cara mempengaruhi orang

Menurut Paul Eakman dalam bukunya ‘Memahami Emosi Orang’ menulis bahwa pemahaman kita terhadap orang lain akan menyebabkan komunikasi kita dengan orang lain terjalin dengan harmonis. Dalam berhubungan dengan orang lain, kita sering mengahadapi berbagai kendala. Dalam diri manusia terdapat 3 komponen sikap, yaitu perasaan (emosi), kognitif (pikiran), dan konasi (kemauan/kehendak). Ketiga komponen ini tidak bisa kita tafsirkan secara gamblang kecuali jika dia berubah menjadi suatu perbuatan/tindakan nyata.

Setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda, berkembang berdasarkan pola pengasuhan dari keluarga maupun lingkungannya. Dimana tiap – tiap lingkungan akan saling mempengaruhi pola perkembanganya.

Ada beberapa pintu (window) yang berlaku dalam kehidupan kita. Pintu pertama, terkadang kita tidak memahami orang lain, namun orang lain yang lebih paham akan diri kita. Untuk itulah kita harus berusaha aktif agar orang yang kita temui bisa kita pahami dengan benar. Kadang kala kita memahami orang lain, tapi orang lain tidak memahami apa yang kita inginkan atau kita pikirkan. Untuk hal itu kita berusaha memberi pemahaman dan penjelasan tentang apa yang kita inginkan atau yang kita pikirkan. Ada juga yang keduanya sama-sama saling memahami sehingga tidak sulit untuk bergaul dengan keduanya.

Menurut Robert Cialdini “Influence, Science and Practice” (Allyn & Cacon, 2000), memaparkan 6 strategi memacu emosi audience.

1. RESIPROKAL

Kita semua, seperti gambaran di atas, telah diajar sejak kecil untuk
membalas kebaikan orang dengan kebaikan pula. Setidaknya, kita diajar
untuk mengucapkan terimakasih hampir dalam segala hal. Dengan bekal
yang menjadi karakteristik rata-rata itu, maka hidup kita kini
dipenuhi dengan berbagai interaksi resiprokal (saling balas) yang
sangat positif.

Hidup adalah memberi dan menerima. Dan untuk menjadikan fenomena itu
tetap sebagai fenomena yang positif, kita semua dianjurkan untuk
menjadi pihak yang pertama dalam memberi. Dengan memberi, kita akan
menerima.

Hal yang sama juga berlaku untuk fenomena berbicara. Sampaikanlah apa-
apa yang bernilai positif untuk audience Anda, maka Anda akan
mendapatkan apa yang Anda inginkan sebagai pembicara.

2. KOMITMEN DAN KONSISTENSI

Setiap kali orang membuat pilihan, menentukan posisi, atau membuat
komitmen, mereka akan dikontrol secara internal dan sekaligus
eksternal, oleh keharusan untuk bersikap konsisten dengan pilihan dan
komitmennya tersebut.

Kata-kata Anda sebagai pembicara, sangat powerful untuk menciptakan
aspek kontrol itu, sebagai panduan bagi audience untuk menentukan pilihannya

3. PEMBUKTIAN SOSIAL

Secara umum kita akan membenarkan sesuatu, jika kita mengetahui bahwa
orang lain juga membenarkannya. Lebih spesifik lagi, fenomena ini erat
sekali kaitannya dengan aspek perilaku manusia. Bahkan, jika ada
banyak sekali orang yang mengatakan “ya”, maka kita cenderung untuk
beranggapan bahwa apa yang di-”ya”-kan itu adalah sesuatu yang benar
adanya. Apalagi, jika mereka adalah para influencer seperti orang
terkenal, tokoh panutan, orang yang berhasil dan sebagainya. Fenomena
ini akan menciptakan efek yang jauh lebih besar, dalam situasi yang
serba tak pasti.

Sebagai pembicara, Anda harus bisa mendapatkan legitimasi dan
referensi sebanyak-banyaknya. Pengaruh Anda akan makin besar dan makin
tumbuh. Jika Anda penjual, sampaikanlah referensi dari para pengguna
produk Anda. Jika Anda pembicara seminar, ceritakanlah berbagai hal
positif yang terjadi dalam seminar-seminar Anda. Jika Anda pemimpin,
ceritakanlah berbagai keberhasilan dari orang-orang yang Anda pimpin.

4. RASA SUKA

Orang cenderung mengatakan “ya” terhadap semua hal yang dia sukai tapi tanpa disetai mengapa mereka menyukai hal tersebut. Terkadang orang untuk bisa Untuk bisa disukai,
Anda harus bisa menyamakan banyak hal dengan mereka. Kesamaan adalah
sumber kesukaan. Orang pada dasarnya senang dipuji. Maka,
banyak-banyaklah memuji orang. Untuk bisa menjalin hubungan yang baik harus bisa sesering mungkin melakukan kontak dengan orang lain.

5. OTORITAS

Otoritas bisa berarti realitas (sebagai pemimpin struktural) atau
implikasi (menjadi orang yang disegani). Kutipkan kata-kata
orang besar dan terkenal, sampaikanlah apa yang disampaikan para
pemimpin.

6. KELANGKAAN

Jadilah orang yang langka, Anda akan dicari orang dan bisa
mempengaruhi. Kelangkaan mencerminkan potensi untuk kehilangan.
Potensi kehilangan sesuatu lebih bisa memotivasi dari pada potensi
mendapatkan sesuatu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: