GABUNGAN TUGAS KONSUMEN

PSIKOLOGI KONSUMEN

A. Pengertian Perilaku Konsumen

Perilaku Konsumen

Merupakan tingkah laku yang tampak oleh konsumen, dimana mereka berusaha untuk mengilustrasiakan kegiatan mengkonsumsi, mengevaluasi dan memperbaharui suatu barang dan jasa, serta semua proses pengambilan keputusanyang mendahalui dan menentukan tindakan tersebut.

Menurut Women (1995) prilaku konsumen ialah study tentang penbelian barang dan menjelaskan proses yang mengikutinya, pemilihan yang baik, pelayanan, pengalaman dan ide. Sedangkan  David L loundon, prilaku konsumen didefinikan sebagai proses pengambilan keputusan dan aktifitas fisik individu dalam mengevaluasi, mendapatkan, menggunakan barang tau jasa (1984 : 6).

Gerald Zaltman menjelaskan bahwa perilaku konsumen merupakan tindakan berdasarkan , proses dan hubungan sosial yang di lakukan oleh individu, kelompok atau organisasi untuk memperoleh, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai sutu akibat dari pengalaman dengan produk, pelayanan dan umber-sumber lainya. (1979:6)

The Amerika Marketing Association, dimana prilaku konsumen merupakan bentuk interaksi yang bersifat dinamis dari pengaruh dan kesadaran, prilaku dan lingkungan individu tersebut melakukan aspek kehidupannya, dimana prilaku konsumen mengikuti pikiran dan perasaan yang dialaminya dan prilaku yang dilakukan saat proses konsumsi terjadi (Peter & Olson, 2005).

Titik permasalahan priaku konsumen terletak pada aktifitas yang berhubungan dengan pola konsunsi individu, dimana prilakun tersebut berhubungan dengan lasana dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan dan pembuangan barang dan jasa bertujuan untuk memuasakan kebutuhan dan keiinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).

Dari definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa prilaku konsumen merupakan tindakan yang dilakukan individu, kelompok maupun organisasi terkait dengan aktifitas pengambilan keputusan dalam penggunaan barang tau jasa yang dipengaruhi lingkungan.

Wujud prilaku konsumenn dapat kita klasifikasikan menjadi dua bentuk :

1      Personal Consumer adalah konsumen yang membeli atau menggunkana barang serta jasa demi pemakaiannya sendiri.

2      Organization Consumer adalah konsumen yang membeli atau mempergunakan barang serta jasa demi memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tertentu.

B. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Prilaku Konsumen

Faktor yang mempengaruhi prilaku konsumen dibagi menjadi dua kelompok : faktor yang berasal dari dirinya sendiri dan lingkungan dimana konsumen berada.

a. Faktor individu yang menentukan pola konsumen

1 Demografis, psikografis, dan kepribadian

Demografi berhubungan struktur dan penyebaran populasi individu. Demografi membantu meramalkan trend produksi yang akan terjadi diamasa yang akan datang, kemungkinan terjadinya perubahan dalam pola permintaan konsumen dan pola konsumsi individu. Sedangkan faktor psikografis penelitian gaya hidup untuk mengetahui ganbaran psikologi konsumen, pengukurannya dapat berupa kualitatif dan kuantitatif. Dimana akan menjelaskan siapa yang akan membeli produk, sedangkan kepribadian tampilan psikologis konsumen yang bersifat unik salaing mempengaruhi secara konsisten dalam merespon lingkungannya.

2 Motifasi konsumen

Motivasi konsumen menjelaskan bagaimana dorongan untuk memuaskan kebutuhan baik yang bersifat fisiologis maupun psikologis, dapat dilihat dari bagaimana konsumen melakukan pembelian dan penggunaan produk atau jasa.

3 Pengetahuan konsumen

Pengetahuan konsumen diartikan sebagai jumlah informasi yang didapatkan individu tentang pembelian suatu produk dan manfaat produk tersebut. Dimana individu mengetahui manfaat dari barang yang akan dibelinya.

4 Intensi, sikap, kepercayaan, dan perasaan konsumen

Intensi merupakan pendapat bagaimana individu bersikap dimasa yang akan datang. Intensi konsumenndibagi menjadi beberapa jenis. Intensitas pembelian merupakan hal yang akan dibelanjakan dikemudian hari. intensitas pembelian kembali adalah apakah seorang individu untuk membeli suatu produk yang telah dibelinya di waktu sebelumnya. Intensitas pembelajaan adalah perencanan konsumen dalam pembelajaan produk. Intensi pengeluaran adalah seberapa besar uang yang dipergunakan untuk pembelajaan produk. Intensi pencarian adalah menjelaskan keinginan individu melakukan pencarian suatu produk.

Sikap mewakili apa yang disukai dan tidak disukai terhadap suatu produk. Sikap diukur sebagai pilihan konsumen, sehingga penilaian suautu barang slalu berhubungan dengan barang lain. Kepercayaan diartikan sebagai penilaian hubungan dua atau lebih benda yang dibentuk dari hasil pengetahuan. Perasaan merupakan keadaan yang berpengaruh positif dan negatif akan berbeda –beda dalam individu tergantung pada sikap individu.

b. Faktor lingkungan yang menentukan pola konsumen

1 Faktor Kebudayaan

Kebudayaan merupakan faktor utama dari keinginan dan prilaku individu, dimana makhluk lain bertindak berdasarkan naluri, sedang manusia berdasarkan hal yang dipelajarinya selalu hidupnya. Prilaku yang dipelajarinya dapat berasal dari lingkungan pribadi (keluarga) maupun lingkungan pergaulanya (masyarakat). Terjadi kasus, dimana individu berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan yang baru baginya, maka secara tidak langsung individu tersebut pun harus menyesuaikan prilaku, kebiasaan, dan adat istiadat disesuaikan dengan masyarakat setempat.

2 Faktor Sosial

Faktor sosial dapat disebut juga dengan kelompok referensi, hal ini disebabkan kelompok dimana mempunyai pengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap sikap individu tersebut. Kelompok tersebut dapat dibagi menjadi dua : kelompok primer dan kelompok sekunder. Kelompok primer adalah kelompok yang memiliki tingkat interaksi tinggi terhadap individu tersebut, seperti keluarga, teman, tetangga, dan mitra sejawat. Kelompok sekunder adalah kelompok yang bersifat resmi tetapi memiliki tingkat interaksi yang kurang intensif.

Kelas sosial memiliki sifat permanen dan homogenus, dimana individu saling bertukar beragam informasi baik nilai, gaya hidup, kekayaan, status, pendidikan, ekonomi, dan prilaku yang sama dalam suatu kelompok dimana individu berada. Dimana setiap produk yang dibeli berdasarkan kelas sosial individu berada.

3 Faktor Pribadi

Faktor ini terbagi dalam beberapa konsep : umur, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, dan kepribadian dan konsep diri. Umur, pola konsumsi individu datap terbetuk dari sejauh maka mereka mencapai tahapan siklus kehidupan. Semakin dewasa individu tersebut maka akan terjadi perubahan dalam pola konsumsinya sejalan dengan proses kehidupanya.

Pekerjaan, kelompok pekerja memilii minat terhadap produk dan jasa yang berbeda – beda yang dihasilkan oleh pasaran. Keadaan ekonomi, yang dimaksud seberapa tingkat  pendapatan, tabungan, harta yang dapat dicapai oleh individu untuk memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa yang diperlukannya.

Gaya hidup, pola konsumsi dapat kita lihat dari kelompok sosial dimana individu berada. Kepribadian dan konsep diri, yang dimaksudkan dimana cara menilai responya terhadap pola lingkungan yang cenderung konsisten, hal ini dapat berbeda – beda dalam indidu berdasarkan karakteristik psikologis yang dimilikinya.

4 Faktor Psikologis

Pola prilaku konsumen dipandang dari faktor psikologis terbentuk dari beberapa hal : motivasi, persepsi, proses belajar, dan kepercayaan. Motivasi dapat dibagi menjadi dua bentuk kebutuhan biogenik dan kebutuhan psikogenik. Kebutuhan biogenik bersifat fisiologis seperti rasa lapar, rasa haus dan rasa tidak nyaman. Sedangkan kebutuhan psikogenik dapat timbul dari keadaan psikologi yang dialami oleh individu tertentu seperti, perasaan untuk diterima dan diakui dalam lingkungan kehidupannya.

Persepsi, proses dimana individu memilih, mengorganisasikan, memaknai informasi yang diperoleh dari lingkungan kemudian dipergunakan untuk membentuk gambaran darin informasi tersebut. Setiap individu akan mendapat gambaran persepsi yang berbeda – beda walaupun objek perhatiannya sama, hal ini ditentukan berdasarkan proses persepsi yang dijalaninya : perhatian yang selektif, gangguan yng selektif dan proses mengingat kembali. Proses belajar, menjelaskan perubahan prilaku individu dari pengalaman yang dialaminya. Kepercayaan, gagasan yang dimiliki terhadap sesuatu.

C. Sifat dari perilaku konsumen yaitu:

1 Prilaku konsumen bersifat dinamis

Prilaku konsumen memiliki sifat dinamis dikarenakan proses berfikir, merasakan dan aksi setiap individu konsumen, kelompok dan organisasi yang senantiasa berubah. Dikarenakan hal tersebut strategi pemasaraan barang atau jasa dapat dikatakan berhasil namun tidak tentu berhasil pada waktu dan tempat yang berbeda, oleh karena itu sangat diperlukan inovasi yang senantiasa dilakukan terhadap barang dan jasa yang dihasilkan demi mencapai keberhasilan

2 Prilaku konsumen melibatkan interaksi

Proses interaksi yang terjadi dalam prilaku konsumen individu adalah pikiran, perasaan, serta aktifitasnya dalam lingkungan. Produsen semakin memahami interaksi konsumen untuk memuaskan kebutuhan dan keinginannya, serta memberikan nilai bagi konsumen.

3 Prilaku konsumen melibatkan pertukaran

Prilaku konsumen melibatkan pertukan antara manusia. Dengan kata lain individu memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuautu sebagai gantinya

D. Tipe prilaku pembelian

Wilkie (1990), menyatakan bahwa prilaku konsumen dalam hal pembelian dikelompokkkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat perbedaan merek, sebagai berikut :

1 Alokasi keuangan (budget allocation)

Pilihan konsumsi terhadap suatu barang tau jasa sangat dipengaruhi oleh bagaimana cara individu membelajakan atau menyisikan dana yang tersedia, penentuan waktu yang tepat dalam hal membelanjakan dana tersebut serta pengambilan keputusan untuk melakukan peminjaman demi pembelian.

2 Pembelian atau tidak suatu produk (Product Purchase or Not)

Prilaku pembelian merupakan gambaran pilhan dari konsumen sendiri terhadap kategori barang atau jasa itu sendiri.

3 Pemilihan lokasi produk (store patronage)

Prilaku pembelian berdasarkan tempat pelaksanaan pembelian barang atau jasa yang dilakukan oleh konsumen.

4 Keputusan atas merek dan gaya (brand and style decision)

Pilihan konsumen dalam pemutusan produk apa yang sebenarnya ingin dibelinya secara terperinci.

Pengertian dan contoh dari konsumsi, konsumen, konsumtif, dan konsumalisme

Konsumsi adalah pemakaian barang hasil produksi (pakaian, sandang, dsb)untuk memenuhi kebutuhan hidup. Contoh kunci kesehatan keluarhga kami dengan mengkonsumsi ikan laut sebagai lauk.

Konsumen adalah individu pengguna barang hasil produksi. Konsumen game online kebanykan dari kalangan anak usia sekolah.

Konsumtif sebgai sifat pemakai murni dalam jangka waktu yang lama. Contoh : saya minum kopi sejak Sekolah Dasar, saya pun minum kopi hampir disetiap waktu bila tidak minum kopi kepala akan terasa pusing.

Konsumalisme pandangan yang bersifat konsumtif. Contoh “ Buat apa kita susah – susah belanja dan masak, kan tinggal telpon aja”

Daftar pustaka

http://organisasi.org/perilaku-konsumen-ringkasan-rangkuman-resume-mata-kuliah-ekonomi-manajemen

Tim penyusun. 2002. Kamus besar bahasa indonesia, ed. 3.- cet 2. Jakarta : Balai Pustaka

WD VELOCIRAPTOR 600GB (TUGAS KE 2)

Ringan, Praktis, Ringkas, dan mudah dibawah kemana-mana.. Itulah mengapa belakangan ini harddisk eksternal portabel banyak dipilih sebagai media alternatif. Tidak perlu repot-repot, tinggal hubungkan harddisk eksternal ke port USB/FireWire ke PC manapun, tak perlu pasang power supply, Anda sudah mendapatkan media penyimpan ekstra yang mobile.

Harddisk  portabel disertai dengan seutas kabel data USB/Firewire. Beberapa produsen membawakan serta kabel USB dengan dua interface  USB yang disusun seri untuk mendapatkan pasokan daya yang cukup untuk memutar piringan metal harddisk. Untuk tipe ini, Anda disarankan selalu menancapkan kedua interface USB tersebut saat menggunakan harddisk.

Dengan kemudahan yang diberikannya, maka semakin banyak pula orang  yang menggunakan hardisk eksternal tersebut, baik untuk tujuan perusahaan maupun tujuan pribadi. Hardisk eksternal tersebut dapat menyimpan berbagai format  data yang besar tergantung dari besaran jenis data yang dapat dimuat

WD VELOCIRAPTOR 600GB

Wester digital semakin menancapakan taringnya di persaingan produk hardisk. Ukuran dan kecepaan fantastis teurs dikembangkan oleh pabrikan ini. Untuk Wd memberi sampel untuk lab. PC Media untuk diuji. Kali ini pc  memperkenalkan, WD VELOCIRAPTOR 600GB. Dua kali lipat dari generasi pertamanya. Yang p[aling menarik dari produk i ni adalah kecepatan putaran sampai menyentuh 10000 rpm. Seperti kita ketahui bahwa hardisk server bertipe SCSI yang memiliki kecepatan seperti ini. Namun hardisk SCSI terbatas dengan kapasitas yang sangat kecil. Yang makin mebuat produk ini  unik adalah menggunakan hardisk berukuran 2,5” yang dibungkus mennggunakan mounting besi solid berwarna hitam yang dilengkapi dengan heatsink didalamnya. Ini membuat tidak menghasilkan panas yang berlebih meskin berkerja secara maksimal. Konektor sata milik hardisk 2,5” tersebut di-convert ke bentuk SATA hardisk berukuran 3,5” oleh sebuah board conventer khusus

Dalam pengujian memang tidak perlu diragukan produk ini. Seluruh pengujian benchmark mendapatkan sempurna, karena memang ini pertaman kali kami menggunakan hardisk berkonektor 10000 rpm Produk ini dilepas kepasaran dengan harga yang cukup mahal kisaran US$ 350, namun sesuai dengan yang akan anada dapatkan

Apa yang Perlu Diperhatikan?
Anda bisa menemukan merk yang bervariasi di pasaran. Ada A-Data, Buffalo, Iomega, Imation, LaCie, Maxtor, Qnap, Samsung, Seagate, Toshiba, Transcend, Western Digital dan merk-merk lain. Masing-masing vendor/produsen memberikan iming-iming fasilitas yang berbeda-beda. Namun satu hal yang relatif sama, tampilan fisik harddisk portabel kini semakin cantik, mungil, dengan kapasitas yang semakin besar. Harddisk eksternal dikemas dalam beberapa form factor (ukuran) 1,8”, 2,5”, dan 3,5”. Anda bisa memilih sesuai selera..

Sebelum memutuskan untuk membeli hardisk portabel, ada baiknya Anda simak beberapa hal yang perlu Anda cermati sebagai acuan untuk memilih harddisk yang tepat, buat Anda tentunya:

1. Kapasitas (kapasitas simpan file maksimal)
Kapasitas simpan harddisk portabel sangat bervariasi mulai dari 40GB sampai 500GB. Namun kini juga sudah muncul harddisk portabel yang daya tampungnya mencapai 1,5TB (terabyte).  Bila Anda banyak bekerja dengan file video dan grafis, dengan kapasitas yang besar serta sering melakuakan mobilitas yang tidak tentu, maka harddisk portabel dengan kapasitas besar adalah jawaban dari masalah anda. Namun bagi Anda yang ingin mendapatkan media backup yang ekonomis, Anda perlu melihat perbandingan harga dan kapasitas harddisk. Caranya adalah dengan mencari harga media penyimpan per 1MB dengan rumus sederhana:

Harga per MB= Harga : Kapasitas Harddisk (dalam MB)

Ukuran___________ Harga Per MB
160 GB___________ 4.3125
250 GB___________ 3.2032
320 GB___________ 2,9575
400 GB___________ 2.834
500 GB___________ 2.7

Semakin besar kapasitas yang dimilii sebuah hardisk eksternal maka harga yang diberikan makin ekonomis

2. Kecepatan putar drive

Kecepatan putar piringan metal harddisk juga mempengaruhi kecepatan laju data. Semakin cepat daya putarnya, semakin cepat data bisa ditulis dan dibaca. Kecepatan putar ini dinyatakan dalam satuan RPM (rotation per minute). Umumnya harddisk portabel berputar pada kecepatan 5400 RPM. Anda akan beruntung jika menemukan harddisk dengan kecepatan putar 7200 RPM ke atas seperti WD VELOCIRAPTOR 600GB

3. Besar buffer atau cache
Besarnya buffer mewakili jumlah memori yang di-cache. Cache menyimpan dan menangani antrian permintaan (request) transfer baca/tulis data dari sistem.  WD VELOCIRAPTOR 600GB memiliki kemampuan buffer mencapai 32mb.

Kemampuan rata – rata hardiskeksternal bBesarnya buffer berkisar dari 2MB – 16MB. Semakin besar cache semakin besar ‘ruang antrian’ pembacaan dan penulisan di harddisk serta semakin cepat pula data diproses. Namun ukuran buffer sebuah harddisk portabel berbanding terbalik dengan harga. Semakin besar cache memori akan semakin mahal pula harga harddisk portabel tersebut.

4. Fitur Recovery
Jika tersedia, pilihlah harddisk portabel yang dilengkapi dengan fitur backup and recovery. Fitur ini berguna di saat file-file Anda mengalami kerusakan atau korupsi data ataupun akibat serangan virus. Melalui fitur recovery, Anda akan bisa memulihkan data yang hilang/rusak.

5. Kemampuan PnP (plug and play)
PnP artinya, kurang lebih bisa diartikan, tancap langsung pasang gas. Begitu Anda menancapkan kabel USB, harddisk portabel langsung bisa dipakai tanpa perlu instalasi driver atau software apa pun. Kemampuan PnP sanga membantu jika Anda menggunakan satu atau lebih harddisk portabel di beberapa PC sekaligus.

6. Garansi
Kata orang, garansi mencerminkan kualitas produk. Pernyataan ini mungkin tidak seratus persen benar, namun kemauan Produsen menjamin produknya bisa berjalan mulus tanpa gangguan selama masa waktu tertentu akan menjamin konsumen tidak lagi merasa was-was untuk membeli. Rata-rata harddisk eksternal memilki garansi 1 tahun, namun juga ada yang lebih singkat. Meski bukan faktor utama, saya sarankan Anda mempertimbangkan dukungan garansi dari vendor just in case Anda kurang beruntung saat membeli harddisk eksternal Anda.

7. Dustproof, Waterproof & Shockproof
Harddisk dirancang untuk menerima getaran hingga kurang lebih 3G (3x kecepatan gravitasi) dalam kondisi diam. Namun beberapa vendor menjamin harddisknya bisa tahan hingga 5G. cukup menarik, terutama bila Anda harddisk Anda beresiko sering jatuh atau terbentur..

Sejumlah vendor lain bahkan mengemas harddisk eksternalnya dengan karet ‘pelindung segala’. Dengan kemasan unik ini harddisk eksternal diakui bisa tahan terhadap debu, goncangan dan air (tentu dengan keterbatasan).

sumber Pc Media / 08/ 2010

Iklan dan seputarnya (TUGAS KE 3)

Dalam kemajaun teknologi yang semakin pesat maka semakin kompleks juga informasi yang akan disampaikan. Maka dibutuhkan juga media yang tepat untuk menyampaikan pesan dari suatu objek yang akan disampaikan ke publik. Publik yang mendengarkan informasi yang diberikan pun beragam budaya dan bahasanya. Dilihat dari bergama kompleksitas diatas maka sangat dimungkinkan suatu strategi untuk memperkenalkan barang atau jasa kepada halayak.

Media yang dimaksudkan iklan. Iklan Iklan ialah promosi barang, jasa, perusahaan dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor. Iklan dianggap sebagai strategi pemassaran dari suatuu produk barang aataupun jasa. Komponen yang berhubungan pemasaran baranmg atau jasa ialah : publisitas, relasi publik, penjualan, dan promosi penjualan.

Iklan telah lama dipergunakan oleh masyarakat Yunani kuno. Bentuk iklan berisiskan tulisan mengenai prilaku para budak yang melarikan diri dari tuannya atau mengenai penyelengara pertandingan Gladiator. Perkembang iklan pun berkembang di Inggris, metode priklanan yang ditulis dengan tangan dan kertas yang lebih baik. Iklan pertama yang dicetak di Inggris ditemukan pada Imperial Intelligencer Maret 1648. Sampai tahun 1850-an, di Eropa iklan belum sepenuhnya dimuat di suratkabar. Kebanyakan masih berupa pamflet, leaflet, dan brosur. Iklan majalah pertama muncul dalam majalah Harper tahun 1864

Sedangkan iklan pertama kali diperkenalkan di indonesia oleh seorang Belanda yang bernama Jan Pieterzoon Coen, seorang Gubernur Belanda pada 1619 hingga 1629. Beliau juga adalah penerbit Bataviasche Nouvelle, suratkabar pertama di Indonesia yang terbit tahun 1744, satu abad setelah J.P. Coen meninggal.

Setelah Hindia Belanda dikuasai oleh inggris pada tahun 1812, maka semua percetakan surat kabar pun dikuasai oleh negara dipergunakan untuk mengkobarkan propaganda politik inggris. Namun perusahaan percetakan buku yang berlokasi di Belanda masih dikelola oleh swasta.

Sedangkan perusahaan percetakan buku yang juga dikelola oleh swasta dimulai tahun 1839, dipelopori oleh Cijveer & Company. Pada tahun 1842 perusahaan ini berubah nama menjadi Cijveer & Knollaert, karena sebagian besar sahamnya dibeli oleh perusahaan Knollaert. Perusahaan ini pun masih beralih tangan kepada Ukeno & Company, sebelum akhirnya dijual lagi kepada Bruyning Wijt. Perusahaan percetakan buku ini berpindah-pindah tangan, disebabkan kegagalan terus menerus dalam pemasarannya. Utamanya, karena mereka tidak dapat memanfaatkan periklanan akibat adanya larangan keras dari pemerintah kolonial. Baru pada masa Bruyning Wijt, perusahaan percetakan buku ini mengalami kemajuan, karena produk buku-buku mereka mulai dipublikasikan pula melalui iklan-iklan di surat kabar.

PERCETAKAN SURAT KABAR OLEH SWASTA

Tahun 1829 pemerintah Hindia Belanda mendirikan suratkabar Nederland-Indisch Handelsblad. Hampir seluruh iklan di suratkabar ini juga ditulis tangan. Merupakan perusahaan swasta komersial yang dipimpin oleh Dus Bus de Gisignes, mantan Gubernur Jenderal (1813-1815). Dua suratkabar pemerintah terdahulu, Batavia Nouvelles dan Bataviaasch Advertentieblad, tidak bertahan lama, karena tahun 1833 pemerintah kolonial Hindia Belanda mengambil kebijaksanaan yang mendukung penerbitan dan pencetakan suratkabar oleh swasta.

Sejarah mencatat pula beberapa suratkabar di luar Batavia (Jakarta). Misalnya, suratkabar mingguan Soerabaja Courant di Surabaya yang mulai terbit tahun 1833 dan baru menjadi harian empat tahun kemudian. Lalu tahun 1845 Oliphant en Compagnie, Semarang, mulai menerbitkan suratkabar mingguan Semarangsch Nieuws en Advertentiebald . Setelah kemenangan kaum liberal-demokrat di Belanda, berganti nama menjadi De Locomotief dan mulai terbit sebagai harian. Nama “lokomotif” yang digunakan suratkabar ini sekaligus dimaksudkan untuk memperingati pertamakali masuknya jalan kereta-api di Hindia Belanda membawa juga kemenangan bagi kaum pemodal. Maka semua suratkabar swasta di masa itu mulai bebas memuat iklan.

Stategi periklanan

Dalam memasarkan iklan maka dibutuhkan suatu strategi pemasaran yang dapat mewakili kelebihan dari suatu barang yang akan dipasarkan. Tujuan dari strategi adalah usaha untuk menciptakan iklan yang efektif, oleh karena itu selain rumusan pertanyaan 5W + 1H maka pengetahuan yang cukup tentang produk, persaingan pasar atau kompetitor dan analisis mendalam tentang konsumen merupakan kunci pokok yang harus diketahui oleh pemasar sebelum merumuskan sebuah strategi (Batey, 2003)

Strategi akan menentukan keberhasilan iklan memasarkan barang atau jasa kepada publik. Strategi merupakan dasar pembentukkan merek. Strategi mewakili jiwa sebuah merek dan menjadi elemen penting untuk keberhasilan (Roman, Maas & Nisenholtz, 2005).

Strategi iklan harus mampu menjawab pertanyaan dasar dari rancangan sebuah sebuah kampanye periklanan yang dirumuskan dalam 5W + 1H (Suhandang, 2005) yaitu :
– What : apa tujuan iklan ?
– Who : siapa khalayak yang akan dijangkau ?
– When : kapan iklan dipasang ?
– Where : di mana iklan dipasang ?
– Why : mengapa harus demikian ?
– How : bagaimana bentuk iklannya ?

a. Marketing Brief

Pertama kali sebelum kita merumuskan strategi dibentuk, kita harus mengetahui pengetahuan terhadap produk yang akan dipasarkan, dalam marketing brief yang dibuat oleh klien (Madjadikara, 2004).

Informasi tersebut biasanya meliputi :

Brand ialah pengetahuan terhadap suatu merek, dimana ini merupakan produk baru atau produk lama yang telah beredar di pasaran. Merek atau produk diproyeksikan atau dikaitkan pada suatu citra dan kepribadian tertentu melalui kampanye periklanan, pencitraan ini berorientasi pada simbol kehidupan (Widyatama, 2005). Gagasan utamanya adalah agar konsumen dapat menikmati keuntungan secara psikologis dan emosional dari sebuah produk yang digunakan (selain keuntungan fisik yang ada).
Aliran ini dipelopori oleh David Ogilvy dari Ogilvy & Mather pada dekade 1960-an. latar belakang lahirnya aliran ini karena produk yang ada hampir tidak memiliki keunggulan yang berbeda atau unik, maka diciptakanlah image, citra atau personality tertentu untuk membedakannya dengan catatan tidak mengubah image tersebut dalam kurun waktu yang lama (Durianto, dkk, 2003).

Product knowledge penjelasan singkat tentang fitur yang terkandung dalam produk

Diferensiasi ialah mengetahui kelebihan produk yang membedakannya dengan kompetitor sejenis. Kreatifitas pesan iklan berfokus pada menunjukkan keistimewaan khusus produk (Widyatama, 2005) kelebihan ini tidak dimiliki oleh kompetitor lain dan merupakan sesuatu yang dicari-cari, serta menjadikan ciri khas bagi konsumen untuk mengguanakan produk tersebut.

Aliran ini dipelopori oleh Rosser Reeves sebagai salah satu tokoh Ted Bates Ad Agency pada dekade 1950-an. Rosser Reeves menggambarkan strategi pesan yang disebutnya dengan istilah “ Unique Selling Proposition ” atau USP ini dalam tiga komponen

  1. Iklan harus membangun kepercayaan publik terhadap barang yang akan dipasarkan. Dimana iklan memberikan pengetahuan akan manfaat menggunakan produk tersebut.
  2. Iklan harus bersifat unik, baik dari merek maupun klaim manfaat yang tidak ditawarkan oleh kompetitor sejenis, serta harus mampu menjawab alasan mengapa konsumen harus membeli produk yang dipasarkan.
  3. Dalil harus sangat kuat sehingga mampu menggerakkan konsumen
    Kunci untuk memelihara fokus USP adalah pengulangan. Reeves menggabungkan USP dan pengulangan pesan untuk keberhasilan iklan yang mampu menggerakkan konsumen

Dasar untuk memilih strategi USP ini adalah (Durianto, dkk, 2003) :

– Produk yang diiklankan adalah produk untuk kategori baru (tapi bukan merek baru).

– Benefit produk yang utama belum semua terpakai atau belum dikomunikasikan oleh kompetitor.

– Benefit yang ditonjolkan benar-benar unik dan substansial di mata konsumen.

– Target Audience ialah pengelompokkan target pemasaran. Pembagian kelompok diberlakukan setelah kita mengetahui pola prilaku individu yang tergabung didalamnya. Hal yang termasuk dalam pengamatan kita, bagaimana individu berfikir, bertindak dan berprilku dalam keseharian. Konsep utama dalam strategi periklanan ini adalah berorientasi pada kompetitor, khususnya yang merupakan market leader. Selain itu orientasi positioning juga berdasarkan pada keunggulan atribut, manfaat dan product class atau posisi relatif terhadap kompetitor (Kartajaya, 2004).

Pelopor aliran Positioning adalah Jack trout dan Al Ries. Positioning merupakan pernyataan yang mempermudah konsumen untuk mengingat keungulan produk yang dipasarkan. Maka dalam menciptakan positioning ada empat acuan yang harus diperhatikan (Kartajaya, 2004 : 14) yaitu :

– Positioning harus dipersepsi secara positif oleh konsumen dan menjadi reason to buy.

– Positioning mencerminkan kekuatan dan keunggulan kompetitif produk atau perusahaan

– Positioning harus bersifat unik sehingga dapat dengan mudah mendeferensiasikan diri dengan pesaing

– Berkelanjutan dan selalu relevan dengan berbagai perubahan.

– Analisis SWOT ialah penegtahuan kita terhadap kecenderugan pasar serta penilaian terhadap produk kompetitor sejenis

b. Creative Brief

Strategi didefinisikan dengan jelas untuk menstimulasi tujuan yang besar yang tertuang dalam rangkuman kreatif atau creative brief yang dibuat untuk agensi dalam menciptakan iklan. Rangkuman kreatif merupakan jembatan strategi dengan kreatifitas periklanan, rangkuman kreatif mewakili situasi sekarang, kompetisi, kondisi pasar dan pertimbangan media. Rangkuman itu menjadi strategi hidup dan memberikan pandangan penting bagi tim kreatif untuk menetapkan strategi dan menentukan ide penjualan utama, yang akan menjadi tema pusat kampanye periklanan.

Pendekatan iklan

Beberapa pendekatan yang digunakan dalam membuat lanturan lanturan untuk menciptakan iklan yang menarik (Hakim, 2005) yaitu :

– Plesetan, Orang tertawa ketika mendengar plesetan karena relevansinya. Relevansi dalam konteks ini mengacu pada kata aslinya yang kemudian diplesetkan.

– Visual produk, penggantian sebuah visual dengan visual lainnya. Mengganti secara keseluruhan, ukurannya atau salah satu elemen.

– Headline atau tipografi, Visual berbentuk susunan kata dari headline atau tipografi yang memuat makna tertentu.

– Logo, menjadikan elemen logo sebagai sumber ide dalam menyampaikan pesan periklanan.

– Makna ganda,sebuah simbol yang dihadirkan untuk mewakili dua benda atau dua hal sekaligus.

– Tokoh sebagai endoser, penggunaan orang terutama yang menjadi publik figur dalam penyampaian pesan.

– Sex ,Mengarahkan fikiran konsumen pada hal-hal yang sensual.

– Fungsi produk, Memindahkan fungsi dari suatu produk pada hal yang bersifat positif untuk menambah dramatisasi dari benefit produk tersebut.

Harus diingat sekali lagi, hal yang paling penting dalam lanturan adalah menjaga relevansi dengan pesan yang ingin disampaikan.
Bentuk lain penyampaian Iklan dapat juga dilakukan, seperti:

– Product Shoot ialah Pengambilan gambar berkonsentrasi pada produk

– Pendekatan Budaya ialah Penggunaan bentuk budaya lokal untuk menyampaikan pesan penjualan

– Humor, berhati – hati menggunakan humor sebagai pendekatan sebab iklan yang lucu akan mengurangi pesan produk. Sutherland, iklan lucu hanya efektif jika persepsi orang terhadap pesan sudah dianggap positif

– Emotional Selling Proposition, iklan yang berpengaruh secara positif pada “perasaan dan emosi” target, dapat sangat sukses untuk produk dan situasi tertentu, serta diarahkan pada emosi konsumen (Suyanto, 2004).

Nilai yang terkandung dalam iklan

Berdasarkan perumusan tersebut di atas maka sebuah pesan periklanan yang disampaikan dengan gaya yang berbeda harus memiliki nilai-nilai, yaitu (Hakim, 2005) :
– Simple
Sebuah iklan haruslah simple. Kata simple sering diartikan sederhana, sebagai sesuatu yang dapat dimengerti dengan sekali lihat, tidak banyak elemen tapi komunikatif.
– Unexpected
Iklan yang unik dan tidak terprediksi akan memiliki kemampuan untuk menempatkan diri dalam otak manusia sehingga mudah diingat.
– Persuasive
Iklan dengan daya bujuk yang kuat akan menggerakkan konsumen untuk dengan dengan brand dan tertarik untuk mencobanya.
– Relevant
Ide harus tetap relevan baik dari sisi rasionalitas maupun dari produknya dan harus ada korelasi dengan positioning dan personality brand.
– Entertaining
Entertaining bukan berarti lucu, dalam skala yang lebih luas berarti harus mampu mempermainkan emosi konsumen. Emosi inilah yang akan mengangkat simpati konsumen terhadap produk
– Acceptable
Yang menilai sebuah iklan adalah konsumen, oleh karena itu penerimaan mereka terhadap iklan harus diperhatikan.

Teori dalam periklanan

1. Teori Pengaruh Tradisi (The Effect Tradition)

Teori pengaruh komunikasi massa dalam perkembangannya telah mengalami perubahan yang kelihatan berliku-liku dalam abad ini. Dari awalnya, para peneliti percaya pada teori pengaruh komunikasi “peluru ajaib” (bullet theory) Individu-individu dipercaya sebagai dipengaruhi langsung dan secara besar oleh pesan media, karena media dianggap berkuasa dalam membentuk opini publik

Kemudian pada tahun 50-an, ketika aliran hipotesis dua langkah (two step flow) menjadi populer, media pengaruh dianggap sebagai sesuatu yang memiliki pengaruh yang minimal. Kemudian dalam 1960-an, berkembang wacana baru yang mendukung minimalnya pengaruh media massa, yaitu bahwa pengaruh media massa juga ditengahi oleh variabel lain. Sekarang setelah riset di tahun 1970-an dan 1980-an, banyak ilmuwan komunikasi sudah kembali ke powerful-effects model, di mana media dianggap memiliki pengaruh yang kuat, terutama media televisi.Ahli komunikasi massa yang sangat mendukung keberadaan teori mengenai pengaruh kuat yang ditimbulkan oleh media massa adalah Noelle-Neumann melalui pandangannya mengenai gelombang kebisuan.

2. Uses, Gratifications and Depedency

Salah satu dari teori komunikasi massa yang populer dan sering digunakan sebagai kerangka teori dalam mengkaji realitas komunikasi massa adalah uses and gratifications. Pendekatan uses and gratifications menekankan riset komunikasi massa pada konsumen pesan atau komunikasi dan tidak begitu memperhatikan mengenai pesannya.

Khalayak diasumsikan sebagai bagian dari khalayak yang aktif dalam memanfaatkan muatan media, bukannya secara pasif saat mengkonsumsi media massa(Rubin dalam Littlejohn, 1996 : 345).Di sini khalayak diasumsikan sebagai aktif dan diarahkan oleh tujuan. Anggota khalayak dianggap memiliki tanggung jawab sendiri dalam mengadakan pemilihan terhadap media massa untuk mengetahui kebutuhannya, memenuhi kebutuhannya dan bagaimana cara memenuhinya. Media massa dianggap sebagai hanya sebagai salah satu cara memenuhi kebutuhan individu dan individu boleh memenuhi kebutuhan mereka melalui media massa atau dengan suatu cara lain.

3. Teori Pengharapan Nilai (The Expectacy-Value Theory)

Phillip Palmgreen berusaha mengatasi kurangnya unsur kelekatan yang ada di dalam teori uses and gratification dengan menciptakan suatu teori yang disebutnya sebagai expectance-value theory (teori pengharapan nilai). Kepuasan yang Anda cari dari media ditentukan oleh sikap Anda terhadap media –kepercayaan Anda tentang apa yang suatu medium dapat berikan kepada Anda dan evaluasi Anda tentang bahan tersebut.

4. Teori Ketergantungan (Dependency Theory)

Teori ketergantungan terhadap media mula-mula diutarakan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Melvin Defleur. Seperti teori uses and gratifications, pendekatan ini juga menolak asumsi kausal dari awal hipotesis penguatan. Untuk mengatasi kelemahan ini, pengarang ini mengambil suatu pendekatan sistem yang lebih jauh. Di dalam model mereka mereka mengusulkan suatu relasi yang bersifat integral antara pendengar, media. dan sistem sosial yang lebih besar.
Sumber  penulisan ini :

http://kuliahkomunikasi.com/2008/06/teori-komunikasi-massa/

http://emjaiz.wordpress.com/2009/09/04/strategi-iklan-teori-pesan-kreatifitas/

http://infoiklankoran.blogspot.com/2010/03/sejarah-iklan-dan-perkembangannya.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Iklan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: