendiri terhadap kategori barang atau jasa itu sendiri.

3 Pemilihan lokasi produk (store patronage)

Prilaku pembelian berdasarkan tempat pelaksanaan pembelian barang atau jasa yang dilakukan oleh konsumen.

4 Keputusan atas merek dan gaya (brand and style decision)

Pilihan konsumen dalam pemutusan produk apa yang sebenarnya ingin dibelinya secara terperinci.

Pengertian dan contoh dari konsumsi, konsumen, konsumtif, dan konsumalisme

Konsumsi adalah pemakaian barang hasil produksi (pakaian, sandang, dsb)untuk memenuhi kebutuhan hidup. Contoh kunci kesehatan keluarhga kami dengan mengkonsumsi ikan laut sebagai lauk.

Konsumen adalah individu pengguna barang hasil produksi. Konsumen game online kebanykan dari kalangan anak usia sekolah.

Konsumtif sebgai sifat pemakai murni dalam jangka waktu yang lama. Contoh : saya minum kopi sejak Sekolah Dasar, saya pun minum kopi hampir disetiap waktu bila tidak minum kopi kepala akan terasa pusing.

Konsumalisme pandangan yang bersifat konsumtif. Contoh “ Buat apa kita susah – susah belanja dan masak, kan tinggal telpon aja”

Daftar pustaka

http://organisasi.org/perilaku-konsumen-ringkasan-rangkuman-resume-mata-kuliah-ekonomi-manajemen

Tim penyusun. 2002. Kamus besar bahasa indonesia, ed. 3.- cet 2. Jakarta : Balai Pustaka

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: