database

May 3, 2011

Beberapa definisi tentang Database :

  1. Menurut Gordon C. Everest :

Database adalah koleksi atau kumpulan data yang mekanis, terbagi/shared, terdefinisi secara formal dan dikontrol terpusat pada organisasi.

2.Menurut C.J. Date : Database adalah koleksi “data operasional” yang tersimpan dan dipakai oleh sistem aplikasi  dari suatu organisasi. –  Data input adalah data yang masuk dari luar sistem –  Data output adalah data yang dihasilkan sistem –  Data operasional adalah data yang tersimpan pada sistem

3.Menurut Toni Fabbri : Database adalah sebuah sistem file-file yang terintegrasi yang mempunyai minimal primary key untuk pengulangan data.

4. Menurut S. Attre : Database adalah koleksi data-data yang saling berhubungan mengenai suatu organisasi / enterprise dengan macam-macam pemakaiannya.

Sifat-sifat database :

  • Internal              :  Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
  • Terbagi/share     :  Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).

Elemen-elemen database : A.  Tipe  :

  1. Enterprise     : Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
  2. Entity File       : Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
  3. Atribute Field Data item : Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
  4. Record               : Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file

Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.Gambaran hubungan : Enterprise terdiri dari beberapa entity, Entity terdiri dari beberapa record dan Record terdiri dari beberapa field. B.  Isi / Nilai :

  1. Data File         :  Seluruh isi data pada file
  2. Data Record    :  Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
  3. Data Value      :  Isi data masing-masing data elemen.

Sumber-sumber daya suatu organisasi / enterprise :

Ada 5 M Sumber Daya, yaitu :

  • Man           :  Manajemen Personalia (Manusia)
  • Machine    :  Manajemen peralatan (Mesin)
  • Material     :  Manajemen industri (Bahan Baku)
  • Money       :  Manajemen Keuangan (Uang)
  • Message    :  Manajemen Informasi.

DATA Merupakan sumber daya yang paling penting dalam perusahaan, data perlu disimpan dan dimanajemen (rencana, desain, operasi, kontrol dan evaluasi).  Proses manajemen dilaksanakan dalam siklus hidup (Life Cycle). Manajemen data dapat dilakukan secara administrasi manual atau dengan memakai komputer, secara umum Sistem Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.

4 Komponen DATA PROCESSINGyang menggunakan Sistem Database :

  1. Hardware             : Penyimpanan Sekunder
  2. Software               : Program Aplikasi, DBMS
  3. Data                     : Database mempunyai sifat internal (integritas dari file-file yang terlibat) dan terbagi / share
  4. User                      : User pembuat program aplikasi, end user (user pemakai data langsung), DBA (Penanggung jawab).

Penanggung jawab sistem database adalah  DBA(Database Administratur) ;

  1. Tanggung jawab DBA :

–       Menetapkan isi database

–       Menetapkan struktur data pada penyimpanan sekunder dan metode akses

–       Melayani kebutuhan user

–       Mendefinisikan pengecekan kewenangan penggunaan database oleh user dan menetapkan prosedur validasi suatu database.

–       Menetapkan strategi backup dan recovery

–       Memonitor unjuk kerja dan melayani kebutuhan akan perubahan-perubahan kepentingan.

2. Untuk melaksanakan tanggung jawabnya DBA harus mempunyai beberapa program utility, misalnya :

  • Create Routine                                          :  Untuk membuat database baru
  • Reorganization Routine                     : Untuk menyusun kembali database (misal : untuk menghapus tempat-tempat kosong dari record-record yang sudah tidak berlaku)
  • Journalizing / Logging Routine     :Untuk mencatat semua operasi yang telah dikerjakan, siapa usernya.
  •  Recovery Routine                                    : Memperbaiki kerusakan database pada posisi sebelum kerusakan.
  •   Statistical Analisys Routine              : Untuk memonitor hasil-hasil database.

DBMS (Database Managemen System)

  1. C.J. Date                         : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
  2. S, Attre                        : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
  3. Gordon C. Everest: DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.

Jadi DBMS  :  Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).

Fungsi DBMS :  –  Definisi data dan hubungannya

–  Memanipulasi data –  Keamanan dan integritas data

–  Security dan integritas data –  Recovery/perbaikan dan concurency data

–  Data dictionary

–  Unjuk kerja / performance Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.

Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :

  • Mendefinisikan data dan hubungannya.
  • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
  • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
  • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
  • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
  • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
  • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.

Macam – macam pengguna database

1.    Programmer Aplikasi Adalah professional computer yang berinteraksi dengan bahasa pemrograman Delphi, PHP, Visual basic, Foxpro dan bahasa pemrograman lainnnya. Program yang dibuat disebut program aplikasi, misalnya untuk perbankan, administrasi, akuntansi dan lain-lain. Syntax yang berbeda dengan syntax bahasa program pada umumnya.

2. Casual User Pemakai yang telah berpengalaman, berinteraksi dengan system tanpa menulis program, tetapi memakai bahasa query. Setiap query akan mengajukan ke query processor yang mengambil dari perintah bahasa pemrograman.  

3. Naïve User Pemakai yang tidak berpengalaman, berinteraksi dengan system tanpa menulis program, tinggal menjalankan satu menu dan memilih proses yang telah ada atau telah dibuat oleh Programmer Aplikasi.

4. Specialized User Pemakai khusus yang menuliskan aplikasi database tidak dalam kerangka data processing yang tradisional. Aplikasi tersebut diantaranya adalah Computer Aided Design System, Knowledge Base, Expert System, Sistem yang menyimpan data dalam bentuk data yang kompleks misalnya data grafik, data audio.

Jenis basis data berdasarkan pengaksesnya :

1. Basis Data Individual Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.

2. Basis Data Perusahaan Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.

3. Basis Data Terdistribusi Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.

4. Basis data publik Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik

. Perbedaan Jenis Program Database

1. Ms. Access Ms. Access adalah Database Storage Engine buatan dari Microsoft yang menempel di produk Microsoft Office. Untuk instalasinya membutuhkan space di hardisk yang lumayan besar. Engine ini hanya bisa dijalankan di lingkup sistem operasi Windows saja. Kapasitas datanya sangat terbatas sehingga hanya cocok jika diaplikasikan untuk small system atau home bisnis. Untuk keamananya tidak begitu bisa dihandalkan walaupun sudah mengenal konsep relationship.

2. MySql Database Storage Engine ini banyak digunakan oleh programmer apalagi oleh web developer karena sifatnya yang free. Untuk yang expert sudah ada yang bayar. Kemampuannya sudah bisa diandalkan, mempunyai kapasitas yang cukup mumpuni sekitar 60.000 tabel dengan jumlah record mencapai 5.000.000.000 bahkan untuk yang terbaru sudah lebih dan untuk yang bayar mencapai 15.000.000.000 record. Keamanan datanya cukup aman walaupun tidak sehebat Postgre apalagi Oracle. Engine ini multiplatform sehingga mampu diaplikasikan di berbagai sistem operasi. My Sql cocok diaplikasikan diaplikasi kelas kecil dan menengah. Kelebihan paling utama engine ini adalah kecepatannya.  

3. SQL Server Database Storage Engine buatan Microsoft. Engine ini berbayar, akan tetapi Microsoft juga menyediakan yang versi gratisan (Express Edition). Karena buatan dari Bos Bill Gates maka Engine ini hanya bisa dijalankan di sistem operasi Windows saja (monoplatform). Keamanan datanya sudah lumayan. Kapasitas penyimpanan datanya tidak mencapai Tera Byte, sehingga sudah mampu untuk diterapkan di aplikasi besar. SQL Server banyak bermain di Memori untuk processing. Untuk bacup data Ms SQL banyak extensinya ada extensi .MDB, .BAK, .file. Kapasitas rollback dan recoverinya tidak secanggih di Oracle.

4. Postgre Database Storage Engine ini bersifat open source ato gratisan yg dikembangkan oleh berbagai developer didunia.untuk sintax query postgre sql menggunakan ANSI SQL 89, 92 dan 99. untuk postgre sql sudah support joins, views, aggregasi.

5. Oracle Man this is a great database. Database Storage Engine ini bisa menyimpan data sampai ukuran tera byte, dan database oracle juga meyediakan yg gratisan versi home edition, sedangkan untuk versi enterprisenya kita harus bayar. sejauh yg saya tahu dalam pengalaman saya, untuk bagian query-nya oracle tetap menggunakan standard bahasa SQL. oralce bisa digunakan diberbagai platform seperti unix,windows, untuk masalah keamanan oracle bisa dibilang baik. untuk masalah perfomance oracle kebanyakan bermain di harddisk bila anda ingin menggunkan oracle anda harus menyediakan space harddisk yg cukup besar. untuk backup oracle mempunyai extensi sendiri namanya file DMP. Selanjutnya penulis berusaha untuk menjelaskan salah satu program database yang telah jamak dipergunakan di perusahaan, maupun di pelajari di banyak universitas. Program yang akan diulas kali ini adalah oracle.

Sejarah Perkembangan Oracle

Dimulai tiga decade yang lalu, Larry Ellison yang secara rutin mengikuti jurnal penelitian IBM dan perkembangannya, menemukan sebuah makalah penelitian yang menggambarkan sebuah prototype yang bekerja untuk relasional system manajeman basis data (RDBMS). Kemudian Larry Ellison menunjukannya ke rekan-rekan dia yaitu Bob Miner dan Oates di Ampek, dari hasil pembicaraan mereka diketahui bahwa tidak ada perusahaan yang telah berkomitmen untuk mengkomersilkan teknologi ini. Trio ini menyadari ada potensi bisnis luar biasa dalam database relasional, selanjutnya mereka bersama-sama mendirikan perusahaan yang akan menjadi ORACLE dan mengembangkan oracle database. Meskipun sebagian besar perusahaan-perusahaan pada tahun 1977 menggunakan computer, namun sistemnya sangat besar dan sangat sulit dan hanya tenaga-tenaga terlatih dan professional yang bisa menggunakan mesin yang komplek untuk mengolah data input dan output. Oracle pertama secara komersial menyediakan perangkat lunak database yang ditantang dapat dipergunakan untuk kebijakan konvensional, bahwa teknologi ini dihadapkan pada skala jumlah yang besar dari data-data atau angka-angka yang sangat banyak dari para pemakai. Visi, misi dan optimisme dari para pendiri Oracle membawa Oracle pada suatu revolusi didalam perusahaan dan usaha computer. Sepanjang sejarahnya Oracle telah terbukti dapat membangun masa depan diatas dasar  inovasi dan pengetahuan yang mendalam atas tantangan pelanggan dan keberhasilan yang dianalisa oleh para pemikir  tehnik bisnis kelas dunia. Perusahaan berusaha sekuat tenaga dengan kekuatannya melayani pelanggan dan menerapkan teknologi sebagai kunci untuk mengambil keputusan bisnis dalam menghadapi kebijakan kovensional dan mengambil produk-produk dan jasa sebagai peluang baru. Sekarang lebih dari sebelumnya teknologi Oracle dapat ditemukan dihampir setiap industri dan pusat data. Oracle adalah perusahaan pertama untuk mengambangkan dan menyebarkan  seratus persen internet-enabled software enterprise diseluruh lini produk database, aplikasi bisnis, pengembangan aplikasi dan alat pendukung keputusan. Inovasi adalah mesin kesuksesan Oracle. Oracle merupakan salah satu perusahaan yang pertama untuk membuat aplikasi bisnis yang tersedia melalui ide internet. Oracle telah memperkenalkan produk baru Oracle Fusion Middleware dan fungsi onalitas yang mencermikan tujuan-tujuan perusahaan untuk menghubungkan semua tingkat tehnologi perusahaan, memastikan pelanggan mendapatkan akses pengetahuan yang dibutuhkan untuk merespon kondisi pasar dengan cepat dan leluasa. Tiga puluh tahun Oracle berjaya, Oracle menjadi patokan untuk database teknologi dan aplikasi-aplikasi di dalam perusahaan diseluruh dunia, dari mulai perusahaan-perusahaan yang kecil sampai perusahaan-perusahaan yang besar  multinasional dan internasional.

Software Unggulan Yang Dikeluarkan Oracle Sebagai perusahaan Software yang besar Orcle pengeluarkan produk-produk unggulannya. Disini penulis akan berusaha mengulas beberapa piranti lunak yang dikeluarkan oracle.

1.Oracle Database 11g Enterprise Edition

Oracle Database 11g Release 2 Enterprise Edition memberikan kinerja industri terbaik, skalabilitas, keamanan dan kehandalan yang didukung Windows, Linux, dan UNIX. Ini memberikan fitur yang lengkap agar dengan mudah mengatur proses pengolahan transaksi yang menuntut  intelijen bisnis, dan aplikasi manajemen konten. Oracle Database 11g Release 2 Enterprise Edition dilengkapi dengan berbagai pilihan untuk memperluas database, untuk membantu mengembangkan bisnis dan memenuhi kebutuhan pelangagan serta memberikan keamanan dan harapan tingkat ketersediaan layanan yang memuaskan. Inilah beberapa manfaat yang kita peroleh bila menggunakan Oracle Database 11g Enterprise Edition:

  • Melindungi dari kegagalan server, kegagalan situs, kesalahan manusia, dan mengurangi downtime.
  • Mengamankan Data yang memungkinkan sesuai dengan row-level keamanan yang unik, auditing halus, transparan enkripsi data, dan total recall data.
  • High-data kinerja pergudangan, pengolahan analitik online, dan data mining.
  • Mudah mengelola seluruh siklus hidup informasi bagi database terbesar.
  • Bisnis Konsolidasi aplikasi grid ke database yang cepat, handal dan scalable.
  • Memaksimalkan ketersediaan data dan menghilangkan redundansi data center idle.
  • Mempercepat kinerja dengan mengompres data ke partisi storage yang murah.
  • Aman melindungi informasi dan data yang akurat.
  • Menggandakan DBA produktivitas dan mengurangi risiko perubahan.
  • Oracle Database Memperkenalkan Mesin Exadata X2-8.
  • Oracle lebih mudah dalam mengelola DB2 dan SQL Server.
  • Data Biaya-Efektif Pencegahan Kebocoran Dimulai pada Sumber.
  • Tingkatan yang dicapai: Dunia mencatat kinerja dan harga yang baik.
  • Kompresi kolumnar hibrida dengan kompresi data sebesar 10-15 kali.
  • Pemindaian data terkompresi unutk eksekusi pencarian lebih cepat.
  • Indeks penyimpanan untuk mengurangi lebih jauh I/O disk.Pembebanan proses pencarian pada penyimpanan dengan menggunakan Smart Scan.
  • Aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada Mesin Database Sun Oracle dapat mencapai satu juta I/O.
  • Operasi per Detik pada Flash Storage

2. Oracle Database 11g Standard Edition.Oracle Database 11g Standard Edition adalah sebuah basis data dengan harga terjangkau dengan fitur lengkap untuk server dengan empat soket, ini mencakup Oracle  Real Aplikasi Cluster untuk memenuhi kebutuhan kinerja kelas enterprise dan keamanannya, sederhana untuk mengolah data dan dapat dengan mudah mentyesuaikan dengan skala permintaan yang meningkat serta dapat ditingkatkan tingkat kompatibelnya. MANFAAT

  • Dengan harga $350 perpengguna minimal 5 pengguna, menghemat uang dengan membeli hanya yang dibutuhkan.
  • Dapat dijalankan di Windows, Linuk dan system opersi Unik , serta mempunyai kemampuan otomatisasi pengolahan diri.
  • Streamline pengembangan aplikasi dengan Oracle Aplication Express, Oracle SQL Develover dan Oracle Data Access Components untuk Windows.

3. Oracle  Database 11g Standard Edition One.Dengan harga $180 perpengguna (minimal 5 pengguna) Oracle Database merupakan sebuah database  terjangkau dengan fitur lengkap  untuk server sampai dua soket, hal ini memberikan kinerja  kelas interprise dan keamanan dengan pengelolaan sederhana dan dapat dengan mudah menyesuaikan dengan skala permintaan yang meningkat serta mempunyai kompatibel yang tinggi dengan edisi database yang lain. MANFAAT

  • Dukungan aplikasi bisnis dengan kinerja perusahaan kelas atas, keamanan, kterdediaan pasilitas dan skabilitas.
  • Bisa dijalankan di Windows, Linux dan system opersi Unik dan memberikan kemudahan dalam mengelola data dengan otomatisasi.
  • Streamline pengembangan aplikasi dengan Oracle Expres, Oracle SQL Developer, dan Oracle Data Access  Componen untuk Widows.

Keuntungan Dan Kerugian Database

Keuntungannya :

  • Mengurangi data redundancy :  Data redundansi dapat direduksi/dikurangi, tetapi tidak dapat dihilangkan sama sekali (untuk kepentingan keyfield)
  • Data integrity                           :  Integritas/kesatuan data dapat dipertahankan, hal ini sebagi akibat dari penghindaran inconsistency dan pengontrolan security.
  • Data independent                     :  Kebebasan data  contoh .  Jika terdapat perubahan struktur file pelanggan maka program tersebut haruslah diubah. Jadi bahwa program yang telah dibuat tidak bebas terhadap database yang ada, apapun yang terjadi pada struktur file, setiapkali hendak melihat data dengan utility List, dll. ini berarti perintah-perintah dalam paket DBMS bebas terhadap database.
  • Data security                            :  Kontrol sekuriti dapat dilakukan.  DBA dapat mengatur kewenganan penggunaan database (update, retrieve, delete)
  • Data consistency                      :  Inconsistency dapat dihilangkan
  • Mudah dalam penggunaan datanya
  • Membutuhkan sedikit memory untuk penyimpanan data.

Kerugiannya : Mahal (teknologi DBMS, Operation, Conversion, Planning, Risk)

Inilah hasil ulasan penulis mengenai database, bila terdapat kesalahan penulisan harap dimaklumi. Semua kesalahan tersebut disebabkan sedikitnya pengetahuan penulis. Namun bila informasi ini berguna penulis sangat senang, serta lebih senang lagi bila rekan mau memberikan saran demi

Dampak teknologi dalam kehidupan

March 19, 2011

A. Pengertian Teknologi Informasi
Teknologi Informasi adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel,).

B. Sejarah Singkat Teknologi Informasi
Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan. (Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan. (Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.

C. Dampak positif dan dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi dilihat dari berbagai bidang:
1. Bidang Informasi dan komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dimana manusia dapat saling membagi informasi yang berguna; baik itu bersifat lisan maupun tulisan. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positipnya antara lain:
a. Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet, karena tidak pembatasan bentuk informasi yang akan disebarkan dan sifat informasi dapat selalu diperbarui oleh siapapun.
b. Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone sehingga mempermudah mobilisasi setiap individu.
c. Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah. Sehingga mempermudahkan segala bentuk transaksi kta semua.
Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
a. Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas), dengan cara perekrutan anggota baru dan pemberian dakwah tentang isu keagamaan dengan menggunakan web.
b. Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu
c. Kerahasiaan alat tes semakin terancam Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.
d. Kecemasan teknologi, Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer

2. Bidang Ekonomi dan Industri
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:
a. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
b. Produktifitas dunia industri semakin meningkat, karena semua produksi dilakukan secara komputerisasi yang telah terstandardisasi dengan ketat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Dimana konsumen dapat melakukan pemesanan barang dikehendakinya secara langsung kepada pihak produsen, sehingga barang yang akan diproduksi akan sesuai dengan selera konsumen.
c. Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
Meskipun demikian ada pula dampak negatifnya antara lain :
a. Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan
b. Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.

3. Bidang Sosial dan Budaya
a. Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
b. Meningkatnya rasa percaya diri terhadap kebudayaan dan kemandirian bangsa. Perkembangan teknologi dapat dipergunakan untuk memperkenalkan kebudayaan suatu bangsa sehingga dapat meningkatkan pengetahuan rakyat terhadap kebudayaan bangsanya sendiri. Serta dapat meningkatkat kemandirian bangsa dalam perkembangan perekonomian, hal ini dapat dilihat dari meningkatnya gross produk bruto bangsa. Hal ini juga dapat menggambarkan meningkatnya taraf kehidupan masyarakat suatu bangsa, yang tergambarkan dari meningkatnya konsumsi masyarakat.

c. Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras

Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatip pada aspek budaya:
a. Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
b. Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
c. Pola interaksi antar manusia yang berubah Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet.

4. Bidang Pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain :
a. Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
b. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode pembelajaran yang lebih atraktif dan menarik minat lebih bagi siswa. Dimana metode itu tidak lagi hanya menggunakan teori tapi sudah disertai ilustrasi dari materi yang dipelajari.
c. Sistem pembelajaran tidak lagi memerlukan tatap muka dari pihak pelajar maupun tutornya. Sehingga menciptakan efesien waktu dan ruang, dimana proses pembelajaran dapat dilalkukan dimana saja hanya dengan menggunakan layanan internet.
Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam proses pendidikan antara lain:
1. Kerahasiaan alat tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk. Karena dengan mudahnya bagi kita mendapatkan aplikasi tes dengan mendownlod tes tersebut dari internet.
62. Penyalahgunaan informasi yang diperuntukkan tindak kriminal, dengan mudahnya bagi kita untuk mendapat informasi yang sangat banyak di dunia maya serta beragamnya informasi tersebut. Sehingga sangat tidak mungkin bagi kita mengetahui berbagai informasi terbaru, namun memiliki moral yang rendah. Hal ini terjadi karena kita melakukan penembusan sistem keamanan web demi mendapatkan informasi yang kita inginkan.

5. Bidang Politik
a. Timbulnya kelas menengah baru Pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negera Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.
b. Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin kental.
c. Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.

6Bidang Militer

Kemajuan pesat teknologi informasi secara khusus diimplementasikan dalam konsep yang disebut Perang Informasi (Information Warfare), yang menjadi landasan penting bagi pengembangan doktrin militer di masa datang.

Dengan demikian teknologi informasi akan sangat berpengaruh terhadap perubahan strategi militer. Hal ini bisa dilihat dari dua sisi. Pertama, dari sisi komandan, Teknologi Informasi dapat membantu menyediakan informasi potensial lebih cepat dan banyak melalui rantai komando dan pengendalian untuk mempercepat pengambilan keputusan. Kedua, dari sisi kemampuan pasukan, Teknologi Informasi memungkinkan pasukan mendapat informasi pada waktu dan tempat yang tepat, sehingga akan mengurangi apa yang oleh Clausewitz disebut “kabut perang”, dan juga membuat pasukan menjadi lebih fleksibel.

Implementasi dari teknologi informasi secara umum adalah berupa konsep Revolution in Military Affairs (RMA). RMA membahas konsep lingkup perang di masa yang akan datang, yaitu precision strike, dominating maneuver, space warfare, dan information warfare.

Sesuai asas manajemen, teknologi informasi membuat organisasi militer dapat sedikit melonggarkan pengendalian. Teknologi Informasi memungkinkan kekuasaan pengambilan keputusan diserahkan pada tingkat serendah mungkin.

Dalam pengertian integrasi sistem, Teknologi Informasi membuat kompleksitas pada organisasi militer lebih berat dari pada sebelumnya. Kompleksitas ini dapat diatasi dengan menggunakan peranti lunak yang dirancang untuk keperluan tersebut terutama perkembangan pesat pada peranti lunak data base.

Dalam hal infrastruktur, militer yang baru memembutuhkan jaringan informasi yang dengan band width besar. Sebagai contoh Perang Teluk, infrastruktur yang digelar mampu menampung 700.000 sambungan telepon, 152.000 pesan setiap hari, dan menggunakan 30.000 frekuensi radio

Maka penulis berusaha menyimpulkan pekembangan teknologi dan informasi tidak dapat kita kekampingkan dari kehidupan masyakat saat ini, karena kemajuan teknologi berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Sejatinya perkembangan informasi dan teknologi itu dipergunakan hanya sebatas alat untuk mempermudah perkerjaan masyarakat dan memberikan kemudahan dalam melakukan aktivitas, namun kini perkembangan itu sudah tidak dapat kita bendung lagi kemajuannya. Kemajuan kini telah menyentuh sampai pada taraf terendah dari kehidupan kita, sehingga menimbulkan kesan pemanjaan. Contoh saat kita ingin makan kita tinggal menggunakan deliver servis tanpa harus repot – repot masak dan pembayaranya pun dapat dilakukan dengan menggunakan kartu kredit. Serta mempermudahkan kita untuk melakukan komunikasi terhadapat rekan bisnis maupun keluarga, dapat dilakukan dengan menggunakan web cam dan media facebook. Hal ini mengurangi interaksi tatap muka, sehingga menimbulkan kesan ternologi itu “mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat”.

Beragam bentuk informasi yang dapat diperoleh darri internet, tidak semua informasi dapat dikatakan berguna. Anggapan internet dekat dengan hal pornografi, kekejaman dan kesadisan, memang tidak salah. Para browser diwajibkan memiliki kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses, sehingga dapat menggurangi dampat informasi tersebut. Kemudahan mendapatkan informasi sehingga menutup tindakan penipuan dengan menggunakan internet, modus yang dilakukan dengan mengirimkan spam saat seseorang mengakses sebuah web atau mengirimkan berita pemberitahuan ke email dengan mengatasnamakan sebuah web tertentu. Bila email itu tereksekusi maka saat itu juga akan mengirimkan semua aktivitas internet dan data diri anda kepada pengirim email tersebut.

SISTEM INFORMASI DALAM PEREKRUTAN KARYAWAN

March 1, 2011


Konsep Dasar Sistem

Sistem : kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Jerry FithGerald ; sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

L. James Havery
Menurutnya sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

John Mc Manama
Menurutnya sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efesien.
C.W. Churchman.
Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.
J.C. Hinggins
Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan.
Edgar F Huse dan James L. Bowdict
Menurutnya sistem adalah suatu seri atau rangkaian bagian-bagian yang saling berhubungan dan bergantung sedemikian rupa sehingga interaksi dan saling pengaruh dari satu bagian akan mempengaruhi keseluruhan.
Karakteristik Sistem / Elemen Sistem :

  • Memiliki komponen ;

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya.

  • Batas sistem (boundary) ;

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut. Contoh : dalam bidang keuangan (sistem akuntansi, kasir, administrasi).

  • Lingkungan luar sistem (environment) ;

Adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.

  • Penghubung sistem (interface) ;

Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.

  • Masukan sistem (input) ;

Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

  • Keluaran sistem (Output) ;

Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem.

  • Pengolah sistem (Process) ;

Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.

  • Sasaran sistem ;

Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.

 

 

 

 

 

 

 

Klasifikasi Sistem :

  • Sistem abstrak ; sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik (sistem teologia)

Sistem fisik ; merupakan sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dll.)

  • Sistem alamiah ; sistem yang terjadi melalui proses alam. (sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dll.

Sistem buatan manusia ; sistem yang dirancang oleh manusia.

Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut human-machine system (contoh ; sistem informasi)

  • Sistem Tertentu (deterministic system) ; beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer)

Sistem tak tentu (probabilistic system) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

  • Sistem tertutup (close system) ; sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).

Sistem terbuka (open system) ; sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Contoh : sistem kebudayaan indonesia.

  • Sistem sederhana dan Sistem kompleks

Tingkatan Sistem Informasi

Beberapa jenis TI yang dikembangkan berdasarkan lini manajerial, memiliki fungsi dan manfaat bagi tiap tingkatan manajerial. Adapun tingkatan SI tersebut adalah :

  1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Sytems-TPS). TPS merupakan hasil perkembangan dari pembentukan kantor elektronik, dimana sebagian dari pekerjaan rutin diotomatisasi termasuk untuk pemrosesan transaksi. Pada TPS, data yang dimasukkan merupakan data-data transaksi yang terjadi.
  2. Sistem Informasi Manajemen (SIM). SIM  adalah sebuah kelengkapan pengelolaan dari proses-proses yang menyediakan informasi untuk manajer guna mendukung operasi-operasi dan pembuatan keputusan dalam sebuah organisasi.Pada SIM, masukan yang diberikan berupa data transaksi yang telah diproses, beberapa data yang asli, model-model pengolahan data.Kemudian data-data tersebut akan diproses. Proses yang terjadi berupa pembuatan laporan-laporan yang ringkas, keputusan-keputusan yang rutin dan jawaban dari query yang diberikan.
  3. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan peningkatan dari SIM dengan penyediaan prosedur-prosedur khusus dan pemodelan yang unik yang akan membantu manajer dalam memperoleh alternative keputusan.
  4. Sistem Informasi e-Business dibangun untuk menjawab tantangan pengintegrasian data dan informasi dari proses bisnis berbasis internet.

Lebih spesifik dikenal juga yang disebut dengan sistem terotomasi ; yang merupakan bagian dari sistem buatan manusia dan berinteraksi dengan kontrol oleh satu atau lebih komputer sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern.

Sistem terotomasi mempunyai sejumlah komponen yaitu ;

  • Perangkat keras (CPU, disk, printer, tape).
  • Perangkat lunak (sistem operasi, sistem database, program pengontrol komunikasi, program aplikasi).
  • Personil (yang mengoperasikan sistem, menyediakan masukan, mengkonsumsi keluaran dan melakukan aktivitas manual yang mendukung sistem).
  • Data (yang harus tersimpan dalam sistem selama jangka waktu tertentu).
  • Prosedur (instruksi dan kebijakan untuk mengoperasikan sistem).

Sistem terotomasi terbagi dalam sejumlah katagori :

  • On-line systems. Sistem on-line adalah sistem yang menerima langsung input pada area dimana input tersebut direkam dan menghasilkan output yang dapat berupa hasil komputasi pada area dimana mereka dibutuhkan. Area sendiri dapat dipisah-pisah dalam skala, misalnya ratusan kilometer. Biasanya digunakan bagi reservasi angkutan udara, reservasi kereta api, perbankan dll.
  • Real-time systems. Sistem real-time adalah mekanisme pengontrolan, perekaman data, pemrosesan yang sangat cepat sehinga output yang dihasilkan dapat diterima dalam waktu yang relatif sama. Perbedaan dengan sistem on-line adalah satuan waktu yang digunakan real-time biasanya seperseratus atau seperseribu detik sedangkan on-line masih dalah skala detik atau bahkan kadang beberapa menit. Perbedaan lainnya, on-line biasanya hanya berinteraksi dengan pemakai, sedangkan real-time berinteraksi langsung dengan pemakai dan lingkungan yang dipetakan.
  • Decision support system + strategic planning system. Sistem yang memproses transaksi organisasi secara harian dan membantu para manajer mengambil keputusan, mengevaluasi dan menganalisa tujuan organisasi. Digunakan untuk sistem penggajian, sistem pemesanan, sistem akuntansi dan sistem produksi. Biasanya berbentuk paket statistik, paket pemasaran dll. Sistem ini tidak hanya merekam dan menampilkan data tetapi juga fungsi-fungsi matematik, data analisa statistik dan menampilkan informasi dalam bentuk grafik (tabel, chart) sebagaimana laporan konvensional.
  • Knowledge-based system. Program komputer yang dibuat mendekati kemampuan dan pengetahuan seorang pakar. Umumnya menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak khusus seperti LISP dan PROLOG.

Sistem berdasarkan prinsip dasar secara umum terbagi dalam :

  • Sistem terspesialisasi ; adalah sistem yang sulit diterakpan pada lingkungan yang berbeda (misalnya sistem biologi; ikan yang dipindahkan ke darat)
  • Sistem besar ; adalah sistem yang sebagian besar sumber dayanya berfungsi melakukan perawatan harian (misalnya dinosaurus sebagai sistem biologi menghabiskan sebagian besar masa hidupnya dengan makan dan makan).
  • Sistem sebagai bagian dari sistem lain ; sistem selalu merupakan bagian dari sistem yang lebih besar, dan dapat  terbagi menjadi sistem yang lebih kecil.
  • Sistem berkembang ; walaupun tidak berlaku bagi semua sistem tetapi hampir semua sistem selalu berkembang.

Pelaku sistem terdiri dari 7 kelompok :

1. Pemakai ;

Pada umumnya 3 ada jenis pemakai, yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.

2. Manajemen ;

Umumnya terdiri dari 3 jenis manajemen, yaitu manajemen pemakai yang bertugas menangani pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang terlibat dalam pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan. Kelompok manajemen biasanya terlibat dengan keputusan yang berhubungan dengan orang, waktu dan uang, misalnya ;

“ sistem tersebut harus mampu melakukan fungsi x,y,z, selain itu harus dikembangkan dalam waktu enam bulan dengan melibatkan programmer dari departemen w, dengan biaya sebesar x”.

3. Pemeriksa ;

Ukuran dan kerumitan sistem yang dikerjakan dan bentuk alami organisasi dimana sistem tersebut diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya pemeriksa. Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar yang dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis.

4. Penganalisa sistem ;

Fungsi-fungsinya antara lain sebagai :

–          Arkeolog ; yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan, bagaimana sistem tersebut dijalankan dan segala hal yang menyangkut sistem lama.

–          Inovator ; yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai bagi kemungkinan-kemungkinan lain.

–          Mediator ;   yaitu yang menjalankan fungsi komunikasi dari semua level, antara lain pemakai, manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem yang lainnya yang mungkin belum punya sikap dan cara pandang yang sama.

–          Pimpinan proyek ; Penganalisa sistem haruslah personil yang lebih berpengalaman dari programmer atau desainer. Selain itu mengingat penganalisa sistem umumnya ditetapkan terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan sebelum yang lain bekerja, adalah hal yang wajar jika penanggung jawab pekerjaan menjadi porsi penganalisa sistem.

5. Pendesain sistem ;

Pendesain sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang tidak berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer.

6. Programmer ;

Mengerjakan dalam bentuk program dari hasil desain yang telah diterima dari pendesain.

7. Personel pengoperasian ;

Bertugas dan bertanggungjawab di pusat komputer misalnya jaringan, keamanan perangkat keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan dan backup. Pelaku ini mungkin tidak diperlukan bila sistem yang berjalan tidak besar dan tidak membutuhkan klasifikasi khusus untuk menjalankan sistem.

Hal mendasar dalam pengembangan sistem

Penganalisa sistem merupakan bagian dari tim yang berfungsi mengembangkan sistem yang memiliki daya guna tinggi dan memenuhi kebutuhan pemakai akhir. Pengembangan ini dipengaruhi sejumlah hal,yaitu :

  • Produktifitas, saat ini dibutuhkan sistem yang lebih banyak, lebih bagus dan lebih cepat. Hal ini membutuhkan lebih banyak programmer dan penganalisa sistem yang berkualitas, kondisi kerja ekstra, kemampuan pemakai untuk mengambangkan sendiri, bahasa pemrograman yang lebih baik, perawatan sistem yang lebih baik (umumnya 50 % sampai 70 % sumber daya digunakan untuk perawatan sistem), disiplin teknis pemakaian perangkat lunak dan perangkat pengembangan sistem yang terotomasi.
  • Realibilitas, waktu yang dihabiskan untuk testing sistem secara umum menghabiskan 50% dari waktu total pengembangan sistem.

Dalam kurun waktu 30 tahun sejumlah sistem yang digunakan di berbagai perusahaan mengalami kesalahan dan ironisnya sangat tidak mudah untuk mengubahnya. Jika terjadi kesalahan, ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu melakukan pelacakan sumber kesalahan dan harus menemukan cara untuk mengoreksi kesalahan tersebut dengan mengganti program, menghilangkan sejumlah statement lama atau menambahkan sejumlah statement baru.

  • Maintabilitas, perawatan mencakup ;

–          modifikasi sistem sesuai perkembangan perangkat keras untuk meningkatkan kecepatan pemrosesan (yang memegang peranan penting dalam pengoperasian sistem),

–          modifikasi sistem sesuai perkembangan kebutuhan pemakai. Antara 50% sampai 80% pekerjaan yang dilakukan pada kebanyakan pengembangan sistem dilakukan untuk revisi, modifikasi, konversi,peningkatan dan pelacakan kesalahan.

Konsep Dasar Informasi:

Informasi: data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi == input – proses – output.

Data merupakan raw material untuk suatu informasi. Perbedaan informasi dan data sangat relatif tergantung pada nilai gunanya  bagi manajemen yang memerlukan. Suatu informasi bagi level manajemen tertentu bisa menjadi data bagi manajemen level di atasnya, atau sebaliknya.

Representasi informasi: pelambangan informasi, misalnya: representasi biner.

Kuantitas informasi: satuan ukuran informasi. Tergantung representasi. Untuk representasi biner satuannya: bit, byte, word dll.

Kualitas informasi: bias terhadap error, karena: kesalahan cara pengukuran dan pengumpulan, kegagalan mengikuti prosedur prmrosesan, kehilangan atau data tidak terproses, kesalahan perekaman atau koreksi data, kesalahan file histori/master, kesalahan prosedur pemrosesan ketidak berfungsian sistem.

Umur informasi: kapan atau sampai kapan sebuah informasi memiliki nilai/arti bagi penggunanya. Ada condition informasion (mengacu pada titik waktu tertentu) dan operating information (menyatakan suatu perubahan pada suatu range waktu).

Kualitas Informasi ; tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :

  • Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan masudnya.
  • Tetap pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
  • Relevan, berarti informasi tersebut menpunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

Nilai Informasi ; ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.

Definisi Sistem Informasi:

Suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya.

Atau ;

Sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan informasi untuk mendukung  operasi, manajemen dalam suatu organisasi.

Sistem ini memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur manual, model manajemen dan basis data.

Dari definisi di atas terdapat beberapa kata kunci :

1. Berbasis komputer dan Sistem Manusia/Mesin

–          Berbasis komputer: perancang harus memahami pengetahuan komputer dan pemrosesan informasi

–          Sistem manusia mesin: ada interaksi antara manusia sebagai pengelola dan mesin sebagai alat untuk memroses informasi. Ada proses manual yang harus dilakukan manusia dan ada proses yang terotomasi oleh mesin. Oleh karena itu diperlukan suatu prosedur/manual sistem.

2. Sistem basis data terintegrasi

–          Adanya penggunaan basis data secara bersama-sama (sharing) dalam sebuah data base manajemen system.

3. Mendukung Operasi

–          Informasi yang diolah dan di hasilkan digunakan untuk mendukung operasi organisasi.

Istilah Sistem Informasi

= Manajemen Information System

= Information Processing System

= Information Decision System

= Information System.

Semuanya mengacu pada sebuah sistem informasi berbasis komputer yang dirancang untuk mendukung operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan suatu organisasi.

Menurut Robert A. Leitch ; sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Komponen Fisik Sistem Informasi:

  1. Perangkat keras komputer: CPU, Storage, perangkat Input/Output, Terminal untuk interaksi, Media komunikasi data
  2. Perangkat lunak komputer: perangkat lunak sistem (sistem operasi dan utilitinya), perangkat lunak umum aplikasi (bahasa pemrograman), perangkat lunak aplikasi (aplikasi akuntansi dll).
  3. Basis data: penyimpanan data pada media penyimpan komputer.
  4. Prosedur: langkah-langkah penggunaan sistem
  5. Personil untuk pengelolaan operasi (SDM), meliputi:

–          Clerical personnel (untuk menangani transaksi dan pemrosesan data dan melakukan inquiry = operator);

–          First level manager: untuk mengelola pemrosesan data didukung dengan perencanaan, penjadwalan, identifikasi situasi out-of-control dan pengambilan keputusan level menengah ke bawah.

–          Staff specialist: digunakan untuk analisis untuk perencanaan dan pelaporan.

–          Management: untuk pembuatan laporan berkala, permintaan khsus, analisis khusus, laporan khsusus, pendukung identifikasi masalah dan peluang.

Aplikasi = program + prosedur pengoperasian.

HUBUNGAN PENGELOLA DENGAN SISTEM INFORMASI

Salah satu komponen dari sistem informasi adalah personel sebagai pengelola informasi. Oleh karena itu hubungan antara sistem informasi dengan pengelolanya sangat erat. Sistem informasi yang dibutuhkan sangat tergantung dari kebutuhan pengelolanya.

Pengelola sistem informasi terorganisasi dalam suatu struktur manajemen. Oleh karena itu bentuk / jenis sistem informasi yang diperlukan sesuai dengan level manajemennya.

Manajemen Level Atas: untuk perencanaan strategis, kebijakan dan pengambilan keputusan.

Manejemen Level Menengah: untuk perencanaan taktis.

Manejemen Level Bawah: untuk perencanan dan pengawasan operasi

Operator: untuk pemrosesan transaksi dan merespon permintaan.

Untuk pengembangan sebuah sistem informasi diperlukan struktur manajemen organisasi personil.

Strutktur dasarnya:

Direktur Sistem Informasi

Manajer Pengembangan Sistem

Analis Sistem

Programmer

Manejer Komputer dan Operasi.

Variasi struktur manajemen sangat tergantung pada Managerial Efficiency vs User Service.

PENERAPAN SISTEM INFORMASI DALAM AKTIVITAS MANUSIA, ANTARA LAIN:

  • Sistem reservasi pesawat terbang: digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan/pembelian tiket
  • Sistem untuk menangani penjualan kredit kendaraan bermotor sehingga dapat digunakan untuk memantau hutang para pelanggan
  • Sistem biometric yang dapat mencegah orang yang tak berwenang mengakses informasi yang bersifat rahasia dengan cara menganalisa sidik jari atau retina mata
  • Sistem POS (point-of-sale) yang diterapkan pada pasar swalayan dengan dukungan pembaca barcode untuk mempercepat pemasukan data
  • Sistem telemetri atau pemantauan jarak jauh yang menggunakan teknologi radio,misal untuk mendapatkan suhu lingkungan pada gunung berapi atau memantau getaran pilar jembatan rel kereta api
  • Sistem berbasiskan kartu cerdas (smart card) yang dapat digunakan oleh juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien
  • Sistem yang dipasang pada tempat-tempat public yang memungkinkan seseorang mendapatkan informasi seperti hotel,tempat pariwisata,pertokoan dll.
  • Sistem layanan akademis berbasis web
  • Sistem pertukaran data elektronis (Electronic Data Interchange / EDI) yang memungkinkan pertukaran dokumen antar perusahaan secara elektronis dan data yg terkandung dalam dokumen dapat diproses secara langsung oleh komputer
  • E-government atau system informasi layanan pemerintahan yang berbasis internet.

Maka perkembangan sistem informasi sangat berhubungan dengan pengembangan sumberdaya manusia dalam suatu organisasi. Hal ini disesuaikan dengan seberapa besar taraf informasi yang di perlukan organisasi tersebut dan bagaimana informasi tersebut dipergunakan. Hal ini dapat digambarkan bagaimana taraf manajemen sumberdaya dalam organisasi tersebut.

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department.

Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.

Departemen Sumber Daya Manusia Memiliki Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab :

1. Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja / Preparation and selection

a. Persiapan
Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan / forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya.
Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya.

b. Rekrutmen tenaga kerja / Recruitment
Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperluka analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan / job description dan juga spesifikasi pekerjaan / job specification.

c. Seleksi tenaga kerja / Selection
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup / cv / curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan proses seleksi lainnya.

2. Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation

Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.

3. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and protection

kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu. Kompensasi atau imbalan yang diberikan bermacam-macam jenisnya yang telah diterangkan pada artikel lain pada situs organisasi.org ini.

Pengembangan sumber daya manusia ( SDM ) dapat berupa pelatihan dan perencanaan karir terhadap karyawan. Konsep pengembangan dapat didekati pada dua sisi, yaitu :

1. Pendekatan bersifat spirit / instrinsik / internal motivasi
Merupakan proses pengembangan SDM yang dimulai dari kesadaran dalam bekerja yang didasarkan atas pengetahuan yang memadai, sikap yang baik dan layak untuk kepentingan manajemen. Sifat dan hasil dari proses ini adalah bersifat jangka panjang.

2. Pemenuhan kebutuhan seseorang baik menyangkut kemampuan kerjanya maupun pemenuhan kebutuhan dirinya
Merupakan proses pengembangan SDM yang umum dilakukan oleh manajemen.

Paling tidak ada tujuh proses dalam pengembangan SDM :

1. Perencanaan sumber daya manusia
2. Kemampuan dan kapasitas yang diperlukan untuk menjalankan perencanaan itu
3. Perencanaan suksesi ( pergantian pimpinan )
4. Penilaian kebutuhan pengembangan
5. Perencanaan pengembangan, dibagi menjadi dua :

a. Pengembangan organisasi, dan
b. Pengembangan individu.

6. Pendekatan pengembangan di tempat kerja ( on the job training ) dan pendekatan di luar tempat kerja ( off the job training )
7. Evaluasi keberhasilan pengembangan

Beberapa ukuran bahwa proses pengembangan berakhir :

a. Diukur dengan performance
b. Diukur dengan produktivitas
c. Diukur dengan komitmen
d. Diukur dengan karakter

Pengembangan sumber daya manusia dilihat dari pendekatannya dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Pendekatan mikro ( seperti yang telah diuraikan diatas )
2. Pendekatan makro

Pendekatan makro
Pendekatan makro lebih cenderung pada pendekatan pertumbuhan ekonomi secara makro, yaitu manusia sebagai salah satu fokus dalam pertumbuhan ekonomi seringkali pengembangannya tidak secepat dan setinggi pertumbuhan ekonomi suatu negara atau wilayah. Sebagai salah satu contoh yaitu pertumbuhan ekonomi oleh negara – negara maju ternyata tidak diikuti oleh pengembangan manusia yang kurang lebih 3/5 penduduk dunia mengalami keterbelakangan dan kemiskinan. Atas dasar fakta inilah, saat ini pengembangan manusia mulai difokuskan dalam segi intelektual, pendapatan, maupun spiritualnya. Namun saat ini lebih dikembangkan segi spiritual daripada segi intelektual. Akibatnya sering terjadi konflik dalam manajemen, pemerintahan, politik, dan seterusnya.

Ada tiga pendekatan indikator dalam pengembangan SDM :

  • Indikator pendidikan
    Pengembangan manusia dalam suatu wilayah akan melihat seberapa jauh tingkat pendidikan penduduk atau masyarakatnya.
  • Usia harapan hidup
    Semakin tinggi usia harapan hidup masyarakat, merupakan indikator pengembangan manusia di daerah itu.
  • Indikator tingkat daya beli masyarakat Indikator ini sangat erat kaitannya dengan indikator ekonomi. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi suatu daerah, maka semakin tinggi pula tingkat daya beli masyarakat.

Pendekatan pada tiga indikator ini diukur dengan sebuah indeks yang dinamakan indeks pembangunan manusia atau sering disebut Human Development Index (HDI).

Pendekatan HDI ini sering mendapat kritik karena tidak memasukkan unsur motivasi atau unsur spiritual di dalamnya. Pendekatan indikator didritik karena :

  • Pendidikan tinggi tidak dapat menjamin adanya pembangunan manusia yang utuh. Oleh karena itu sebenarnya yang diutamakan bukan tingginya pendidikan melainkan tumbuh dan berkembangnya potensi diri manusia.
  • Tingginya usia harapan hidup tidak dapat juga menjamin. Oleh karena itu yang diutamakan adalah pemanfaatan selama manusia berproduktif untuk bekerja.
  • Meningkatnya tingkat daya beli yang disebabkan oleh tingkat pertumbuhan ekonomi dalam kenyataannya telah meningkatkan pula tingkat individualisme. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem ekonomi yang mendorong
  • Kegiatan perekrutan karyawan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tergantung pada cara apa yang ditempuh perusahaan. Berdasarkan interview dengan HR eksekutif pada sebuah bank swasta Indonesia, ada beberapa cara yang dilakukan bank ini, yaitu:

    1. Mengiklankan lowongan pekerjaan pada surat kabar
    2. Campus Hiring/recruiting
    3. Employee Relocation
    4. Reference from employee
    5. Menggunakan jasa head hunter (untuk posisi manager keatas)

Belum lagi ditambah dengan biaya selanjutnya yang umum dilakukan misalnya : biaya psikotest, interview dengan HR, interview dengan user, test kesehatan, dsb.

Menurut team rekruitmen bank tersebut maka tiap-tiap cara memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing, antara lain :

• Applicant yang datang melalui iklan di koran, sangat beragam, surat lamaran yang masuk bertumpuk-tumpuk dan proses penyeleksiannya lebih sulit dan merepotkan. Prioritas penyeleksian adalah pengalaman kerja.

• Campus Hiring yang diminati oleh para fresh graduates hanya cocok untuk posisi staff seperti marketing (account officer) karena tidak adanya pengalaman kerja. Prioritas penyeleksian adalah pada prestasi akademis, dengan IPK 2,75 ke atas. Sekalipun demikian, perusahaan harus membuang banyak biaya sampai mereka siap pakai dan produktif (biaya training, gaji sementara ditraining, waktu yang terbuang). Keuntungannya adalah mereka mau menerima gaji lebih rendah karena tidak berpengalaman.

• Relokasi karyawan/promosi tidak ada biaya yang dikeluarkan, perusahaan mendapatkan orang yang sudah dikenal reputasinya, dan pasti memuaskan karena dianggap mampu untuk posisi yang baru. Namun demikian akan terjadi kekosongan posisi lama yang tetap harus diisi.

• Referensi dari karyawan juga memuaskan, karena jaminannya adalah nama baik karyawan itu sendiri . Apabila perusahaan puas dengan orang yang direferensikan maka perusahaan akan memberikan uang jasa kepada karyawan tersebut sebagai penghargaan.

• Pencarian kandidat melalui head hunter memberikan kepuasan yang paling besar karena sekalipun biaya yang dikeluarkan besar, namun orang yang didapat benar-benar memenuhi apa yang diinginkan.

Keuntungan melamar kerja melalui internet
Setiap kali mengadakan rekruitmen, maka divisi HR membuat budget terlebih dahulu. Selama ini usaha yang pernah dilakukan untuk mengurangi anggaran perekrutan adalah dengan melakukan sentralisasi rekruitmen, dimana team rekruitmen bukan berasal dari cabang/wilayah melainkan dari pusat. Sekalipun biaya bertambah dengan biaya dinas ke wilayah, namun hasilnya lebih memuaskan karena mendapatkan kandidat yang berkualitas dan produktif bagi perusahaan, dibandingkan dengan kandidat yang tidak kompeten yang diperoleh cabang.

Melihat biaya yang dikeluarkan untuk rekruitmen, maka perusahaan jasa SDM di internet bisa menjadi alternatif pengurangan cost. Prosedurnya mudah. Apabila perusahaan telah memiliki akses ke internet dengan memiliki account pada salah satu provider ataupun melalui telkomnet, perusahaan hanya perlu mendaftarkan diri ke salah satu penyedia jasa SDM, lalu memilih service yang diinginkan dan sepakat dengan biaya yang ditawarkan.

Telah kita lihat betapa mahalnya biaya yang diperlukan untuk pemasangan iklan di surat kabar ibukota. Satu kali pemasangan iklan berukuran 1/8 halaman saja hampir Rp. 6,5 jt biayanya, apalagi bila memasang iklan yang lebih besar, ditambah lagi dengan segala kelemahannya. Perusahaan yang memiliki brand image yang baik tidak akan memasang iklan berukuran kecil, itu sama saja dengan menjatuhkan brand image yang dibangun susah payah.

Sebaliknya juga perusahaan yang sedang membangun brand image perusahaannya juga akan berlaku demikian. Sedangkan rata-rata perusahaan SDM internet menyediakan sarana web page bagi perusahaan dan bahkan membantu perancangan dan desainnya, yang jelas lebih mampu berbicara dan menyampaikan kepentingan perusahaan lebih banyak daripada kolom-kolom iklan suratkabar.

Perusahaan yang bergerak dalam hal ini di antaranya adalah PT. Jobs DB Indonesia (jobsdb.com), career.com, karir.com, wizoffice.com, dice.com, dsb. Dalam hal ini, penulis memakai jobsdb sebagai contoh, karena walaupun merupakan perusahaan multinational Asia Pasific yang berkantor pusat di Hongkong, namun memiliki kantor perwakilan di Indonesia. Biaya yang ditawarkan PT. Jobs DB relatif jauh lebih murah.

Sebagai contoh, service tipe Platinum dengan masa berlaku 6 bulan, dapat memasang iklan di web site 96X, dan dapat mengakses maksimal 120 resume kandidat dari database pencari kerja yang terdaftar. Setelah didiskon 50 %, maka biaya yang harus dibayar perusahaan sebesar Rp. 4.963.200, atau sebesar Rp. 1.562 per hari. Seandainya tidak didiskon sekalipun, biaya yang harus dibayar masih lebih murah daripada iklan surat kabar.

Melamar kerja semakin mudah karena kita tidak harus mengirimkan surat lamaran lewat pos. Dengan adanya internet, pelamar kerja bisa saja mengirimkan lamarannya lewat e-mail.
Kelebihan internet bagi pencari kerja ini adalah
Efisiensi waktu dan biaya, seperti lamaran yang dikirim bisa dengan mudah, cepat, dan langsung dikirim oleh perusahaan bahkan dalam hitungan detik.
Menerima pemberitahuan otomatis untuk lowongan – lowongan yang cocok dengan resumenya.
Informasi lowongan kerja yang sesuai dengan Curicullum Vitae (CV) pelamar juga dapat diterima secara gratis dan cepat.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bila kita mendaftarkan diri di situs pencari kerja. Di antaranya:
Secara rutin memperbarui data pribadi dan CV. Kerena data yang tidak pernah diperbarui akan memengaruhi penilaian pada CV.
Memaksimalkan fitur yang ada. Lengkapi seluruh form pengisian resume, aktifkan fitur pemberitahuan lowongan otomatis dan penerimaan newsletter karena perusahaan akan mengirimkan informasi tentang lowongan kerja yang cocok dengan kita, fitur baru, tip, maupun trik serta informasi penting lainnya ke alamat e-mail kita.
Melamar pekerjaan yang sungguh-sungguh sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkan oleh perusahaan. Bila kita melamar pada sembarang posisi, padahal tidak sesuai dengan kriteria perusahaan, hal ini justru bisa merusak citra kita sendiri. Lebih baik lamaran tetap fokus pada kompetensi dan persyaratan perusahaan.
Karena ada situs yang melonggarkan restriksinya sehingga resume kita bisa dilihat publik, ada baiknya kita memerhatikan restriksi yang digunakan pada situs kerja. Bila tidak ingin resume kita dilihat oleh publik, gunakan fasilitas blokir resume.

Mengungkapkan Kelebihan dan Kekurangan Dalam Wawancara

Dalam wawancarakerja, umumnya anda akan dihadapkan pada pertanyaan “Apa kekurangan dan kelebihan anda..?”. Meski kedengarannya sepele tapi ternyata banyak yang masih bingung dalam menjawab pertanyaan semacam ini. Padahal pertanyaan ini mau nggak mau harus dijawab. Karena bisa jadi jawaban dari pertanyaan ini mempengaruhi keputusan penerimaan.Sebenarnya wajar sih kalau anda bingung. Masalahnya mengungkap kelebihan diri sendiri bukanlah hal yang gampang, apalagi mengungkapkan kekurangan diri. Rasanya anda harus mengerutkan kening untuk menjawabnya. Tapi sekarang nggak perlu grogi lagi kalau dihadapkan pada pertanyaan seperti ini. Kuncinya, anda harus mengungkapkan kelebihan diri tanpa kesan sombong dan berlebihan, sedangkan untuk mengungkapkan kekurangan tanpa menjatuhkan kualitas diri anda sendiri.Sebaiknya dalam mengungkapkan kelebihan, anda harus mempertimbangkan kemampuan dasar yang sudah anda miliki kemudian menggabungkannya dengan kemampuan khusus yang dituntut oleh perusahaan yang memanggil anda. Perlu anda catat, kemampuan dasar biasanya berkaitan dengan ‘soft skill’ seperti kemampuan menganalisis, kerjasama, komunikasi, memimpin organisasi, dan lain-lain.Jangan ragu untuk mengungkapkan semua kemampuan tersebut. Karena perusahaan akan menghargai kemampuan dasar anda, alasannya hal ini merupakan modal dasar untuk mengembangkan diri. Sedangkan kemampuan khusus seringkali berkaitan dengan hal-hal yang bersifat teknis yang diperlukan perusahaan, misalnya kemampuan akunting, kemampuan mengelola data, kemampuan bahasa, pemasaran, dll. Dan kemampuan khusus ini biasanya semakin meningkat dengan beberapa pengalaman kerja anda di perusahaan terdahulu. So, biar perusahaan berpikir seribu kali untuk menolak anda, jualah kemampuan dasar dan kemampuan khusus yang sudah anda miliki.Lalu bagaimana cara mengungkapkan kekurangan anda…? Untuk kekurangan, sampaikanlah hal-hal khusus yang berkaitan dengan belum banyaknya pengalaman yang anda dapatkan dalam bidang tertentu. Sampaikan tanpa nada merendahkan diri dan katakan bahwa anda adalah orang yang selalu ingin belajar. Katakan juga bahwa anda merupakan orang yang cepat memahami dalam mempelajari sesuatu. Dan juga katakan bahwa anda bukanlah orang yang pasrah dengan kekurangan.Pendek kata, anda tidak keberatan mengikuti proses pembelajaran untuk mencapai kemajuan yang diharapkan. Dengan demikian anda telah mengungkapkan kekurangan tanpa menjatuhkan diri sendiri, sekaligus menegaskan bahwa anda memiliki semangat yang tinggi untuk maju. Sehingga perusahaan akan menilai bahwa anda adalah orang yang punya motivasi untuk terus berkembang.So, walau anda telah mengungkapkan kekurangan, perusahaan tetap menilai positif diri anda. Dan selanjutnya, tunggu aja keputusan perusahaan! Percaya deh kalau kekurangan anda tidak lebih banyak dibanding kelebihan anda yang menguntungkan perusahaan, perusahaan akan tertarik mengajak andabergabung. Tapi jika anda sudah benar-benar bergabung dengan perusahaan terse but tentu saja apa yang sudah anda ‘jual’ dalam wawancara harus bisa anda buktikan.

KELEBIHAN & KEKURANGAN PEREKRUTAN KARYAWAN MELALUI INTERNET

1. Pengertian Rekrutmen
Perekrutan adalah proses mengumpulkan sejumlah pelamar yang berkualitas untuk pekerjaan diperusahaan melalui serangkaian aktivisitas. Perekrutan harus dipandang secara strategis, dan harus diadakan diskusi tentang pasar tenaga kerja yang relevan dimana perekrutan di lakukan.
2. Tahap-Tahap Perekrutan
Pada dasarnya dalam proses perekrutan karyawan terdapat beberapa tahap perekrutan karyawan yang terdiri antara lain mengenai tahap – tahap yaitu :
a. Interview kuatifikasi Pelamar
b. Melaksanakan Interview Pendahuluan
c. Melaksanakan Tes
d. Melaksanakan Interview untuk seleksi
e. Melihat Referensi
f. Melakukan Penawaran Kerja
g. Melaksanakan Tes Fisik

3. Sumber Rekrutmen
ada beberapa sumber –sumber pelamar antara lain :
a. Dari dalam organisasi atau dari perusahaan sendiri.
b. Dari Pelamar yang tidak mengajukan lamaran
c. Teman – teman pegawai
d. Melalui adpertensi
Rekrut ini dilakukan dengan melalui media cetak maupun elektronik, dengan mencantumkan spesifikasi pekerjaan.

http://lowongankerja-bamsyul.blogspot.com/2009/06/mengungkapkan-kelebihan-dan-kekurangan.html
http://www.kawanpustaka.com/kabar-kawan/50-sukses-melamar-kerja-lewat-internet.html

GABUNGAN TUGAS KONSUMEN

December 5, 2010

PSIKOLOGI KONSUMEN

A. Pengertian Perilaku Konsumen

Perilaku Konsumen

Merupakan tingkah laku yang tampak oleh konsumen, dimana mereka berusaha untuk mengilustrasiakan kegiatan mengkonsumsi, mengevaluasi dan memperbaharui suatu barang dan jasa, serta semua proses pengambilan keputusanyang mendahalui dan menentukan tindakan tersebut.

Menurut Women (1995) prilaku konsumen ialah study tentang penbelian barang dan menjelaskan proses yang mengikutinya, pemilihan yang baik, pelayanan, pengalaman dan ide. Sedangkan  David L loundon, prilaku konsumen didefinikan sebagai proses pengambilan keputusan dan aktifitas fisik individu dalam mengevaluasi, mendapatkan, menggunakan barang tau jasa (1984 : 6).

Gerald Zaltman menjelaskan bahwa perilaku konsumen merupakan tindakan berdasarkan , proses dan hubungan sosial yang di lakukan oleh individu, kelompok atau organisasi untuk memperoleh, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai sutu akibat dari pengalaman dengan produk, pelayanan dan umber-sumber lainya. (1979:6)

The Amerika Marketing Association, dimana prilaku konsumen merupakan bentuk interaksi yang bersifat dinamis dari pengaruh dan kesadaran, prilaku dan lingkungan individu tersebut melakukan aspek kehidupannya, dimana prilaku konsumen mengikuti pikiran dan perasaan yang dialaminya dan prilaku yang dilakukan saat proses konsumsi terjadi (Peter & Olson, 2005).

Titik permasalahan priaku konsumen terletak pada aktifitas yang berhubungan dengan pola konsunsi individu, dimana prilakun tersebut berhubungan dengan lasana dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan dan pembuangan barang dan jasa bertujuan untuk memuasakan kebutuhan dan keiinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).

Dari definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa prilaku konsumen merupakan tindakan yang dilakukan individu, kelompok maupun organisasi terkait dengan aktifitas pengambilan keputusan dalam penggunaan barang tau jasa yang dipengaruhi lingkungan.

Wujud prilaku konsumenn dapat kita klasifikasikan menjadi dua bentuk :

1      Personal Consumer adalah konsumen yang membeli atau menggunkana barang serta jasa demi pemakaiannya sendiri.

2      Organization Consumer adalah konsumen yang membeli atau mempergunakan barang serta jasa demi memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tertentu.

B. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Prilaku Konsumen

Faktor yang mempengaruhi prilaku konsumen dibagi menjadi dua kelompok : faktor yang berasal dari dirinya sendiri dan lingkungan dimana konsumen berada.

a. Faktor individu yang menentukan pola konsumen

1 Demografis, psikografis, dan kepribadian

Demografi berhubungan struktur dan penyebaran populasi individu. Demografi membantu meramalkan trend produksi yang akan terjadi diamasa yang akan datang, kemungkinan terjadinya perubahan dalam pola permintaan konsumen dan pola konsumsi individu. Sedangkan faktor psikografis penelitian gaya hidup untuk mengetahui ganbaran psikologi konsumen, pengukurannya dapat berupa kualitatif dan kuantitatif. Dimana akan menjelaskan siapa yang akan membeli produk, sedangkan kepribadian tampilan psikologis konsumen yang bersifat unik salaing mempengaruhi secara konsisten dalam merespon lingkungannya.

2 Motifasi konsumen

Motivasi konsumen menjelaskan bagaimana dorongan untuk memuaskan kebutuhan baik yang bersifat fisiologis maupun psikologis, dapat dilihat dari bagaimana konsumen melakukan pembelian dan penggunaan produk atau jasa.

3 Pengetahuan konsumen

Pengetahuan konsumen diartikan sebagai jumlah informasi yang didapatkan individu tentang pembelian suatu produk dan manfaat produk tersebut. Dimana individu mengetahui manfaat dari barang yang akan dibelinya.

4 Intensi, sikap, kepercayaan, dan perasaan konsumen

Intensi merupakan pendapat bagaimana individu bersikap dimasa yang akan datang. Intensi konsumenndibagi menjadi beberapa jenis. Intensitas pembelian merupakan hal yang akan dibelanjakan dikemudian hari. intensitas pembelian kembali adalah apakah seorang individu untuk membeli suatu produk yang telah dibelinya di waktu sebelumnya. Intensitas pembelajaan adalah perencanan konsumen dalam pembelajaan produk. Intensi pengeluaran adalah seberapa besar uang yang dipergunakan untuk pembelajaan produk. Intensi pencarian adalah menjelaskan keinginan individu melakukan pencarian suatu produk.

Sikap mewakili apa yang disukai dan tidak disukai terhadap suatu produk. Sikap diukur sebagai pilihan konsumen, sehingga penilaian suautu barang slalu berhubungan dengan barang lain. Kepercayaan diartikan sebagai penilaian hubungan dua atau lebih benda yang dibentuk dari hasil pengetahuan. Perasaan merupakan keadaan yang berpengaruh positif dan negatif akan berbeda –beda dalam individu tergantung pada sikap individu.

b. Faktor lingkungan yang menentukan pola konsumen

1 Faktor Kebudayaan

Kebudayaan merupakan faktor utama dari keinginan dan prilaku individu, dimana makhluk lain bertindak berdasarkan naluri, sedang manusia berdasarkan hal yang dipelajarinya selalu hidupnya. Prilaku yang dipelajarinya dapat berasal dari lingkungan pribadi (keluarga) maupun lingkungan pergaulanya (masyarakat). Terjadi kasus, dimana individu berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan yang baru baginya, maka secara tidak langsung individu tersebut pun harus menyesuaikan prilaku, kebiasaan, dan adat istiadat disesuaikan dengan masyarakat setempat.

2 Faktor Sosial

Faktor sosial dapat disebut juga dengan kelompok referensi, hal ini disebabkan kelompok dimana mempunyai pengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap sikap individu tersebut. Kelompok tersebut dapat dibagi menjadi dua : kelompok primer dan kelompok sekunder. Kelompok primer adalah kelompok yang memiliki tingkat interaksi tinggi terhadap individu tersebut, seperti keluarga, teman, tetangga, dan mitra sejawat. Kelompok sekunder adalah kelompok yang bersifat resmi tetapi memiliki tingkat interaksi yang kurang intensif.

Kelas sosial memiliki sifat permanen dan homogenus, dimana individu saling bertukar beragam informasi baik nilai, gaya hidup, kekayaan, status, pendidikan, ekonomi, dan prilaku yang sama dalam suatu kelompok dimana individu berada. Dimana setiap produk yang dibeli berdasarkan kelas sosial individu berada.

3 Faktor Pribadi

Faktor ini terbagi dalam beberapa konsep : umur, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, dan kepribadian dan konsep diri. Umur, pola konsumsi individu datap terbetuk dari sejauh maka mereka mencapai tahapan siklus kehidupan. Semakin dewasa individu tersebut maka akan terjadi perubahan dalam pola konsumsinya sejalan dengan proses kehidupanya.

Pekerjaan, kelompok pekerja memilii minat terhadap produk dan jasa yang berbeda – beda yang dihasilkan oleh pasaran. Keadaan ekonomi, yang dimaksud seberapa tingkat  pendapatan, tabungan, harta yang dapat dicapai oleh individu untuk memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa yang diperlukannya.

Gaya hidup, pola konsumsi dapat kita lihat dari kelompok sosial dimana individu berada. Kepribadian dan konsep diri, yang dimaksudkan dimana cara menilai responya terhadap pola lingkungan yang cenderung konsisten, hal ini dapat berbeda – beda dalam indidu berdasarkan karakteristik psikologis yang dimilikinya.

4 Faktor Psikologis

Pola prilaku konsumen dipandang dari faktor psikologis terbentuk dari beberapa hal : motivasi, persepsi, proses belajar, dan kepercayaan. Motivasi dapat dibagi menjadi dua bentuk kebutuhan biogenik dan kebutuhan psikogenik. Kebutuhan biogenik bersifat fisiologis seperti rasa lapar, rasa haus dan rasa tidak nyaman. Sedangkan kebutuhan psikogenik dapat timbul dari keadaan psikologi yang dialami oleh individu tertentu seperti, perasaan untuk diterima dan diakui dalam lingkungan kehidupannya.

Persepsi, proses dimana individu memilih, mengorganisasikan, memaknai informasi yang diperoleh dari lingkungan kemudian dipergunakan untuk membentuk gambaran darin informasi tersebut. Setiap individu akan mendapat gambaran persepsi yang berbeda – beda walaupun objek perhatiannya sama, hal ini ditentukan berdasarkan proses persepsi yang dijalaninya : perhatian yang selektif, gangguan yng selektif dan proses mengingat kembali. Proses belajar, menjelaskan perubahan prilaku individu dari pengalaman yang dialaminya. Kepercayaan, gagasan yang dimiliki terhadap sesuatu.

C. Sifat dari perilaku konsumen yaitu:

1 Prilaku konsumen bersifat dinamis

Prilaku konsumen memiliki sifat dinamis dikarenakan proses berfikir, merasakan dan aksi setiap individu konsumen, kelompok dan organisasi yang senantiasa berubah. Dikarenakan hal tersebut strategi pemasaraan barang atau jasa dapat dikatakan berhasil namun tidak tentu berhasil pada waktu dan tempat yang berbeda, oleh karena itu sangat diperlukan inovasi yang senantiasa dilakukan terhadap barang dan jasa yang dihasilkan demi mencapai keberhasilan

2 Prilaku konsumen melibatkan interaksi

Proses interaksi yang terjadi dalam prilaku konsumen individu adalah pikiran, perasaan, serta aktifitasnya dalam lingkungan. Produsen semakin memahami interaksi konsumen untuk memuaskan kebutuhan dan keinginannya, serta memberikan nilai bagi konsumen.

3 Prilaku konsumen melibatkan pertukaran

Prilaku konsumen melibatkan pertukan antara manusia. Dengan kata lain individu memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuautu sebagai gantinya

D. Tipe prilaku pembelian

Wilkie (1990), menyatakan bahwa prilaku konsumen dalam hal pembelian dikelompokkkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat perbedaan merek, sebagai berikut :

1 Alokasi keuangan (budget allocation)

Pilihan konsumsi terhadap suatu barang tau jasa sangat dipengaruhi oleh bagaimana cara individu membelajakan atau menyisikan dana yang tersedia, penentuan waktu yang tepat dalam hal membelanjakan dana tersebut serta pengambilan keputusan untuk melakukan peminjaman demi pembelian.

2 Pembelian atau tidak suatu produk (Product Purchase or Not)

Prilaku pembelian merupakan gambaran pilhan dari konsumen sendiri terhadap kategori barang atau jasa itu sendiri.

3 Pemilihan lokasi produk (store patronage)

Prilaku pembelian berdasarkan tempat pelaksanaan pembelian barang atau jasa yang dilakukan oleh konsumen.

4 Keputusan atas merek dan gaya (brand and style decision)

Pilihan konsumen dalam pemutusan produk apa yang sebenarnya ingin dibelinya secara terperinci.

Pengertian dan contoh dari konsumsi, konsumen, konsumtif, dan konsumalisme

Konsumsi adalah pemakaian barang hasil produksi (pakaian, sandang, dsb)untuk memenuhi kebutuhan hidup. Contoh kunci kesehatan keluarhga kami dengan mengkonsumsi ikan laut sebagai lauk.

Konsumen adalah individu pengguna barang hasil produksi. Konsumen game online kebanykan dari kalangan anak usia sekolah.

Konsumtif sebgai sifat pemakai murni dalam jangka waktu yang lama. Contoh : saya minum kopi sejak Sekolah Dasar, saya pun minum kopi hampir disetiap waktu bila tidak minum kopi kepala akan terasa pusing.

Konsumalisme pandangan yang bersifat konsumtif. Contoh “ Buat apa kita susah – susah belanja dan masak, kan tinggal telpon aja”

Daftar pustaka

http://organisasi.org/perilaku-konsumen-ringkasan-rangkuman-resume-mata-kuliah-ekonomi-manajemen

Tim penyusun. 2002. Kamus besar bahasa indonesia, ed. 3.- cet 2. Jakarta : Balai Pustaka

WD VELOCIRAPTOR 600GB (TUGAS KE 2)

Ringan, Praktis, Ringkas, dan mudah dibawah kemana-mana.. Itulah mengapa belakangan ini harddisk eksternal portabel banyak dipilih sebagai media alternatif. Tidak perlu repot-repot, tinggal hubungkan harddisk eksternal ke port USB/FireWire ke PC manapun, tak perlu pasang power supply, Anda sudah mendapatkan media penyimpan ekstra yang mobile.

Harddisk  portabel disertai dengan seutas kabel data USB/Firewire. Beberapa produsen membawakan serta kabel USB dengan dua interface  USB yang disusun seri untuk mendapatkan pasokan daya yang cukup untuk memutar piringan metal harddisk. Untuk tipe ini, Anda disarankan selalu menancapkan kedua interface USB tersebut saat menggunakan harddisk.

Dengan kemudahan yang diberikannya, maka semakin banyak pula orang  yang menggunakan hardisk eksternal tersebut, baik untuk tujuan perusahaan maupun tujuan pribadi. Hardisk eksternal tersebut dapat menyimpan berbagai format  data yang besar tergantung dari besaran jenis data yang dapat dimuat

WD VELOCIRAPTOR 600GB

Wester digital semakin menancapakan taringnya di persaingan produk hardisk. Ukuran dan kecepaan fantastis teurs dikembangkan oleh pabrikan ini. Untuk Wd memberi sampel untuk lab. PC Media untuk diuji. Kali ini pc  memperkenalkan, WD VELOCIRAPTOR 600GB. Dua kali lipat dari generasi pertamanya. Yang p[aling menarik dari produk i ni adalah kecepatan putaran sampai menyentuh 10000 rpm. Seperti kita ketahui bahwa hardisk server bertipe SCSI yang memiliki kecepatan seperti ini. Namun hardisk SCSI terbatas dengan kapasitas yang sangat kecil. Yang makin mebuat produk ini  unik adalah menggunakan hardisk berukuran 2,5” yang dibungkus mennggunakan mounting besi solid berwarna hitam yang dilengkapi dengan heatsink didalamnya. Ini membuat tidak menghasilkan panas yang berlebih meskin berkerja secara maksimal. Konektor sata milik hardisk 2,5” tersebut di-convert ke bentuk SATA hardisk berukuran 3,5” oleh sebuah board conventer khusus

Dalam pengujian memang tidak perlu diragukan produk ini. Seluruh pengujian benchmark mendapatkan sempurna, karena memang ini pertaman kali kami menggunakan hardisk berkonektor 10000 rpm Produk ini dilepas kepasaran dengan harga yang cukup mahal kisaran US$ 350, namun sesuai dengan yang akan anada dapatkan

Apa yang Perlu Diperhatikan?
Anda bisa menemukan merk yang bervariasi di pasaran. Ada A-Data, Buffalo, Iomega, Imation, LaCie, Maxtor, Qnap, Samsung, Seagate, Toshiba, Transcend, Western Digital dan merk-merk lain. Masing-masing vendor/produsen memberikan iming-iming fasilitas yang berbeda-beda. Namun satu hal yang relatif sama, tampilan fisik harddisk portabel kini semakin cantik, mungil, dengan kapasitas yang semakin besar. Harddisk eksternal dikemas dalam beberapa form factor (ukuran) 1,8”, 2,5”, dan 3,5”. Anda bisa memilih sesuai selera..

Sebelum memutuskan untuk membeli hardisk portabel, ada baiknya Anda simak beberapa hal yang perlu Anda cermati sebagai acuan untuk memilih harddisk yang tepat, buat Anda tentunya:

1. Kapasitas (kapasitas simpan file maksimal)
Kapasitas simpan harddisk portabel sangat bervariasi mulai dari 40GB sampai 500GB. Namun kini juga sudah muncul harddisk portabel yang daya tampungnya mencapai 1,5TB (terabyte).  Bila Anda banyak bekerja dengan file video dan grafis, dengan kapasitas yang besar serta sering melakuakan mobilitas yang tidak tentu, maka harddisk portabel dengan kapasitas besar adalah jawaban dari masalah anda. Namun bagi Anda yang ingin mendapatkan media backup yang ekonomis, Anda perlu melihat perbandingan harga dan kapasitas harddisk. Caranya adalah dengan mencari harga media penyimpan per 1MB dengan rumus sederhana:

Harga per MB= Harga : Kapasitas Harddisk (dalam MB)

Ukuran___________ Harga Per MB
160 GB___________ 4.3125
250 GB___________ 3.2032
320 GB___________ 2,9575
400 GB___________ 2.834
500 GB___________ 2.7

Semakin besar kapasitas yang dimilii sebuah hardisk eksternal maka harga yang diberikan makin ekonomis

2. Kecepatan putar drive

Kecepatan putar piringan metal harddisk juga mempengaruhi kecepatan laju data. Semakin cepat daya putarnya, semakin cepat data bisa ditulis dan dibaca. Kecepatan putar ini dinyatakan dalam satuan RPM (rotation per minute). Umumnya harddisk portabel berputar pada kecepatan 5400 RPM. Anda akan beruntung jika menemukan harddisk dengan kecepatan putar 7200 RPM ke atas seperti WD VELOCIRAPTOR 600GB

3. Besar buffer atau cache
Besarnya buffer mewakili jumlah memori yang di-cache. Cache menyimpan dan menangani antrian permintaan (request) transfer baca/tulis data dari sistem.  WD VELOCIRAPTOR 600GB memiliki kemampuan buffer mencapai 32mb.

Kemampuan rata – rata hardiskeksternal bBesarnya buffer berkisar dari 2MB – 16MB. Semakin besar cache semakin besar ‘ruang antrian’ pembacaan dan penulisan di harddisk serta semakin cepat pula data diproses. Namun ukuran buffer sebuah harddisk portabel berbanding terbalik dengan harga. Semakin besar cache memori akan semakin mahal pula harga harddisk portabel tersebut.

4. Fitur Recovery
Jika tersedia, pilihlah harddisk portabel yang dilengkapi dengan fitur backup and recovery. Fitur ini berguna di saat file-file Anda mengalami kerusakan atau korupsi data ataupun akibat serangan virus. Melalui fitur recovery, Anda akan bisa memulihkan data yang hilang/rusak.

5. Kemampuan PnP (plug and play)
PnP artinya, kurang lebih bisa diartikan, tancap langsung pasang gas. Begitu Anda menancapkan kabel USB, harddisk portabel langsung bisa dipakai tanpa perlu instalasi driver atau software apa pun. Kemampuan PnP sanga membantu jika Anda menggunakan satu atau lebih harddisk portabel di beberapa PC sekaligus.

6. Garansi
Kata orang, garansi mencerminkan kualitas produk. Pernyataan ini mungkin tidak seratus persen benar, namun kemauan Produsen menjamin produknya bisa berjalan mulus tanpa gangguan selama masa waktu tertentu akan menjamin konsumen tidak lagi merasa was-was untuk membeli. Rata-rata harddisk eksternal memilki garansi 1 tahun, namun juga ada yang lebih singkat. Meski bukan faktor utama, saya sarankan Anda mempertimbangkan dukungan garansi dari vendor just in case Anda kurang beruntung saat membeli harddisk eksternal Anda.

7. Dustproof, Waterproof & Shockproof
Harddisk dirancang untuk menerima getaran hingga kurang lebih 3G (3x kecepatan gravitasi) dalam kondisi diam. Namun beberapa vendor menjamin harddisknya bisa tahan hingga 5G. cukup menarik, terutama bila Anda harddisk Anda beresiko sering jatuh atau terbentur..

Sejumlah vendor lain bahkan mengemas harddisk eksternalnya dengan karet ‘pelindung segala’. Dengan kemasan unik ini harddisk eksternal diakui bisa tahan terhadap debu, goncangan dan air (tentu dengan keterbatasan).

sumber Pc Media / 08/ 2010

Iklan dan seputarnya (TUGAS KE 3)

Dalam kemajaun teknologi yang semakin pesat maka semakin kompleks juga informasi yang akan disampaikan. Maka dibutuhkan juga media yang tepat untuk menyampaikan pesan dari suatu objek yang akan disampaikan ke publik. Publik yang mendengarkan informasi yang diberikan pun beragam budaya dan bahasanya. Dilihat dari bergama kompleksitas diatas maka sangat dimungkinkan suatu strategi untuk memperkenalkan barang atau jasa kepada halayak.

Media yang dimaksudkan iklan. Iklan Iklan ialah promosi barang, jasa, perusahaan dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor. Iklan dianggap sebagai strategi pemassaran dari suatuu produk barang aataupun jasa. Komponen yang berhubungan pemasaran baranmg atau jasa ialah : publisitas, relasi publik, penjualan, dan promosi penjualan.

Iklan telah lama dipergunakan oleh masyarakat Yunani kuno. Bentuk iklan berisiskan tulisan mengenai prilaku para budak yang melarikan diri dari tuannya atau mengenai penyelengara pertandingan Gladiator. Perkembang iklan pun berkembang di Inggris, metode priklanan yang ditulis dengan tangan dan kertas yang lebih baik. Iklan pertama yang dicetak di Inggris ditemukan pada Imperial Intelligencer Maret 1648. Sampai tahun 1850-an, di Eropa iklan belum sepenuhnya dimuat di suratkabar. Kebanyakan masih berupa pamflet, leaflet, dan brosur. Iklan majalah pertama muncul dalam majalah Harper tahun 1864

Sedangkan iklan pertama kali diperkenalkan di indonesia oleh seorang Belanda yang bernama Jan Pieterzoon Coen, seorang Gubernur Belanda pada 1619 hingga 1629. Beliau juga adalah penerbit Bataviasche Nouvelle, suratkabar pertama di Indonesia yang terbit tahun 1744, satu abad setelah J.P. Coen meninggal.

Setelah Hindia Belanda dikuasai oleh inggris pada tahun 1812, maka semua percetakan surat kabar pun dikuasai oleh negara dipergunakan untuk mengkobarkan propaganda politik inggris. Namun perusahaan percetakan buku yang berlokasi di Belanda masih dikelola oleh swasta.

Sedangkan perusahaan percetakan buku yang juga dikelola oleh swasta dimulai tahun 1839, dipelopori oleh Cijveer & Company. Pada tahun 1842 perusahaan ini berubah nama menjadi Cijveer & Knollaert, karena sebagian besar sahamnya dibeli oleh perusahaan Knollaert. Perusahaan ini pun masih beralih tangan kepada Ukeno & Company, sebelum akhirnya dijual lagi kepada Bruyning Wijt. Perusahaan percetakan buku ini berpindah-pindah tangan, disebabkan kegagalan terus menerus dalam pemasarannya. Utamanya, karena mereka tidak dapat memanfaatkan periklanan akibat adanya larangan keras dari pemerintah kolonial. Baru pada masa Bruyning Wijt, perusahaan percetakan buku ini mengalami kemajuan, karena produk buku-buku mereka mulai dipublikasikan pula melalui iklan-iklan di surat kabar.

PERCETAKAN SURAT KABAR OLEH SWASTA

Tahun 1829 pemerintah Hindia Belanda mendirikan suratkabar Nederland-Indisch Handelsblad. Hampir seluruh iklan di suratkabar ini juga ditulis tangan. Merupakan perusahaan swasta komersial yang dipimpin oleh Dus Bus de Gisignes, mantan Gubernur Jenderal (1813-1815). Dua suratkabar pemerintah terdahulu, Batavia Nouvelles dan Bataviaasch Advertentieblad, tidak bertahan lama, karena tahun 1833 pemerintah kolonial Hindia Belanda mengambil kebijaksanaan yang mendukung penerbitan dan pencetakan suratkabar oleh swasta.

Sejarah mencatat pula beberapa suratkabar di luar Batavia (Jakarta). Misalnya, suratkabar mingguan Soerabaja Courant di Surabaya yang mulai terbit tahun 1833 dan baru menjadi harian empat tahun kemudian. Lalu tahun 1845 Oliphant en Compagnie, Semarang, mulai menerbitkan suratkabar mingguan Semarangsch Nieuws en Advertentiebald . Setelah kemenangan kaum liberal-demokrat di Belanda, berganti nama menjadi De Locomotief dan mulai terbit sebagai harian. Nama “lokomotif” yang digunakan suratkabar ini sekaligus dimaksudkan untuk memperingati pertamakali masuknya jalan kereta-api di Hindia Belanda membawa juga kemenangan bagi kaum pemodal. Maka semua suratkabar swasta di masa itu mulai bebas memuat iklan.

Stategi periklanan

Dalam memasarkan iklan maka dibutuhkan suatu strategi pemasaran yang dapat mewakili kelebihan dari suatu barang yang akan dipasarkan. Tujuan dari strategi adalah usaha untuk menciptakan iklan yang efektif, oleh karena itu selain rumusan pertanyaan 5W + 1H maka pengetahuan yang cukup tentang produk, persaingan pasar atau kompetitor dan analisis mendalam tentang konsumen merupakan kunci pokok yang harus diketahui oleh pemasar sebelum merumuskan sebuah strategi (Batey, 2003)

Strategi akan menentukan keberhasilan iklan memasarkan barang atau jasa kepada publik. Strategi merupakan dasar pembentukkan merek. Strategi mewakili jiwa sebuah merek dan menjadi elemen penting untuk keberhasilan (Roman, Maas & Nisenholtz, 2005).

Strategi iklan harus mampu menjawab pertanyaan dasar dari rancangan sebuah sebuah kampanye periklanan yang dirumuskan dalam 5W + 1H (Suhandang, 2005) yaitu :
– What : apa tujuan iklan ?
– Who : siapa khalayak yang akan dijangkau ?
– When : kapan iklan dipasang ?
– Where : di mana iklan dipasang ?
– Why : mengapa harus demikian ?
– How : bagaimana bentuk iklannya ?

a. Marketing Brief

Pertama kali sebelum kita merumuskan strategi dibentuk, kita harus mengetahui pengetahuan terhadap produk yang akan dipasarkan, dalam marketing brief yang dibuat oleh klien (Madjadikara, 2004).

Informasi tersebut biasanya meliputi :

Brand ialah pengetahuan terhadap suatu merek, dimana ini merupakan produk baru atau produk lama yang telah beredar di pasaran. Merek atau produk diproyeksikan atau dikaitkan pada suatu citra dan kepribadian tertentu melalui kampanye periklanan, pencitraan ini berorientasi pada simbol kehidupan (Widyatama, 2005). Gagasan utamanya adalah agar konsumen dapat menikmati keuntungan secara psikologis dan emosional dari sebuah produk yang digunakan (selain keuntungan fisik yang ada).
Aliran ini dipelopori oleh David Ogilvy dari Ogilvy & Mather pada dekade 1960-an. latar belakang lahirnya aliran ini karena produk yang ada hampir tidak memiliki keunggulan yang berbeda atau unik, maka diciptakanlah image, citra atau personality tertentu untuk membedakannya dengan catatan tidak mengubah image tersebut dalam kurun waktu yang lama (Durianto, dkk, 2003).

Product knowledge penjelasan singkat tentang fitur yang terkandung dalam produk

Diferensiasi ialah mengetahui kelebihan produk yang membedakannya dengan kompetitor sejenis. Kreatifitas pesan iklan berfokus pada menunjukkan keistimewaan khusus produk (Widyatama, 2005) kelebihan ini tidak dimiliki oleh kompetitor lain dan merupakan sesuatu yang dicari-cari, serta menjadikan ciri khas bagi konsumen untuk mengguanakan produk tersebut.

Aliran ini dipelopori oleh Rosser Reeves sebagai salah satu tokoh Ted Bates Ad Agency pada dekade 1950-an. Rosser Reeves menggambarkan strategi pesan yang disebutnya dengan istilah “ Unique Selling Proposition ” atau USP ini dalam tiga komponen

  1. Iklan harus membangun kepercayaan publik terhadap barang yang akan dipasarkan. Dimana iklan memberikan pengetahuan akan manfaat menggunakan produk tersebut.
  2. Iklan harus bersifat unik, baik dari merek maupun klaim manfaat yang tidak ditawarkan oleh kompetitor sejenis, serta harus mampu menjawab alasan mengapa konsumen harus membeli produk yang dipasarkan.
  3. Dalil harus sangat kuat sehingga mampu menggerakkan konsumen
    Kunci untuk memelihara fokus USP adalah pengulangan. Reeves menggabungkan USP dan pengulangan pesan untuk keberhasilan iklan yang mampu menggerakkan konsumen

Dasar untuk memilih strategi USP ini adalah (Durianto, dkk, 2003) :

– Produk yang diiklankan adalah produk untuk kategori baru (tapi bukan merek baru).

– Benefit produk yang utama belum semua terpakai atau belum dikomunikasikan oleh kompetitor.

– Benefit yang ditonjolkan benar-benar unik dan substansial di mata konsumen.

– Target Audience ialah pengelompokkan target pemasaran. Pembagian kelompok diberlakukan setelah kita mengetahui pola prilaku individu yang tergabung didalamnya. Hal yang termasuk dalam pengamatan kita, bagaimana individu berfikir, bertindak dan berprilku dalam keseharian. Konsep utama dalam strategi periklanan ini adalah berorientasi pada kompetitor, khususnya yang merupakan market leader. Selain itu orientasi positioning juga berdasarkan pada keunggulan atribut, manfaat dan product class atau posisi relatif terhadap kompetitor (Kartajaya, 2004).

Pelopor aliran Positioning adalah Jack trout dan Al Ries. Positioning merupakan pernyataan yang mempermudah konsumen untuk mengingat keungulan produk yang dipasarkan. Maka dalam menciptakan positioning ada empat acuan yang harus diperhatikan (Kartajaya, 2004 : 14) yaitu :

– Positioning harus dipersepsi secara positif oleh konsumen dan menjadi reason to buy.

– Positioning mencerminkan kekuatan dan keunggulan kompetitif produk atau perusahaan

– Positioning harus bersifat unik sehingga dapat dengan mudah mendeferensiasikan diri dengan pesaing

– Berkelanjutan dan selalu relevan dengan berbagai perubahan.

– Analisis SWOT ialah penegtahuan kita terhadap kecenderugan pasar serta penilaian terhadap produk kompetitor sejenis

b. Creative Brief

Strategi didefinisikan dengan jelas untuk menstimulasi tujuan yang besar yang tertuang dalam rangkuman kreatif atau creative brief yang dibuat untuk agensi dalam menciptakan iklan. Rangkuman kreatif merupakan jembatan strategi dengan kreatifitas periklanan, rangkuman kreatif mewakili situasi sekarang, kompetisi, kondisi pasar dan pertimbangan media. Rangkuman itu menjadi strategi hidup dan memberikan pandangan penting bagi tim kreatif untuk menetapkan strategi dan menentukan ide penjualan utama, yang akan menjadi tema pusat kampanye periklanan.

Pendekatan iklan

Beberapa pendekatan yang digunakan dalam membuat lanturan lanturan untuk menciptakan iklan yang menarik (Hakim, 2005) yaitu :

– Plesetan, Orang tertawa ketika mendengar plesetan karena relevansinya. Relevansi dalam konteks ini mengacu pada kata aslinya yang kemudian diplesetkan.

– Visual produk, penggantian sebuah visual dengan visual lainnya. Mengganti secara keseluruhan, ukurannya atau salah satu elemen.

– Headline atau tipografi, Visual berbentuk susunan kata dari headline atau tipografi yang memuat makna tertentu.

– Logo, menjadikan elemen logo sebagai sumber ide dalam menyampaikan pesan periklanan.

– Makna ganda,sebuah simbol yang dihadirkan untuk mewakili dua benda atau dua hal sekaligus.

– Tokoh sebagai endoser, penggunaan orang terutama yang menjadi publik figur dalam penyampaian pesan.

– Sex ,Mengarahkan fikiran konsumen pada hal-hal yang sensual.

– Fungsi produk, Memindahkan fungsi dari suatu produk pada hal yang bersifat positif untuk menambah dramatisasi dari benefit produk tersebut.

Harus diingat sekali lagi, hal yang paling penting dalam lanturan adalah menjaga relevansi dengan pesan yang ingin disampaikan.
Bentuk lain penyampaian Iklan dapat juga dilakukan, seperti:

– Product Shoot ialah Pengambilan gambar berkonsentrasi pada produk

– Pendekatan Budaya ialah Penggunaan bentuk budaya lokal untuk menyampaikan pesan penjualan

– Humor, berhati – hati menggunakan humor sebagai pendekatan sebab iklan yang lucu akan mengurangi pesan produk. Sutherland, iklan lucu hanya efektif jika persepsi orang terhadap pesan sudah dianggap positif

– Emotional Selling Proposition, iklan yang berpengaruh secara positif pada “perasaan dan emosi” target, dapat sangat sukses untuk produk dan situasi tertentu, serta diarahkan pada emosi konsumen (Suyanto, 2004).

Nilai yang terkandung dalam iklan

Berdasarkan perumusan tersebut di atas maka sebuah pesan periklanan yang disampaikan dengan gaya yang berbeda harus memiliki nilai-nilai, yaitu (Hakim, 2005) :
– Simple
Sebuah iklan haruslah simple. Kata simple sering diartikan sederhana, sebagai sesuatu yang dapat dimengerti dengan sekali lihat, tidak banyak elemen tapi komunikatif.
– Unexpected
Iklan yang unik dan tidak terprediksi akan memiliki kemampuan untuk menempatkan diri dalam otak manusia sehingga mudah diingat.
– Persuasive
Iklan dengan daya bujuk yang kuat akan menggerakkan konsumen untuk dengan dengan brand dan tertarik untuk mencobanya.
– Relevant
Ide harus tetap relevan baik dari sisi rasionalitas maupun dari produknya dan harus ada korelasi dengan positioning dan personality brand.
– Entertaining
Entertaining bukan berarti lucu, dalam skala yang lebih luas berarti harus mampu mempermainkan emosi konsumen. Emosi inilah yang akan mengangkat simpati konsumen terhadap produk
– Acceptable
Yang menilai sebuah iklan adalah konsumen, oleh karena itu penerimaan mereka terhadap iklan harus diperhatikan.

Teori dalam periklanan

1. Teori Pengaruh Tradisi (The Effect Tradition)

Teori pengaruh komunikasi massa dalam perkembangannya telah mengalami perubahan yang kelihatan berliku-liku dalam abad ini. Dari awalnya, para peneliti percaya pada teori pengaruh komunikasi “peluru ajaib” (bullet theory) Individu-individu dipercaya sebagai dipengaruhi langsung dan secara besar oleh pesan media, karena media dianggap berkuasa dalam membentuk opini publik

Kemudian pada tahun 50-an, ketika aliran hipotesis dua langkah (two step flow) menjadi populer, media pengaruh dianggap sebagai sesuatu yang memiliki pengaruh yang minimal. Kemudian dalam 1960-an, berkembang wacana baru yang mendukung minimalnya pengaruh media massa, yaitu bahwa pengaruh media massa juga ditengahi oleh variabel lain. Sekarang setelah riset di tahun 1970-an dan 1980-an, banyak ilmuwan komunikasi sudah kembali ke powerful-effects model, di mana media dianggap memiliki pengaruh yang kuat, terutama media televisi.Ahli komunikasi massa yang sangat mendukung keberadaan teori mengenai pengaruh kuat yang ditimbulkan oleh media massa adalah Noelle-Neumann melalui pandangannya mengenai gelombang kebisuan.

2. Uses, Gratifications and Depedency

Salah satu dari teori komunikasi massa yang populer dan sering digunakan sebagai kerangka teori dalam mengkaji realitas komunikasi massa adalah uses and gratifications. Pendekatan uses and gratifications menekankan riset komunikasi massa pada konsumen pesan atau komunikasi dan tidak begitu memperhatikan mengenai pesannya.

Khalayak diasumsikan sebagai bagian dari khalayak yang aktif dalam memanfaatkan muatan media, bukannya secara pasif saat mengkonsumsi media massa(Rubin dalam Littlejohn, 1996 : 345).Di sini khalayak diasumsikan sebagai aktif dan diarahkan oleh tujuan. Anggota khalayak dianggap memiliki tanggung jawab sendiri dalam mengadakan pemilihan terhadap media massa untuk mengetahui kebutuhannya, memenuhi kebutuhannya dan bagaimana cara memenuhinya. Media massa dianggap sebagai hanya sebagai salah satu cara memenuhi kebutuhan individu dan individu boleh memenuhi kebutuhan mereka melalui media massa atau dengan suatu cara lain.

3. Teori Pengharapan Nilai (The Expectacy-Value Theory)

Phillip Palmgreen berusaha mengatasi kurangnya unsur kelekatan yang ada di dalam teori uses and gratification dengan menciptakan suatu teori yang disebutnya sebagai expectance-value theory (teori pengharapan nilai). Kepuasan yang Anda cari dari media ditentukan oleh sikap Anda terhadap media –kepercayaan Anda tentang apa yang suatu medium dapat berikan kepada Anda dan evaluasi Anda tentang bahan tersebut.

4. Teori Ketergantungan (Dependency Theory)

Teori ketergantungan terhadap media mula-mula diutarakan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Melvin Defleur. Seperti teori uses and gratifications, pendekatan ini juga menolak asumsi kausal dari awal hipotesis penguatan. Untuk mengatasi kelemahan ini, pengarang ini mengambil suatu pendekatan sistem yang lebih jauh. Di dalam model mereka mereka mengusulkan suatu relasi yang bersifat integral antara pendengar, media. dan sistem sosial yang lebih besar.
Sumber  penulisan ini :

http://kuliahkomunikasi.com/2008/06/teori-komunikasi-massa/

http://emjaiz.wordpress.com/2009/09/04/strategi-iklan-teori-pesan-kreatifitas/

http://infoiklankoran.blogspot.com/2010/03/sejarah-iklan-dan-perkembangannya.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Iklan

Iklan dan seputarnya

November 9, 2010

Dalam kemajaun teknologi yang semakin pesat maka semakin kompleks juga informasi yang akan disampaikan. Maka dibutuhkan juga media yang tepat untuk menyampaikan pesan dari suatu objek yang akan disampaikan ke publik. Publik yang mendengarkan informasi yang diberikan pun beragam budaya dan bahasanya. Dilihat dari bergama kompleksitas diatas maka sangat dimungkinkan suatu strategi untuk memperkenalkan barang atau jasa kepada halayak.

Media yang dimaksudkan iklan. Iklan Iklan ialah promosi barang, jasa, perusahaan dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor. Iklan dianggap sebagai strategi pemassaran dari suatuu produk barang aataupun jasa. Komponen yang berhubungan pemasaran baranmg atau jasa ialah : publisitas, relasi publik, penjualan, dan promosi penjualan.

Iklan telah lama dipergunakan oleh masyarakat Yunani kuno. Bentuk iklan berisiskan tulisan mengenai prilaku para budak yang melarikan diri dari tuannya atau mengenai penyelengara pertandingan Gladiator. Perkembang iklan pun berkembang di Inggris, metode priklanan yang ditulis dengan tangan dan kertas yang lebih baik. Iklan pertama yang dicetak di Inggris ditemukan pada Imperial Intelligencer Maret 1648. Sampai tahun 1850-an, di Eropa iklan belum sepenuhnya dimuat di suratkabar. Kebanyakan masih berupa pamflet, leaflet, dan brosur. Iklan majalah pertama muncul dalam majalah Harper tahun 1864

Sedangkan iklan pertama kali diperkenalkan di indonesia oleh seorang Belanda yang bernama Jan Pieterzoon Coen, seorang Gubernur Belanda pada 1619 hingga 1629. Beliau juga adalah penerbit Bataviasche Nouvelle, suratkabar pertama di Indonesia yang terbit tahun 1744, satu abad setelah J.P. Coen meninggal.

Setelah Hindia Belanda dikuasai oleh inggris pada tahun 1812, maka semua percetakan surat kabar pun dikuasai oleh negara dipergunakan untuk mengkobarkan propaganda politik inggris. Namun perusahaan percetakan buku yang berlokasi di Belanda masih dikelola oleh swasta.

Sedangkan perusahaan percetakan buku yang juga dikelola oleh swasta dimulai tahun 1839, dipelopori oleh Cijveer & Company. Pada tahun 1842 perusahaan ini berubah nama menjadi Cijveer & Knollaert, karena sebagian besar sahamnya dibeli oleh perusahaan Knollaert. Perusahaan ini pun masih beralih tangan kepada Ukeno & Company, sebelum akhirnya dijual lagi kepada Bruyning Wijt. Perusahaan percetakan buku ini berpindah-pindah tangan, disebabkan kegagalan terus menerus dalam pemasarannya. Utamanya, karena mereka tidak dapat memanfaatkan periklanan akibat adanya larangan keras dari pemerintah kolonial. Baru pada masa Bruyning Wijt, perusahaan percetakan buku ini mengalami kemajuan, karena produk buku-buku mereka mulai dipublikasikan pula melalui iklan-iklan di surat kabar.

PERCETAKAN SURAT KABAR OLEH SWASTA

Tahun 1829 pemerintah Hindia Belanda mendirikan suratkabar Nederland-Indisch Handelsblad. Hampir seluruh iklan di suratkabar ini juga ditulis tangan. Merupakan perusahaan swasta komersial yang dipimpin oleh Dus Bus de Gisignes, mantan Gubernur Jenderal (1813-1815). Dua suratkabar pemerintah terdahulu, Batavia Nouvelles dan Bataviaasch Advertentieblad, tidak bertahan lama, karena tahun 1833 pemerintah kolonial Hindia Belanda mengambil kebijaksanaan yang mendukung penerbitan dan pencetakan suratkabar oleh swasta.

Sejarah mencatat pula beberapa suratkabar di luar Batavia (Jakarta). Misalnya, suratkabar mingguan Soerabaja Courant di Surabaya yang mulai terbit tahun 1833 dan baru menjadi harian empat tahun kemudian. Lalu tahun 1845 Oliphant en Compagnie, Semarang, mulai menerbitkan suratkabar mingguan Semarangsch Nieuws en Advertentiebald . Setelah kemenangan kaum liberal-demokrat di Belanda, berganti nama menjadi De Locomotief dan mulai terbit sebagai harian. Nama “lokomotif” yang digunakan suratkabar ini sekaligus dimaksudkan untuk memperingati pertamakali masuknya jalan kereta-api di Hindia Belanda membawa juga kemenangan bagi kaum pemodal. Maka semua suratkabar swasta di masa itu mulai bebas memuat iklan.

Stategi periklanan

Dalam memasarkan iklan maka dibutuhkan suatu strategi pemasaran yang dapat mewakili kelebihan dari suatu barang yang akan dipasarkan. Tujuan dari strategi adalah usaha untuk menciptakan iklan yang efektif, oleh karena itu selain rumusan pertanyaan 5W + 1H maka pengetahuan yang cukup tentang produk, persaingan pasar atau kompetitor dan analisis mendalam tentang konsumen merupakan kunci pokok yang harus diketahui oleh pemasar sebelum merumuskan sebuah strategi (Batey, 2003)

Strategi akan menentukan keberhasilan iklan memasarkan barang atau jasa kepada publik. Strategi merupakan dasar pembentukkan merek. Strategi mewakili jiwa sebuah merek dan menjadi elemen penting untuk keberhasilan (Roman, Maas & Nisenholtz, 2005).

Strategi iklan harus mampu menjawab pertanyaan dasar dari rancangan sebuah sebuah kampanye periklanan yang dirumuskan dalam 5W + 1H (Suhandang, 2005) yaitu :
– What : apa tujuan iklan ?
– Who : siapa khalayak yang akan dijangkau ?
– When : kapan iklan dipasang ?
– Where : di mana iklan dipasang ?
– Why : mengapa harus demikian ?
– How : bagaimana bentuk iklannya ?

a. Marketing Brief

Pertama kali sebelum kita merumuskan strategi dibentuk, kita harus mengetahui pengetahuan terhadap produk yang akan dipasarkan, dalam marketing brief yang dibuat oleh klien (Madjadikara, 2004).

Informasi tersebut biasanya meliputi :

Brand ialah pengetahuan terhadap suatu merek, dimana ini merupakan produk baru atau produk lama yang telah beredar di pasaran. Merek atau produk diproyeksikan atau dikaitkan pada suatu citra dan kepribadian tertentu melalui kampanye periklanan, pencitraan ini berorientasi pada simbol kehidupan (Widyatama, 2005). Gagasan utamanya adalah agar konsumen dapat menikmati keuntungan secara psikologis dan emosional dari sebuah produk yang digunakan (selain keuntungan fisik yang ada).
Aliran ini dipelopori oleh David Ogilvy dari Ogilvy & Mather pada dekade 1960-an. latar belakang lahirnya aliran ini karena produk yang ada hampir tidak memiliki keunggulan yang berbeda atau unik, maka diciptakanlah image, citra atau personality tertentu untuk membedakannya dengan catatan tidak mengubah image tersebut dalam kurun waktu yang lama (Durianto, dkk, 2003).

Product knowledge penjelasan singkat tentang fitur yang terkandung dalam produk

Diferensiasi ialah mengetahui kelebihan produk yang membedakannya dengan kompetitor sejenis. Kreatifitas pesan iklan berfokus pada menunjukkan keistimewaan khusus produk (Widyatama, 2005) kelebihan ini tidak dimiliki oleh kompetitor lain dan merupakan sesuatu yang dicari-cari, serta menjadikan ciri khas bagi konsumen untuk mengguanakan produk tersebut.

Aliran ini dipelopori oleh Rosser Reeves sebagai salah satu tokoh Ted Bates Ad Agency pada dekade 1950-an. Rosser Reeves menggambarkan strategi pesan yang disebutnya dengan istilah “ Unique Selling Proposition ” atau USP ini dalam tiga komponen

  1. Iklan harus membangun kepercayaan publik terhadap barang yang akan dipasarkan. Dimana iklan memberikan pengetahuan akan manfaat menggunakan produk tersebut.
  2. Iklan harus bersifat unik, baik dari merek maupun klaim manfaat yang tidak ditawarkan oleh kompetitor sejenis, serta harus mampu menjawab alasan mengapa konsumen harus membeli produk yang dipasarkan.
  3. Dalil harus sangat kuat sehingga mampu menggerakkan konsumen
    Kunci untuk memelihara fokus USP adalah pengulangan. Reeves menggabungkan USP dan pengulangan pesan untuk keberhasilan iklan yang mampu menggerakkan konsumen

Dasar untuk memilih strategi USP ini adalah (Durianto, dkk, 2003) :

– Produk yang diiklankan adalah produk untuk kategori baru (tapi bukan merek baru).

– Benefit produk yang utama belum semua terpakai atau belum dikomunikasikan oleh kompetitor.

– Benefit yang ditonjolkan benar-benar unik dan substansial di mata konsumen.

– Target Audience ialah pengelompokkan target pemasaran. Pembagian kelompok diberlakukan setelah kita mengetahui pola prilaku individu yang tergabung didalamnya. Hal yang termasuk dalam pengamatan kita, bagaimana individu berfikir, bertindak dan berprilku dalam keseharian. Konsep utama dalam strategi periklanan ini adalah berorientasi pada kompetitor, khususnya yang merupakan market leader. Selain itu orientasi positioning juga berdasarkan pada keunggulan atribut, manfaat dan product class atau posisi relatif terhadap kompetitor (Kartajaya, 2004).

Pelopor aliran Positioning adalah Jack trout dan Al Ries. Positioning merupakan pernyataan yang mempermudah konsumen untuk mengingat keungulan produk yang dipasarkan. Maka dalam menciptakan positioning ada empat acuan yang harus diperhatikan (Kartajaya, 2004 : 14) yaitu :

– Positioning harus dipersepsi secara positif oleh konsumen dan menjadi reason to buy.

– Positioning mencerminkan kekuatan dan keunggulan kompetitif produk atau perusahaan

– Positioning harus bersifat unik sehingga dapat dengan mudah mendeferensiasikan diri dengan pesaing

– Berkelanjutan dan selalu relevan dengan berbagai perubahan.

– Analisis SWOT ialah penegtahuan kita terhadap kecenderugan pasar serta penilaian terhadap produk kompetitor sejenis

b. Creative Brief

Strategi didefinisikan dengan jelas untuk menstimulasi tujuan yang besar yang tertuang dalam rangkuman kreatif atau creative brief yang dibuat untuk agensi dalam menciptakan iklan. Rangkuman kreatif merupakan jembatan strategi dengan kreatifitas periklanan, rangkuman kreatif mewakili situasi sekarang, kompetisi, kondisi pasar dan pertimbangan media. Rangkuman itu menjadi strategi hidup dan memberikan pandangan penting bagi tim kreatif untuk menetapkan strategi dan menentukan ide penjualan utama, yang akan menjadi tema pusat kampanye periklanan.

Pendekatan iklan

Beberapa pendekatan yang digunakan dalam membuat lanturan lanturan untuk menciptakan iklan yang menarik (Hakim, 2005) yaitu :

– Plesetan, Orang tertawa ketika mendengar plesetan karena relevansinya. Relevansi dalam konteks ini mengacu pada kata aslinya yang kemudian diplesetkan.

– Visual produk, penggantian sebuah visual dengan visual lainnya. Mengganti secara keseluruhan, ukurannya atau salah satu elemen.

– Headline atau tipografi, Visual berbentuk susunan kata dari headline atau tipografi yang memuat makna tertentu.

– Logo, menjadikan elemen logo sebagai sumber ide dalam menyampaikan pesan periklanan.

– Makna ganda,sebuah simbol yang dihadirkan untuk mewakili dua benda atau dua hal sekaligus.

– Tokoh sebagai endoser, penggunaan orang terutama yang menjadi publik figur dalam penyampaian pesan.

– Sex ,Mengarahkan fikiran konsumen pada hal-hal yang sensual.

– Fungsi produk, Memindahkan fungsi dari suatu produk pada hal yang bersifat positif untuk menambah dramatisasi dari benefit produk tersebut.

Harus diingat sekali lagi, hal yang paling penting dalam lanturan adalah menjaga relevansi dengan pesan yang ingin disampaikan.
Bentuk lain penyampaian Iklan dapat juga dilakukan, seperti:

– Product Shoot ialah Pengambilan gambar berkonsentrasi pada produk

– Pendekatan Budaya ialah Penggunaan bentuk budaya lokal untuk menyampaikan pesan penjualan

– Humor, berhati – hati menggunakan humor sebagai pendekatan sebab iklan yang lucu akan mengurangi pesan produk. Sutherland, iklan lucu hanya efektif jika persepsi orang terhadap pesan sudah dianggap positif

– Emotional Selling Proposition, iklan yang berpengaruh secara positif pada “perasaan dan emosi” target, dapat sangat sukses untuk produk dan situasi tertentu, serta diarahkan pada emosi konsumen (Suyanto, 2004).

Nilai yang terkandung dalam iklan

Berdasarkan perumusan tersebut di atas maka sebuah pesan periklanan yang disampaikan dengan gaya yang berbeda harus memiliki nilai-nilai, yaitu (Hakim, 2005) :
– Simple
Sebuah iklan haruslah simple. Kata simple sering diartikan sederhana, sebagai sesuatu yang dapat dimengerti dengan sekali lihat, tidak banyak elemen tapi komunikatif.
– Unexpected
Iklan yang unik dan tidak terprediksi akan memiliki kemampuan untuk menempatkan diri dalam otak manusia sehingga mudah diingat.
– Persuasive
Iklan dengan daya bujuk yang kuat akan menggerakkan konsumen untuk dengan dengan brand dan tertarik untuk mencobanya.
– Relevant
Ide harus tetap relevan baik dari sisi rasionalitas maupun dari produknya dan harus ada korelasi dengan positioning dan personality brand.
– Entertaining
Entertaining bukan berarti lucu, dalam skala yang lebih luas berarti harus mampu mempermainkan emosi konsumen. Emosi inilah yang akan mengangkat simpati konsumen terhadap produk
– Acceptable
Yang menilai sebuah iklan adalah konsumen, oleh karena itu penerimaan mereka terhadap iklan harus diperhatikan.

Teori dalam periklanan

1. Teori Pengaruh Tradisi (The Effect Tradition)

Teori pengaruh komunikasi massa dalam perkembangannya telah mengalami perubahan yang kelihatan berliku-liku dalam abad ini. Dari awalnya, para peneliti percaya pada teori pengaruh komunikasi “peluru ajaib” (bullet theory) Individu-individu dipercaya sebagai dipengaruhi langsung dan secara besar oleh pesan media, karena media dianggap berkuasa dalam membentuk opini publik

Kemudian pada tahun 50-an, ketika aliran hipotesis dua langkah (two step flow) menjadi populer, media pengaruh dianggap sebagai sesuatu yang memiliki pengaruh yang minimal. Kemudian dalam 1960-an, berkembang wacana baru yang mendukung minimalnya pengaruh media massa, yaitu bahwa pengaruh media massa juga ditengahi oleh variabel lain. Sekarang setelah riset di tahun 1970-an dan 1980-an, banyak ilmuwan komunikasi sudah kembali ke powerful-effects model, di mana media dianggap memiliki pengaruh yang kuat, terutama media televisi.Ahli komunikasi massa yang sangat mendukung keberadaan teori mengenai pengaruh kuat yang ditimbulkan oleh media massa adalah Noelle-Neumann melalui pandangannya mengenai gelombang kebisuan.

2. Uses, Gratifications and Depedency

Salah satu dari teori komunikasi massa yang populer dan sering digunakan sebagai kerangka teori dalam mengkaji realitas komunikasi massa adalah uses and gratifications. Pendekatan uses and gratifications menekankan riset komunikasi massa pada konsumen pesan atau komunikasi dan tidak begitu memperhatikan mengenai pesannya.

Khalayak diasumsikan sebagai bagian dari khalayak yang aktif dalam memanfaatkan muatan media, bukannya secara pasif saat mengkonsumsi media massa(Rubin dalam Littlejohn, 1996 : 345).Di sini khalayak diasumsikan sebagai aktif dan diarahkan oleh tujuan. Anggota khalayak dianggap memiliki tanggung jawab sendiri dalam mengadakan pemilihan terhadap media massa untuk mengetahui kebutuhannya, memenuhi kebutuhannya dan bagaimana cara memenuhinya. Media massa dianggap sebagai hanya sebagai salah satu cara memenuhi kebutuhan individu dan individu boleh memenuhi kebutuhan mereka melalui media massa atau dengan suatu cara lain.

3. Teori Pengharapan Nilai (The Expectacy-Value Theory)

Phillip Palmgreen berusaha mengatasi kurangnya unsur kelekatan yang ada di dalam teori uses and gratification dengan menciptakan suatu teori yang disebutnya sebagai expectance-value theory (teori pengharapan nilai). Kepuasan yang Anda cari dari media ditentukan oleh sikap Anda terhadap media –kepercayaan Anda tentang apa yang suatu medium dapat berikan kepada Anda dan evaluasi Anda tentang bahan tersebut.

4. Teori Ketergantungan (Dependency Theory)

Teori ketergantungan terhadap media mula-mula diutarakan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Melvin Defleur. Seperti teori uses and gratifications, pendekatan ini juga menolak asumsi kausal dari awal hipotesis penguatan. Untuk mengatasi kelemahan ini, pengarang ini mengambil suatu pendekatan sistem yang lebih jauh. Di dalam model mereka mereka mengusulkan suatu relasi yang bersifat integral antara pendengar, media. dan sistem sosial yang lebih besar.
Sumber  penulisan ini :

http://kuliahkomunikasi.com/2008/06/teori-komunikasi-massa/

http://emjaiz.wordpress.com/2009/09/04/strategi-iklan-teori-pesan-kreatifitas/

http://infoiklankoran.blogspot.com/2010/03/sejarah-iklan-dan-perkembangannya.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Iklan

WD VELOCIRAPTOR 600GB

October 26, 2010

Ringan, Praktis, Ringkas, dan mudah dibawah kemana-mana.. Itulah mengapa belakangan ini harddisk eksternal portabel banyak dipilih sebagai media alternatif. Tidak perlu repot-repot, tinggal hubungkan harddisk eksternal ke port USB/FireWire ke PC manapun, tak perlu pasang power supply, Anda sudah mendapatkan media penyimpan ekstra yang mobile.

Harddisk  portabel disertai dengan seutas kabel data USB/Firewire. Beberapa produsen membawakan serta kabel USB dengan dua interface  USB yang disusun seri untuk mendapatkan pasokan daya yang cukup untuk memutar piringan metal harddisk. Untuk tipe ini, Anda disarankan selalu menancapkan kedua interface USB tersebut saat menggunakan harddisk.

Dengan kemudahan yang diberikannya, maka semakin banyak pula orang  yang menggunakan hardisk eksternal tersebut, baik untuk tujuan perusahaan maupun tujuan pribadi. Hardisk eksternal tersebut dapat menyimpan berbagai format  data yang besar tergantung dari besaran jenis data yang dapat dimuat

WD VELOCIRAPTOR 600GB

Wester digital semakin menancapakan taringnya di persaingan produk hardisk. Ukuran dan kecepaan fantastis teurs dikembangkan oleh pabrikan ini. Untuk Wd memberi sampel untuk lab. PC Media untuk diuji. Kali ini pc  memperkenalkan, WD VELOCIRAPTOR 600GB. Dua kali lipat dari generasi pertamanya. Yang p[aling menarik dari produk i ni adalah kecepatan putaran sampai menyentuh 10000 rpm. Seperti kita ketahui bahwa hardisk server bertipe SCSI yang memiliki kecepatan seperti ini. Namun hardisk SCSI terbatas dengan kapasitas yang sangat kecil. Yang makin mebuat produk ini  unik adalah menggunakan hardisk berukuran 2,5” yang dibungkus mennggunakan mounting besi solid berwarna hitam yang dilengkapi dengan heatsink didalamnya. Ini membuat tidak menghasilkan panas yang berlebih meskin berkerja secara maksimal. Konektor sata milik hardisk 2,5” tersebut di-convert ke bentuk SATA hardisk berukuran 3,5” oleh sebuah board conventer khusus

Dalam pengujian memang tidak perlu diragukan produk ini. Seluruh pengujian benchmark mendapatkan sempurna, karena memang ini pertaman kali kami menggunakan hardisk berkonektor 10000 rpm Produk ini dilepas kepasaran dengan harga yang cukup mahal kisaran US$ 350, namun sesuai dengan yang akan anada dapatkan

Apa yang Perlu Diperhatikan?
Anda bisa menemukan merk yang bervariasi di pasaran. Ada A-Data, Buffalo, Iomega, Imation, LaCie, Maxtor, Qnap, Samsung, Seagate, Toshiba, Transcend, Western Digital dan merk-merk lain. Masing-masing vendor/produsen memberikan iming-iming fasilitas yang berbeda-beda. Namun satu hal yang relatif sama, tampilan fisik harddisk portabel kini semakin cantik, mungil, dengan kapasitas yang semakin besar. Harddisk eksternal dikemas dalam beberapa form factor (ukuran) 1,8”, 2,5”, dan 3,5”. Anda bisa memilih sesuai selera..

Sebelum memutuskan untuk membeli hardisk portabel, ada baiknya Anda simak beberapa hal yang perlu Anda cermati sebagai acuan untuk memilih harddisk yang tepat, buat Anda tentunya:

1. Kapasitas (kapasitas simpan file maksimal)
Kapasitas simpan harddisk portabel sangat bervariasi mulai dari 40GB sampai 500GB. Namun kini juga sudah muncul harddisk portabel yang daya tampungnya mencapai 1,5TB (terabyte).  Bila Anda banyak bekerja dengan file video dan grafis, dengan kapasitas yang besar serta sering melakuakan mobilitas yang tidak tentu, maka harddisk portabel dengan kapasitas besar adalah jawaban dari masalah anda. Namun bagi Anda yang ingin mendapatkan media backup yang ekonomis, Anda perlu melihat perbandingan harga dan kapasitas harddisk. Caranya adalah dengan mencari harga media penyimpan per 1MB dengan rumus sederhana:

Harga per MB= Harga : Kapasitas Harddisk (dalam MB)

Ukuran___________ Harga Per MB
160 GB___________ 4.3125
250 GB___________ 3.2032
320 GB___________ 2,9575
400 GB___________ 2.834
500 GB___________ 2.7

Semakin besar kapasitas yang dimilii sebuah hardisk eksternal maka harga yang diberikan makin ekonomis

2. Kecepatan putar drive

Kecepatan putar piringan metal harddisk juga mempengaruhi kecepatan laju data. Semakin cepat daya putarnya, semakin cepat data bisa ditulis dan dibaca. Kecepatan putar ini dinyatakan dalam satuan RPM (rotation per minute). Umumnya harddisk portabel berputar pada kecepatan 5400 RPM. Anda akan beruntung jika menemukan harddisk dengan kecepatan putar 7200 RPM ke atas seperti WD VELOCIRAPTOR 600GB

3. Besar buffer atau cache
Besarnya buffer mewakili jumlah memori yang di-cache. Cache menyimpan dan menangani antrian permintaan (request) transfer baca/tulis data dari sistem.  WD VELOCIRAPTOR 600GB memiliki kemampuan buffer mencapai 32mb.

Kemampuan rata – rata hardiskeksternal bBesarnya buffer berkisar dari 2MB – 16MB. Semakin besar cache semakin besar ‘ruang antrian’ pembacaan dan penulisan di harddisk serta semakin cepat pula data diproses. Namun ukuran buffer sebuah harddisk portabel berbanding terbalik dengan harga. Semakin besar cache memori akan semakin mahal pula harga harddisk portabel tersebut.

4. Fitur Recovery
Jika tersedia, pilihlah harddisk portabel yang dilengkapi dengan fitur backup and recovery. Fitur ini berguna di saat file-file Anda mengalami kerusakan atau korupsi data ataupun akibat serangan virus. Melalui fitur recovery, Anda akan bisa memulihkan data yang hilang/rusak.

5. Kemampuan PnP (plug and play)
PnP artinya, kurang lebih bisa diartikan, tancap langsung pasang gas. Begitu Anda menancapkan kabel USB, harddisk portabel langsung bisa dipakai tanpa perlu instalasi driver atau software apa pun. Kemampuan PnP sanga membantu jika Anda menggunakan satu atau lebih harddisk portabel di beberapa PC sekaligus.

6. Garansi
Kata orang, garansi mencerminkan kualitas produk. Pernyataan ini mungkin tidak seratus persen benar, namun kemauan Produsen menjamin produknya bisa berjalan mulus tanpa gangguan selama masa waktu tertentu akan menjamin konsumen tidak lagi merasa was-was untuk membeli. Rata-rata harddisk eksternal memilki garansi 1 tahun, namun juga ada yang lebih singkat. Meski bukan faktor utama, saya sarankan Anda mempertimbangkan dukungan garansi dari vendor just in case Anda kurang beruntung saat membeli harddisk eksternal Anda.

7. Dustproof, Waterproof & Shockproof
Harddisk dirancang untuk menerima getaran hingga kurang lebih 3G (3x kecepatan gravitasi) dalam kondisi diam. Namun beberapa vendor menjamin harddisknya bisa tahan hingga 5G. cukup menarik, terutama bila Anda harddisk Anda beresiko sering jatuh atau terbentur..

Sejumlah vendor lain bahkan mengemas harddisk eksternalnya dengan karet ‘pelindung segala’. Dengan kemasan unik ini harddisk eksternal diakui bisa tahan terhadap debu, goncangan dan air (tentu dengan keterbatasan).

sumber Pc Media / 08/ 2010

psikologi konsumen

October 10, 2010

Isidorus. M/ 4pa06/ 10507129

A. Pengertian Perilaku Konsumen

Perilaku Konsumen

Merupakan tingkah laku yang tampak oleh konsumen, dimana mereka berusaha untuk mengilustrasiakan kegiatan mengkonsumsi, mengevaluasi dan memperbaharui suatu barang dan jasa, serta semua proses pengambilan keputusanyang mendahalui dan menentukan tindakan tersebut.

Menurut Women (1995) prilaku konsumen ialah study tentang penbelian barang dan menjelaskan proses yang mengikutinya, pemilihan yang baik, pelayanan, pengalaman dan ide. Sedangkan  David L loundon, prilaku konsumen didefinikan sebagai proses pengambilan keputusan dan aktifitas fisik individu dalam mengevaluasi, mendapatkan, menggunakan barang tau jasa (1984 : 6).

Gerald Zaltman menjelaskan bahwa perilaku konsumen merupakan tindakan berdasarkan , proses dan hubungan sosial yang di lakukan oleh individu, kelompok atau organisasi untuk memperoleh, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai sutu akibat dari pengalaman dengan produk, pelayanan dan umber-sumber lainya. (1979:6)

The Amerika Marketing Association, dimana prilaku konsumen merupakan bentuk interaksi yang bersifat dinamis dari pengaruh dan kesadaran, prilaku dan lingkungan individu tersebut melakukan aspek kehidupannya, dimana prilaku konsumen mengikuti pikiran dan perasaan yang dialaminya dan prilaku yang dilakukan saat proses konsumsi terjadi (Peter & Olson, 2005).

Titik permasalahan priaku konsumen terletak pada aktifitas yang berhubungan dengan pola konsunsi individu, dimana prilakun tersebut berhubungan dengan lasana dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan dan pembuangan barang dan jasa bertujuan untuk memuasakan kebutuhan dan keiinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).

Dari definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa prilaku konsumen merupakan tindakan yang dilakukan individu, kelompok maupun organisasi terkait dengan aktifitas pengambilan keputusan dalam penggunaan barang tau jasa yang dipengaruhi lingkungan.

Wujud prilaku konsumenn dapat kita klasifikasikan menjadi dua bentuk :

1      Personal Consumer adalah konsumen yang membeli atau menggunkana barang serta jasa demi pemakaiannya sendiri.

2      Organization Consumer adalah konsumen yang membeli atau mempergunakan barang serta jasa demi memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tertentu.

B. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Prilaku Konsumen

Faktor yang mempengaruhi prilaku konsumen dibagi menjadi dua kelompok : faktor yang berasal dari dirinya sendiri dan lingkungan dimana konsumen berada.

a. Faktor individu yang menentukan pola konsumen

1 Demografis, psikografis, dan kepribadian

Demografi berhubungan struktur dan penyebaran populasi individu. Demografi membantu meramalkan trend produksi yang akan terjadi diamasa yang akan datang, kemungkinan terjadinya perubahan dalam pola permintaan konsumen dan pola konsumsi individu. Sedangkan faktor psikografis penelitian gaya hidup untuk mengetahui ganbaran psikologi konsumen, pengukurannya dapat berupa kualitatif dan kuantitatif. Dimana akan menjelaskan siapa yang akan membeli produk, sedangkan kepribadian tampilan psikologis konsumen yang bersifat unik salaing mempengaruhi secara konsisten dalam merespon lingkungannya.

2 Motifasi konsumen

Motivasi konsumen menjelaskan bagaimana dorongan untuk memuaskan kebutuhan baik yang bersifat fisiologis maupun psikologis, dapat dilihat dari bagaimana konsumen melakukan pembelian dan penggunaan produk atau jasa.

3 Pengetahuan konsumen

Pengetahuan konsumen diartikan sebagai jumlah informasi yang didapatkan individu tentang pembelian suatu produk dan manfaat produk tersebut. Dimana individu mengetahui manfaat dari barang yang akan dibelinya.

 

4 Intensi, sikap, kepercayaan, dan perasaan konsumen

Intensi merupakan pendapat bagaimana individu bersikap dimasa yang akan datang. Intensi konsumenndibagi menjadi beberapa jenis. Intensitas pembelian merupakan hal yang akan dibelanjakan dikemudian hari. intensitas pembelian kembali adalah apakah seorang individu untuk membeli suatu produk yang telah dibelinya di waktu sebelumnya. Intensitas pembelajaan adalah perencanan konsumen dalam pembelajaan produk. Intensi pengeluaran adalah seberapa besar uang yang dipergunakan untuk pembelajaan produk. Intensi pencarian adalah menjelaskan keinginan individu melakukan pencarian suatu produk.

Sikap mewakili apa yang disukai dan tidak disukai terhadap suatu produk. Sikap diukur sebagai pilihan konsumen, sehingga penilaian suautu barang slalu berhubungan dengan barang lain. Kepercayaan diartikan sebagai penilaian hubungan dua atau lebih benda yang dibentuk dari hasil pengetahuan. Perasaan merupakan keadaan yang berpengaruh positif dan negatif akan berbeda –beda dalam individu tergantung pada sikap individu.

b. Faktor lingkungan yang menentukan pola konsumen

1 Faktor Kebudayaan

Kebudayaan merupakan faktor utama dari keinginan dan prilaku individu, dimana makhluk lain bertindak berdasarkan naluri, sedang manusia berdasarkan hal yang dipelajarinya selalu hidupnya. Prilaku yang dipelajarinya dapat berasal dari lingkungan pribadi (keluarga) maupun lingkungan pergaulanya (masyarakat). Terjadi kasus, dimana individu berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan yang baru baginya, maka secara tidak langsung individu tersebut pun harus menyesuaikan prilaku, kebiasaan, dan adat istiadat disesuaikan dengan masyarakat setempat.

2 Faktor Sosial

Faktor sosial dapat disebut juga dengan kelompok referensi, hal ini disebabkan kelompok dimana mempunyai pengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap sikap individu tersebut. Kelompok tersebut dapat dibagi menjadi dua : kelompok primer dan kelompok sekunder. Kelompok primer adalah kelompok yang memiliki tingkat interaksi tinggi terhadap individu tersebut, seperti keluarga, teman, tetangga, dan mitra sejawat. Kelompok sekunder adalah kelompok yang bersifat resmi tetapi memiliki tingkat interaksi yang kurang intensif.

Kelas sosial memiliki sifat permanen dan homogenus, dimana individu saling bertukar beragam informasi baik nilai, gaya hidup, kekayaan, status, pendidikan, ekonomi, dan prilaku yang sama dalam suatu kelompok dimana individu berada. Dimana setiap produk yang dibeli berdasarkan kelas sosial individu berada.

3 Faktor Pribadi

Faktor ini terbagi dalam beberapa konsep : umur, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, dan kepribadian dan konsep diri. Umur, pola konsumsi individu datap terbetuk dari sejauh maka mereka mencapai tahapan siklus kehidupan. Semakin dewasa individu tersebut maka akan terjadi perubahan dalam pola konsumsinya sejalan dengan proses kehidupanya.

Pekerjaan, kelompok pekerja memilii minat terhadap produk dan jasa yang berbeda – beda yang dihasilkan oleh pasaran. Keadaan ekonomi, yang dimaksud seberapa tingkat  pendapatan, tabungan, harta yang dapat dicapai oleh individu untuk memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa yang diperlukannya.

Gaya hidup, pola konsumsi dapat kita lihat dari kelompok sosial dimana individu berada. Kepribadian dan konsep diri, yang dimaksudkan dimana cara menilai responya terhadap pola lingkungan yang cenderung konsisten, hal ini dapat berbeda – beda dalam indidu berdasarkan karakteristik psikologis yang dimilikinya.

4 Faktor Psikologis

Pola prilaku konsumen dipandang dari faktor psikologis terbentuk dari beberapa hal : motivasi, persepsi, proses belajar, dan kepercayaan. Motivasi dapat dibagi menjadi dua bentuk kebutuhan biogenik dan kebutuhan psikogenik. Kebutuhan biogenik bersifat fisiologis seperti rasa lapar, rasa haus dan rasa tidak nyaman. Sedangkan kebutuhan psikogenik dapat timbul dari keadaan psikologi yang dialami oleh individu tertentu seperti, perasaan untuk diterima dan diakui dalam lingkungan kehidupannya.

Persepsi, proses dimana individu memilih, mengorganisasikan, memaknai informasi yang diperoleh dari lingkungan kemudian dipergunakan untuk membentuk gambaran darin informasi tersebut. Setiap individu akan mendapat gambaran persepsi yang berbeda – beda walaupun objek perhatiannya sama, hal ini ditentukan berdasarkan proses persepsi yang dijalaninya : perhatian yang selektif, gangguan yng selektif dan proses mengingat kembali. Proses belajar, menjelaskan perubahan prilaku individu dari pengalaman yang dialaminya. Kepercayaan, gagasan yang dimiliki terhadap sesuatu.

C. Sifat dari perilaku konsumen yaitu:

1 Prilaku konsumen bersifat dinamis

Prilaku konsumen memiliki sifat dinamis dikarenakan proses berfikir, merasakan dan aksi setiap individu konsumen, kelompok dan organisasi yang senantiasa berubah. Dikarenakan hal tersebut strategi pemasaraan barang atau jasa dapat dikatakan berhasil namun tidak tentu berhasil pada waktu dan tempat yang berbeda, oleh karena itu sangat diperlukan inovasi yang senantiasa dilakukan terhadap barang dan jasa yang dihasilkan demi mencapai keberhasilan

2 Prilaku konsumen melibatkan interaksi

Proses interaksi yang terjadi dalam prilaku konsumen individu adalah pikiran, perasaan, serta aktifitasnya dalam lingkungan. Produsen semakin memahami interaksi konsumen untuk memuaskan kebutuhan dan keinginannya, serta memberikan nilai bagi konsumen.

3 Prilaku konsumen melibatkan pertukaran

Prilaku konsumen melibatkan pertukan antara manusia. Dengan kata lain individu memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuautu sebagai gantinya

D. Tipe prilaku pembelian

Wilkie (1990), menyatakan bahwa prilaku konsumen dalam hal pembelian dikelompokkkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat perbedaan merek, sebagai berikut :

1 Alokasi keuangan (budget allocation)

Pilihan konsumsi terhadap suatu barang tau jasa sangat dipengaruhi oleh bagaimana cara individu membelajakan atau menyisikan dana yang tersedia, penentuan waktu yang tepat dalam hal membelanjakan dana tersebut serta pengambilan keputusan untuk melakukan peminjaman demi pembelian.

2 Pembelian atau tidak suatu produk (Product Purchase or Not)

Prilaku pembelian merupakan gambaran pilhan dari konsumen sendiri terhadap kategori barang atau jasa itu sendiri.

3 Pemilihan lokasi produk (store patronage)

Prilaku pembelian berdasarkan tempat pelaksanaan pembelian barang atau jasa yang dilakukan oleh konsumen.

4 Keputusan atas merek dan gaya (brand and style decision)

Pilihan konsumen dalam pemutusan produk apa yang sebenarnya ingin dibelinya secara terperinci.

Pengertian dan contoh dari konsumsi, konsumen, konsumtif, dan konsumalisme

Konsumsi adalah pemakaian barang hasil produksi (pakaian, sandang, dsb)untuk memenuhi kebutuhan hidup. Contoh kunci kesehatan keluarhga kami dengan mengkonsumsi ikan laut sebagai lauk.

Konsumen adalah individu pengguna barang hasil produksi. Konsumen game online kebanykan dari kalangan anak usia sekolah.

Konsumtif sebgai sifat pemakai murni dalam jangka waktu yang lama. Contoh : saya minum kopi sejak Sekolah Dasar, saya pun minum kopi hampir disetiap waktu bila tidak minum kopi kepala akan terasa pusing.

Konsumalisme pandangan yang bersifat konsumtif. Contoh “ Buat apa kita susah – susah belanja dan masak, kan tinggal telpon aja”

Daftar pustaka

http://organisasi.org/perilaku-konsumen-ringkasan-rangkuman-resume-mata-kuliah-ekonomi-manajemen

Tim penyusun. 2002. Kamus besar bahasa indonesia, ed. 3.- cet 2. Jakarta : Balai Pustaka

JADWAL KERJA

March 31, 2010

Dalam dunia pekerjaan terdapat macam jenis program yang menyangkut pembagian jadwal pekerjaan . Program ini  memberikan pembagian jadwal kerja yang fleksibel, yang pertama program Flextime dan program keterlibatan karyawan.

Program Flextime merupakan program penjadwalan kerja  yang mengizinkan pengaturan jadwal kerja yang lebih fleksibel

. Contoh :

– Pemanfaatan kerja mingguan program ini memberikan beban pekerjaan yang lebih sedikit dalam kerja harian dalam seminggu.

Berbagi pekerjaan program ini memungkinkan seorang karyawan untuk membagi pekerjaan yang sama terhadap karyawan yang lain, hal ini disebabkan waktu pekerjaan ataupun beban pekerjaan yang berat.

Program keterlibatan karyawan

• Perluasan pekerjaan

Program ini memungkinkan seorang karyawan untuk memgembangkan bidang pekerjaan yang telah dipercayakan kepadanya.

• Rotasi pekerjaan

Program ini memungkinkan seorang kayawan atau secara kelompok dapat berganti secara periodik dalam satu bidang pekerjaan

Contoh : Kelompok 1 karyawan operasional yang terlibat dalam 5 jenis  tugas yang berbeda, maka setiap karyawan dalam kelompok dapat  berfokus pada satu tugas perminggu dan selanjutnya berganti ke  pekerjaan yang lain.

PENGUKURAN WAKTU KERJA

analisa kerja menaruh perhatian bagaimana suatu macam pekerjaan akan terselesaikan. Dalam pengaplikasian prinsip dan teknik pengukuran cara kerja yang optimal dalam sistem kerja akan memberikan suatu alternatif metode pelaksanaan kerja yang lebih efektif dan efisien. Suatu pelaksanan kerja dikatakan efisien apabila waktu penyelesaian berlangsung singkat. Untuk menghitung waktu (standar time) penyelesaian pekerjaan maka perlu diterapkan prinsip-prinsip dan teknik pengukuruan kerja.

Pengukuran kerja adalah suatu metode penetapan keseimbangan antara kegiatan manusia dikontribusikan dengan unit output yang dihasilkan. Waktu baku diperlukan terutama untuk perencanaan kebutuhan tertentu tenaga kerja (man power planning), perhitungan upah, penjadwalan produksi dan penganggaran, perencanaan sistem, pemberian bonus (insentif) bagi karyawan yang berprestasi, indikasi keluaran yang mampu dihasilkan oleh seorang pekerja.

Teknik-teknik pengukuran waktu kerja dapat dibagi 2 :
• Pengukuran waktu secara langsung, yaitu ; pengukuran yang dilaksanakan ditempat dimana pekerja yang diukur dilaksanakan
• Pengukuran secara tidak langsung, yaitu cara pengukuran kerja dengan menggunakan jam henti (stop watch)

Pengukuran waktu kerja dengan jam henti (stop watch), Pertama kali diperkenalkan oleh F. Taylor, metode ini baik sekali digunakan untuk pekerjaan2 langsung, singkat dan berulang ulang. Hasil pengukuran waktu baku untuk menyelesaikan suatu siklus pekerjaan digunakan sebagai standar penyelesaian pekerjaan bagi semua pekerja yang sama.

Langkah-langkah untuk pelaksanaan pengukuran waktu kerja dengan jam henti sebagai berikut ;

Langkah persiapan :

1. Pilih dan definisikan pekerjaan yang akan diukur dan akan ditetapkan waktu standarnya
2. Informasikan maksud dan tujuan pengukuran kerja kepada spervisor/pekerja

3. Pilih operator dan catat semua data yang berkaitan dengan sistem operasi kerja yang akan diukur waktunya

Elemen-elemen yang terpisah, Bagi siklus kegiatan yang berlangsung kedalam elemen2 kegiatan sesuai dengan aturan yang ada.

Persiapan waktu kerja, Waktu baku ditetapkan untuk suatu pekerjaan tidak berubah, material yang digunakan harus sesuai dengan spesifikasi

ISTIRAHAT DAN EFEK ISTIRAHAT DALAM BEKERJA

Penelitian pengaruh istirahat terhadap kinerja karyawan, dalam besarnya beban karyawan sehingga menyebabkan kinerja karyawan yang disebabkan keadaan biologis maupun psikologis karyawan. Dalam satu hari, jantung kita berdetak sebanyak 100.000 kali, darah kita mengalir melalui 17 juta mil arteri, urat darah halus dan juga pembuluh-pembuluh darah. Kita berbicara sebanyak 4.000 kata, bernafas sebanyak 20.000 kali, menggerakkan otot-otot besar sebanyak 750 kali, dan mengoperasikan 14 milyar sel otak. Manusia membutuhkan istirahat.

Istirahat memberikan dampak pemulihan. Tidur merupakan merupakan salah satu bentuk istirahat yang umum untukk dilakukan, dimana selama tidur semua fungsi-fungsi tubuh terisi diperbaharui lagi. Bentuk istirahat tidak hanya tidur, tetapi juga dapa melakukan bersantai sejenak, perubahan aktifitas dapat menenangkan otot-otot serta menghilangkan tekanan dalam bekerja. Studi menunjukkan tidur yang cukup, membuat otak kita kembali berfungsi dengan sangat baik serta membawa dampak pengertian /pemahaman segala jenis masalah biasanya dapat diselesaikan dengan

Bentuk istirahat yang dapat dilakukan Pertama, istirahat dalam keadaan sadar yakni menghentikan pekerjaan yang tengah dilakukan dan menggantinya dengan rehat sejenak Kedua, istirahat dengan tidur di malam hari yakni menghentikan sistem syaraf dan otot dari aktivitasnya.

Pertumbuhan hormon penting untuk meningkatkan kualitas, ukuran dan efisiensi otak, juga meningkatkan pengangkutan asam amino dari darah ke otak, yang memungkinkan sel urat syaraf untuk dapat memiliki pengetahuan yang permanen dan berguna. Kebanyakan dari pertumbuhan hormon diproduksi pada saat kita itdur dengan tenang (tanpa beban)

Salah satu hormon yang penting lainnya adolah Kortisol, dimana waktu produksi terfingginya adalah dari waktu tengah malam hingga di waktu pagi (pagi-pagi sekali). Kortisol memainkan peranan yang besar dalam membantu kita menghadapi stress/tekanan yang kita hadapi setiap hari, mengurangi rasa penat dan peradangan. Bila manusia tidur terlambat, mereka membatasi kemampuan tubuh untuk menangani segala kegiatan dan mengurangi tenaga dan vitalitas pada keesokan harinya.

Waktu yang tepat untuk bekerja adalah jam 8:00 – 17:00, Dalam organisasi perkantoran tempat sehat dengan reiki bekerja telah diatur jam istirahat kerja dimana didalamnya tercakup jam istirahat misalnya untuk makan siang dan kegiatan ibadah. Selanjutnya istirahat ini pun telah menjadi aturan bagi setiap pekerja dimana ia dapat memanfaatkan waktu istirahat kerja untuk tujuan mengistirahatkan fisik dan pikiran dari beban kerja yang menumpuk. Dengan istirahat kerja maka ia dapat mengendorkan pikiran dari kegiatan berpikir dan kegiatan fisik.

  • Pembagian kerja yang nyata

Dalam pembagian kerja harus didasarkan pada kemampuan masing-masing individu yaitu benar-benar berdasarkan beban kerja, ukuran kemampuan kerja dan waktu yang tersedia.

Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.

KERJA BERGILIR (SHIFT KERJA)

Dalam aspek-aspek penentu kepuasan kerja karyawan, jam kerja merupakan bagian dari kondisi kerja yang menjadi salah satu indikator dalam mempengaruhi kepuasan kerja karyawan (Munandar, 2001). Jam kerja terbagi menjadi jam kerja normal dan sistem shift. Menurut Suma’mur (1994), shift kerja merupakan pola waktu kerja yang diberikan pada tenaga kerja untuk mengerjakan sesuatu oleh perusahaan dan biasanya dibagi atas kerja pagi, sore dan malam.

Monk dan Folkard (dalam Kyla, 2008) mengkategorikan tiga jenis sistem shift kerja, yaitu shift permanen, sistem rotasi cepat, dan sistem rotasi shift lambat. Dalam hal sistem shift rotasi, pengertian shift kerja adalah kerja yang dibagi secara bergilir dalam waktu 24 jam. Pekerja yang terlibat dalam sistem shift rotasi akan berubah-ubah waktu kerjanya, pagi, sore dan malam hari, sesuai dengan sistem kerja shift rotasi yang ditentukan. Di Indonesia, sistem shift yang banyak digunakan adalah sistem shift dengan pengaturan jam kerja secara bergilir mengikuti pola 5-5-5 yaitu lima hari shift pagi (08.00-16.00), lima hari shift sore (16.00-24.00) dan lima hari shift malam (24.00-08.00) diikuti dengan dua hari libur pada setiap akhir shift (Kyla, 2008).

Sistem kerja shift rotasi ada yang bersifat lambat, ada yang bersifat cepat. Dalam sistem kerja shift rotasi yang bersifat lambat, pertukaran shift berlangsung setiap bulan atau setiap minggu, misalnya seminggu kerja malam, seminggu kerja sore dan seminggu kerja pagi. Sedangkan dalam sistem kerja shift rotasi yang cepat, pertukaran shift terjadi setiap satu, dua, atau tiga hari (Scott&LaDou, dalam Adnan; 2002).

Adnan (2002) dalam penelitiannya mengemukakan bahwa pada sistem shift rotasi terdapat aspek positif dan aspek negatif. Aspek positifnya adalah memberikan lingkungan kerja yang sepi khusunya shift malam dan memberikan waktu libur yang banyak. Sedangkan aspek negatifnya adalah penurunan kinerja, keselamatan kerja dan masalah kesehatan. Kinerja menurun selama kerja shift malam yang diakibatkan oleh efek fisiologis dan efek psikososial. Menurunnya kinerja dapat mengakibatkan kemampuan mental menurun yang berpengaruh terhadap perilaku kewaspadaan pekerjaan seperti kualitas kendali dan pemantauan. Survei pengaruh shift kerja terhadap kesehatan dan keselamatan kerja yang dilakukan Smith et. al, melaporkan bahwa frekuensi kecelakaan paling tinggi terjadi pada akhir rotasi shift kerja (malam) dengan rata-rata jumlah kecelakaan 0,69% per tenaga kerja (Adiwardana dalam Yasir, 2008).

Tidak semua orang dapat menyesuaikan diri dengan sistem kerja shift. Kerja shift membutuhkan banyak sekali penyesuaian waktu, seperti waktu tidur, waktu makan dan waktu berkumpul bersama keluarga. Secara umum, semua fungsi tubuh berada dalam keadaan siap digunakan pada siang hari. Sedangkan pada malam hari adalah waktu untuk istirahat dan pemulihan sumber daya (energi). Monk (dalam Adnan, 2002) mengatakan, individu yang tergolong tipe siang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan kerja shift malam. Individu dengan tipe siang adalah individu yang bangun tidur lebih pagi dan tidur malam lebih awal dari rata-rata populasi.

Jika seorang karyawan tidak dapat menyesuaikan diri dengan sistem kerja shift ini, dapat menimbulkan ketidakefektifan dalam bekerja yang akan mempengaruhi sikapnya terhadap pekerjaan mereka. Namun, tidak semua karyawan yang mendapatkan jadwal sistem shift dalam bekerja merasakan hal tersebut.

Keadaan pada setiap jadwal shift berbeda-beda, tidak semua individu merasakan kepuasan kerja pada shift yang dijalani. Individu merasakan kepuasan terhadap pekerjaannya apabila dirinya melakukan pekerjaan dengan baik dengan tingkat kesalahan yang kecil, selain itu kerjasama kelompok dalam menyelesaikan pekerjaannya dapat mempengaruhi individu dalam merasakan kepuasan terhadap pekerjaannya. Kelompok yang dapat bekerjasama dengan baik dan memiliki hubungan yang harmonis antar karyawan lainnya cenderung dapat melakukan pekerjaan dengan baik sehingga hasil dari pekerjaannya tersebut dapat memberikan kepuasan terhadap diri karyawan. Biasanya kepuasan kerja yang dialami karyawan, apabila mereka mendapatkan jadwal dengan shift pagi atau siang. Ketika menjalani shift pagi atau siang, individu dan kelompoknya masih memiliki konsentrasi dan tingkat kefokusan yang baik sehingga ketelitian dalam menyelesaikan pekerjaannya dapat mengurangi kesalahan atau kelalaian.

Sebaliknya, seorang karyawan yang merasakan ketidakpuasan terhadap pekerjaanya sebagian besar ketika dihadapkan pada jadwal shift malam. Rasa kantuk yang sering dialami dirinya dan rekan kelompoknya dapat membuat tingkat konsentrasi menurun dan kurang fokus dalam melakukan pekerjaannya. Menurunnya konsentrasi dan kurang fokusnya pada diri individu seringkali membuat individu tidak teliti dalam melakukan pekerjaanya yang mengakibatkan tingkat kesalahan atau kelalaian semakin besar. Sehingga hasil dari pekerjaan yang mereka lakukan tidak memberikan kepuasan pada diri mereka terhadap pekerjaannya.

Individu yang merasakan kepuasan kerja akan memberikan berbagai respon, antara lain dengan jumlah kehadiran yang baik, merasa senang dalam merasakan pekerjaan, serta menerima pekerjaan dengan penuh tanggung jawab. Begitupun sebaliknya, individu yang merasakan ketidakpuasan dalam pekerjaannya akan memberikan respon yang negatif, seperti kemangkiran dalam bekerja, jumlah kehadiran yang kurang, dan biasanya memiliki motivasi yang rendah terhadap pekerjaan yang dijalaninya

Kelelahan Kerja (Occupational Fatigue)

March 31, 2010

Kelelahan adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Istilah kelelahan biasanya menunjukkan kondisi yang berbeda-beda dari setiap individu, tetapi semuanya bermuara kepada kehilangan efisiensi dan penurunan kapasitas kerja serta ketahanan tubuh.

Terdapat dua jenis kelelahan, yaitu kelelahan otot dan kelelahan umum. Kelelahan otot merupakan tremor pada otot atau perasaan nyeri pada otot, sedangkan kelelahan umum ditandai dengan berkurangnya kemauan untuk bekerja yang disebabkan oleh monotoni (pekerjaan yang sifatnya monoton), intensitas dan lamanya kerja fisik, keadaan lingkungan, kondisi mental dan psikologis, status kesehatan, dan gizi. Pengaruh-pengaruh tersebut terakumulasi di dalam tubuh manusia dan menimbulkan perasaan lelah yang dapat menyebabkan seseorang berhenti bekerja (beraktivitas). Kelelahan dapat diatasi dengan beristirahat untuk menyegarkan tubuh. Apabila kelelahan tidak segera diatasi dan pekerja dipakasa untuk terus bekerja, maka kelelahan akan semakin parah dan dapat mengurangi produktivitas pekerja. Kelelahan sama halnya dengan keadaan lapar dan haus sebagai suatu mekanisme untuk mendukung kehidupan.

Di samping kelelahan otot dan kelelahan umum, Grandjean (1988) juga mengklasifikasikan kelelahan ke dalam 7 bagian yaitu:

  1. Kelelahan visual, yaitu meningkatnya kelelahan mata
  2. Kelelahan tubuh secara umum, yaitu kelelahan akibat beban fisik yang berlebihan
  3. Kelelahan mental, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh pekerjaan mental atau intelektual
  4. Kelelahan syaraf, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh tekanan berlebihan pada salah satu bagian sistem psikomotor, seperti pada pekerjaan yang membutuhkan keterampilan
  5. Pekerjaan yang bersifat monoton
  6. Kelelahan kronis, yaitu kelelahan akibat akumulasi efek jangka panjang
  7. Kelelahan sirkadian, yaitu bagian dari ritme siang-malam, dan memulai periode tidur yang baru

Sampai saat ini masih berlaku dua teroi tentang kelelahan otot, yaitu teori kimia dan teori syaraf pusat. Teori kimia menjelaskan bahwa terjadinya kelelahan adalah akibat berkurangnya cadangan energy dan meningkatnya sisa metabolism sebagai penyebab hilangnya efisiensi otot. Suma’mur menyatakan bahwa produktivitas mulai menurun setelah empat jam bekerja terus menerus (apapun jenis pekerjaannya) yang disebabkan oleh menurunnya kadar gula di dalam darah. Itulah sebabnya istirahat sangat diperlukan minimal setengah jam setelah empat jam bekerja terus menerus agar pekerja memperoleh kesempatan untuk makan dan menambah energy yang diperlukan tubuh untuk bekerja.

Teori syaraf pusat menjelaskan bahwa bahwa perubahan kimia hanya merupakan penunjang proses. Perubahan kimia yang terjadi menyebabkan dihantarkannya rangsangan syaraf melalui syaraf sensoris ke otak yang disadari sebagai kelelahan otot. Rangsangan aferen ini menghambat pusat-pusat otak dalam mengendalikan gerakan sehingga frekuensi potensial kegiatan pada sel syaraf menjadi berkurang dan menyebabkan menurunnya kekuatan dan kecepatan kontraksi otot serta gerakan atas perintah menjadi lambat. Sehingga semakin lambat gerakan seseorang menunjukkan semakin lelah kondisi seseorang.

Pengukuran Kelelahan

Sampai saat ini belum ada cara untuk mengukur tingkat kelelahan secara langsung. Pengukuran-pengukuran yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya hanya berupa indikator yang menunjukkan terjadinya kelelahan akibat kerja. Grandjean (1993) dalam Tarwaka et al (2004) mengelompokkan metode pengukuran kelelahan dalam beberapa kelompok, yaitu:

  1. Kualitas dan kuantitas kerja yang dilakukan
  2. Uji psikomotor
  3. Uji hilangnya kelipan (flicker-fusion test)
  4. Perasaan kelelahan secara subjektif
  5. Uji mental

Mengelola kelelahan kerja bisa dilakukan oleh setiap individu dan atau secara terorganisasi. Tujuannya adalah meningkatkan kinerja individu melalui pemulihan kondisi fisik dan mental. Secara individu bisa dilakukan dengan prakarsa karyawan bersangkutan. Merekalah yang sangat mengetahui jenis dan bobot kelelahan yang dihadapinya; mulai dari yang ringan sampai yang berat. Sementara organisasi atau perusahaan dapat melaksanakan program peningkatan kinerja karyawan secara terencana dan reguler dimana di dalamnya ada subprogram mengurangi kelelahan kerja karyawan. Pedekatannya cenderung beragam yang sangat bergantung pada jenis kelelahan dan penyebabnya. Untuk itu diperlukan langkah-langkah sistematis.

Untuk melakukan pemulihan kelelahan kerja secara spesifik maka harus berdasarkan pertimbangan lingkup, frekuensi dan bobot kelelahan kerja. Namun secara umum langkah-langkah yang perlu dilakukan individu karyawan adalah sebagai berikut: (1) menelaah penyebab mengapa terjadi kelelahan kerja, kapan saja, dimana, dan ketika mengerjakan apa; (2) kalau dirasa terlalu berat perlu melakukan konsultasi dengan orang yang ahli dan berpengalaman; (3) melakukan pemulihan kelelahan dengan cara berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, bersosialisasi, relaksasi, dan kalau dianggap perlu berobat ke dokter; dan (4) meminta cuti kerja.

Sementara itu mengatasi kelelahan kerja oleh perusahaan dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut; (1) melakukan analisis kinerja karyawan dan organisasi; (2) menelaah hubungan kinerja dengan kelelahan kerja karyawan; (3) menganalisis jenis uraian kerja dan beban kerja hubungannya dengan kinerja; (4) menyusun program peningkatan kinerja khususnya subprogram mengurangi kelelahan kerja termasuk menentukan beban kerja optimum dan membangun lingkungan kerja yang nyaman; (5) melaksanakan program peningkatan kinerja secara teratur; dan (6) mengevaluasi keberhasilan pelaksanaan program dan kinerja karyawan/organisasi.

Aplikasi teori maslow

January 1, 2010

Kepuasan kerja dalam teori motivasi Maslow menempati peringkat yang tinggi. Sebab ia berkaitan dengan tujuan manusia untuk merealisasikan dan mengaktualisasikan potensi dirinya dalam pekerjaan. Namun motivasi ini kadang terbendung oleh berbagai ragam kerutinan, hambatan lingkungan kerja yang kurang seimbang, atau situasi dan perangkat kerja yang secara ergonomis tidak mendukung peningkatan produktivitas kerja. Stres yang dialami karyawan dan kepuasan kerja yang didambakan seolah merupakan dua kondisi yang bukan saja berkaitan, tetapi sekaligus antagonistis.
Karyawan dan perusahaan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Karyawan memegang peran utama dalam menjalankan roda kehidupan perusahaan. Apabila karyawan memiliki produktivitas dan motivasi kerja yang tinggi, maka laju roda pun akan berjalan kencang, yang akhirnya akan menghasilkan kinerja dan pencapaian yang baik bagi perusahaan. Di sisi lain, bagaimana mungkin roda perusahaan berjalan baik, kalau karyawannya bekerja tidak produktif, artinya karyawan tidak memiliki semangat kerja yang tinggi, tidak ulet dalam bekerja dan memiliki moril yang rendah.
Adalah menjadi tugas manajemen agar karyawan memiliki semangat kerja dan moril yang tinggi serta ulet dalam bekerja. Berdasarkan pengalaman dan dari beberapa buku yang pernah saya baca, biasanya karyawan yang puas dengan apa yang diperolehnya dari perusahaan akan memberikan lebih dari apa yang diharapkan dan ia akan terus berusaha memperbaiki kinerjanya. Sebaliknya karyawan yang kepuasan kerjanya rendah, cenderung melihat pekerjaan sebagai hal yang menjemukan dan membosankan, sehingga ia bekerja dengan terpaksa dan asal-asalan. Untuk itu merupakan keharusan bagi perusahaan untuk mengenali faktor-faktor apa saja yang membuat karyawan puas bekerja di perusahaan. Dengan tercapainya kepuasan kerja karyawan, produktivitas pun akan meningkat.
Banyak perusahaan berkeyakinan bahwa pendapatan, gaji atau salary merupakan faktor utama yang mempengaruhi kepuasan karyawan. Sehingga ketika perusahaan merasa sudah memberikan gaji yang cukup, ia merasa bahwa karyawannya sudah puas. Sebenarnya kepuasan kerja karyawan tidak mutlak dipengaruhi oleh gaji semata. Banyak faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan, diantaranya adalah kesesuaian pekerjaan, kebijakan organisasi termasuk kesempatan untuk berkembang, lingkungan kerja dan perilaku atasan.
Untuk lebih meyakini bahwa kesempatan berkembang merupakan faktor utama bagi kepuasan kerja karyawan, kita dapat membandingkan tingkat kepuasan karyawan baru dan karyawan lama di perusahaan. Karyawan baru cenderung mempunyai tingkat kepuasan lebih tinggi dibandingkan karyawan yang masa kerjanya lebih lama. Hal ini dikarenakan, biasanya karyawan baru mendapatkan perhatian lebih dari Manajemen, terutama dari atasannya langsung. Perhatian lebih ini dikarenakan sebagai karyawan baru, tentu pihak manajemen akan menjelaskan tanggung jawab dan tugas mereka. Sehingga terjalin komunikasi antara atasan dan bawahan. Hal ini membuat mereka merasa diperhatikan dan bersemangat untuk bekerja. Bahkan tidak sedikit karyawan baru yang mendapatkan beberapa training untuk menunjang tugasnya di awal masa kerja.
Sementara itu, karyawan lama yang sudah bekerja dalam kurun waktu tertentu, akan merasakan kejenuhan. Mereka menginginkan adanya perubahan dan tantangan baru dalam pekerjaannya. Tantangan ini mencakup baik dari sisi besarnya tanggung jawab atau mungkin jenis pekerjaan. Ketika perusahaan tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang, hal ini akan membuat mereka demotivasi, malas bekerja dan produktivitasnya turun. Apabila perasaan ini dirasakan oleh sebagian besar karyawan lama, bisa dibayangkan betapa rendahnya tingkat produktivitas perusahaan secara keseluruhan dan bila dibiarkan perusahaan akan merugi.

PERMASALAHAN

Salah satu perusahaan rokok terkenal PT. XYZ di Jawa Timur yang sudah beroperasi lebih 80 tahun lamanya telah menciptakan suatu budaya perusahaan yang menjadi visi dan misi menjadi lebih baik.
Namun terjadi demonstrasi di Divisi Transportasi PT. XYZ disebabkan oleh adanya kebijakan manajemen untuk menggunakan jasa transportasi luar perusahaan untuk pengiriman barang-barang ke berbagai daerah. Keputusan manajemen menggunakan jasa angkut pihak luar ini, karena pengiriman barang ke berbagai sering mengalami keterlambatan. Dengan dipakainya jasa transportasi pihak luar ini, maka para sopir dan kernet merasa insentif yang diterimanya akan berkurang. Begitu juga premi perjalanan luar kota, uang lembur maupun kompensasi lainnya akan hilang. Inilah yang memicu para sopir dan kernet berunjuk rasa melakukan demonstrasi terhadap pimpinan perusahaan.

TEORI
Suatu organisasi/Perusahaan terdiri dari input, proses dan outcomes. Input adalah komponen-komponen yang ada di luar lingkungan organisasi antara lain sumber daya manusia dan peraturan pemerintah. Proses meliputi komponen-komponen antara lain motivasi, persepsi, komunikasi, kepemimpinan dan konflik. Sedangkan komponen outcomes antara lain meliputi kinerja individu dan kelompok, serta efektivitas organisasi.
Memahami lebih dalam mengenai salah satu komponen dari organisasi ini , maka kit aperlu memahami bahwa setiap individu sebagai sumber daya ,manusia dalam suatu organisasi/perusahaan memiliki Nilai-nilai kerja (work value), yaitu suatu keyakinan pribadi seorang pekerja tentang hasil apa yang diperkirakan dari pekerjaaannya dan bagaimana seharusnya dia berprilaku dalam bekerja.
Nilai-nilai kerja dibadi 2 yaitu nilai kerja intrinsik (intrinsic work values) dan nilai kerja ekstrinsik (extrinsic work value). George & Jones memberikan perbandingan antara kedua nilai kerja sebagai berikut dalam tabel:
Nilai kerja intrinsik Nilai kerja ekstrinsik
– Kerja yang menarik – Gaji tinggi
– Kerja yang menantang – Keamanan kerja
– Belajar sesuatu yang baru – Keuntungan kerja
– Membuat konstribusi penting – Status pada komunitas yang lebih luas
– Berpotensi tinggi – Kontak sosial
– Tanggung jawab dan otonomi – Waktu dengan keluarga
– Menjadi kreatif – Waktu untuk hobi

dan karena mereka mempunyai nilai nilai kerja, mereka juga memiliki sikap kerja. Sikap menurut Robbins (2001) adalah suatu pernyataan atau pertimbangan evaluatif mengenai obyek, orang, atau peristiwa. Sikap tidak sama dengan nilai, namun keduanya dihubungkan.

Robbins mengetengahkan bahwa riset perilaku organisasi atau perusahaan telah memfokuskan pada tiga jenis sikap yaitu:
1. Kepuasan kerja (job satisfaction)
Merujuk pada sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya.
2. Keterlibatan kerja (job involvement)
Merupakan ukuran derajat sejauh mana seseorang memihak secara
psikologis terhadap pekerjaannya dan menganggap kinerjanya sebagai
ukuran harga diri.
3. Komitmen organisasional (organizational commitment)
Adalah derajat sejauh mana seorang karyawan memihak suatu organisasi \
tertentu dan berniat memelihara keanggotaan dalam organisasi tersebut

ANALISIS MASALAH
Dari kerangka pikir diatas, maka menurut saya terjadinya demontrasi disebabkan oleh karena secara nilai ektrinsik dan intrisik para supir merasa tidak memperoleh kepuasan kerja:
Nilai kerja Intrinsik bagi PT”XYZ”
Kerja tidak menarik, Mungkin karena sehari hari hanya menyetir mobil, Kerja kurang menantang,karena sudah terbiasa dengan pekerjaan yang ada jadi tidak adanya tantangan, Tidak belajar suatu yang baru,Tidak membuat kontribusi penting.Karena system sudah berjalan,jadi tinggal menjalankan saja,tanpa harus membuat konsep baru,Tidak menganggap potensi tinggi, karena hanya bisa menyetir, Kurang tanggung jawab dan otonomi,karena gaji dan fasilitas kecil,Kurang kreatif,karena melakukan hal-hal yang monoton setiap hari.
Nilai kerja Ektrinsik bagi PT ‘XYZ”
Gaji tidak tinggi jadi mereka berkerja hanya karena merasa sudah digaji dan enggan bernuat lebih dari pekerjaan mereka, Keamanan Kerja,tidak ada keamanan kerja karena dipakai transportasi luar dari perusahaan, keuntungan kerja,tidak akan adanya keuntungan kerja lagi,karena tidak ada premi perjalanan, uang lembur dan kompensasi yang lain hilang karena adanya transportasi dari luar, status pada komunitas yang lebih luas,Kontak sosial, waktu dengan keluarga, waktu untuk hobi, mungkin memang tidak bisa punya banyak waktu untuk hal tersebut.

Dengan Nilai nilai tersebut diatas maka timbul sikap yang diakibatkan oleh :
1. Job Satisfaction berkurang ,ditandai dengan demonstrasi dengan tuntutan perbaikan fasilitas dan kompensasi yang meningkat
tiap tahun
2. Job Involvement berkurang, karena merasa dianggap tidak mampu sehingga menyentuh ego harga diri mereka
3. Organizational Commitment adalah personal need, mereka lebih mementingkan uang yang bisa masuk ke kantung mereka ketimbang profesionalisme perusahaan secara keseluruhan.
Dan terbentuknya sikap itu membuat mereka memilih untuk mengungkapakan ketidak puasan mereka secara Respon Voice (aktif dan konstruktiv), mereka mengeluarkan suaa dengan cara demontrasi. Intinya mereka tetap mau supaya transportasi tidak diserahkan pada pihak luar tapi tetap dijalankan oleh mereka.